Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Khazanah Multidisiplin

TASAWUF DAN DEMOKRASI: TELAAH PEMIKIRAN ABDURRAHMAN WAHID Maulani Maulani
Khazanah Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2023): Khazanah Multidisiplin
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kl.v4i1.24470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi dari tasawuf dan demokrasi dalam pemikiran GusDur. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan liblary research dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian adalah buku dan jurnal yang membahas pemikiran tasawuf dan politik GusDur. Sedangkan dalam analisis data penulis menggunakan teknik analisis kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa kemanusiaan merupakan jalan tasawuf GusDur. Bagi Gusdur semua manusia adalah sama. Gusdur mengejawantahkan nilai-nilai Islam dalam wujud kepedulian menyangkut aspek kemanusiaan. GusDur menekankan bahwa Islam tidak semata agama yang menitikberatkan pada individu namun juga kolektivitas dalam masyarakat yang ditopang oleh sikap toleransi dan rasa saling menghormati. Selain itu, Gusdur juga berangapan bahwa demokrasi yang ideal tidak akan tercapai jika tidak adanya korelasi antara pemegang kekuasaan atau pemerintah dengan rakyat. Tentunya, demi terciptanya sistem pemerintahan yang baik harus didasari dari sikap moralitas yan tinggi dari dua belah pihak dan moralitas dapat diperoleh melalui jalan tasawuf.
Murur Sebagai Wujud Moderasi Dalam Pelaksanaan Ibadah Haji Abdul Karim; Maulani Maulani; Qoim Nurani; Muhammad Alfath Qaaf
Khazanah Multidisiplin Vol. 5 No. 1 (2024): Khazanah Multidisiplin
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kl.v5i2.36902

Abstract

Penelitian ini membahas tentang skema murur di Muzdalifah yang diterapkan pemerintah Indonesia pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2024. Secara spesifik penelitian ini menganalisis Keputusan Pengurus Besar Harian Syuriah Tentang Hasil Bahtul Masail Al Diniyyah Al- Waqiiyah dengan menggunakan pendekatan moderasi beragama. Melalui studi literatur dan menerapkan metode analisis deskriptif-analitis, penelitian ini menemukan bahwa murur di Muzdalifah merupakan aktualisasi dari moderasi beragama dalam pelaksanaan ibadah haji. Dari tiga pilar utama moderasi beragama; moderasi pemikiran, moderasi gerakan, dan moderasi perbuatan, murur di Muzdalifah termasuk dalam moderasi pemikiran. Murur di Muzdalifah sebagai bukti fleksibelitas pemahaman agama dalam memadukan konsep haji dengan kondisi jemaah haji tanpa menghilangkan substansi ibadah haji dan nilai-nilai spiritual yang mendasarinya dan dengan lahirnya keputusan Syuriah PBNU tentang murur di Muzdalifah memberi pandangan yang holistik dan inspiratif bagi umat muslim dalam menjalankan praktik ibadah yang lebih ramah dan inklusif di masa depan.