Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

JELAJAH PENGETAHUAN MENGENAI WARNA SEBAGAI UNSUR TERAPEUTIK Syifa Salsabila; Dhini Dewiyanti
Jurnal Desain Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): JDLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/JDLBI.v1i1.280

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, muncul konsep-konsep mengenai “arsitektur penyembuhan” atau dengan kata lain adalah arsitektur yang bersifat “terapeutik”. Salah satu elemen arsitektur yang dipercaya dapat membantu unsur terapeutik adalah warna, terutama untuk interior. Makalah ini merupakan deskripsi penulis untuk mengumpulkan desain bangunan maupun desain interior yang menggunakan warna sebagai unsur terapeutik. Melalui pencarian pustaka yang ditelusuri melalui internet, penulis mengelompokkan tipe-tipe desain dalam golongan yang diklasifikan berdasarkan tema-tema tertentu. Hasil pengelompokkan tersebut, memberikan gambaran bagi penulis terhadap adanya kesimpulan mengenai warna sebagai unsur terapeutik yaitu: 1) terdapat spektrum warna yang harus diperhatikan ketika memilih warna karena tiap penyakit berbeda warna; 2) spektrum warna yang berbeda berdasarkan golongan usia; 3) warna yang sama namun berbeda nomer palet warna, dapat berdampak terhadap mood seseorang dalam kondisi tertentu.
PENDEKATAN ARSITEKTUR NARATIF PADA DESAIN RUANG BACA ANAK DI PERPUSTAKAAN DIGITAL Gresita Indah Lestari; Dhini Dewiyanti
Jurnal Desain Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JDLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/JDLBI.v2i2.564

Abstract

Ruang baca anak di era digital perlu dirancang bukan hanya sebagai fasilitas membaca, melainkan sebagai ruang naratif yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan imajinatif. Desain ini mengusung pendekatan arsitektur naratif untuk menciptakan ruang baca anak di dalam perpustakaan digital, dengan menghadirkan elemen-elemen ruang yang bercerita melalui bentuk, warna, cahaya, dan alur ruang. Konsep narasi diterjemahkan dalam zonasi yang memandu anak dari ruang eksplorasi, ruang interaktif digital, hingga ruang refleksi. Integrasi teknologi digital dengan atmosfer naratif menghasilkan pengalaman ruang yang imersif, sekaligus mendorong minat baca dan interaksi sosial anak. Hasil desain menunjukkan bahwa perpaduan narasi arsitektur dengan fasilitas digital mampu memperkuat identitas ruang baca anak yang kreatif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Pendampingan Desain Pemanfaatan Lahan Terlantar di Kompleks Perumahan melalui Pendekatan Komunitas Dhini Dewiyanti; Tri Widianti Natalia; Nova Chandra Aditya
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 3 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i3.108

Abstract

Fenomena adanya lahan kosong yang tidak terawat dalam sebuah lingkungan perumahan dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu karena dianggap sudah tidak diawasi oleh pemilik tanah yang sah, seringkali terjadi. Jika terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama, terkadang pemanfaat lahan tersebut membuat duplikasi sertifikat dengan cara ilegal yang di kemudian hari akan terjadi sengketa dengan pemilik tanah yang sah. Kegiatan pendampingan masyarakat ini dilakukan pada lahan milik Rukun Warga di lingkungan Perumahan Dosen UNPAD, Cigadung, Bandung, yang memiliki beberapa lahan “hilang” status karena diakui oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Lahan yang akan digarap, sementara ini terlihat tidak terawat dan dikhawatirkan akan diakui oleh pihak lain apabila tidak segera dimanfaatkan. Melalui pendekatan komunitas, mahasiswa yang dilibatkan pada kegiatan pengabdian ini, melakukan aktivitas mulai dari pengukuran, pemetaan, wawancara kepada sejumlah tokoh masyarakat, serta warga. Kegiatan ini memberikan sebuah kesadaran mengenai pentingnya sebuah kerjasama dan komunikasi yang terjalin antar generasi, mengingat komunitas warga memiliki rentang usia yang beragam.