Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A feasibility study af a blended learning dementia care: elective course for nursing students Azam David Saifullah; Sri Mulyani; Eria Riski Artanti
Proceedings Series on Health & Medical Sciences Vol. 1 (2020): Proceedings of the 1st International Conference of Health Science Faculty Universitas
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.732 KB) | DOI: 10.30595/pshms.v1i.49

Abstract

As there is a limited long-term care options in Indonesia, people with dementia are cared for by their family. They often hospitalized as the condition progresses. Nurses are the profession with most contact. Therefore, preparing nursing students to care for people living with dementia is needed. Blended learning as e new learning strategy in dementia care for nursing student need to be evaluated to comprehend its feasibility in the future dementia care course.  This study aimed to evaluate the feasibility of a blended learning course for nursing students about dementia. A blended learning course was developed as a three-credits elective course that voluntarily joined by 42 fourth year nursing students. This course integrates the schedule, modules, and assignments in a learning management system called eLOK (Moodle based). One group pre-post test was conducted to evaluate this course using DKAS (Dementia Knowledge Assessment Scale) and DAS (Dementia Attitude Scale) as instruments. Google form was integrated to evaluate the course and the use of eLOK. Data were analysed using a paired t-test. 37 students (88.1%) completed the questionnaires. There is a significant improvement in knowledge towards dementia (t = 5.96, p value < .00) but not the attitude (t = 2.50, p value = .17) right after completing the course. Students also well appreciated the quizzes and project as the evaluation of learning outcomes of the course. Moreover, the audio-visual material in eLOK made them feel helpful in learning new topics and made new constructive experience of learning. In conclusion, this blended learning is feasible to be used as a learning method for delivering dementia care course.
The Pemberdayaan guru, orangtua dan teman sebaya dalam peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja di Girimulyo Kulon Progo, Yogyakarta Wenny Artanty Nisman; Ika Parmawati; Anis Widyasari; Wiwin Lismidiati; Sri Mulyani; Sri Warsini
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku seksual remaja dan kejadian kehamilan remaja menjadi masalah yang perlu diperhatikan secara khusus, namun ironisnya membicarakan tentang seksualitas masih menjadi hal yang tabu dalam pergaulan sehari-hari. Orangtua atau guru masih merasa berkeberatan dalam membicarakan tentang seksualitas dengan remaja, apalagi harus memberikan pendidikan seksual kepada remaja. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi kepada guru, orangtua dan teman sebaya terhadap pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja. Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan pre dan post test desain. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam lingkup satu sekolah SMP N di Kecamatan Girimulyo, Metode sampling adalah total sampel, sampel adalah guru mata pelajaran IPA (19), orang tua siswa (68) dan siswa-siswi SMP (75) tersebut. Pengetahuan diukur sebelum dan setelah pendidikan kesehatan dengan menggunakan kuesioner yang telah disusun oleh peneliti sendiri. Intervensi berupa pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi yang diberikan oleh dosen yang memiliki keahlian dibidang tersebut. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan posttest pada kelompok guru dan orang tua dengan perbedaan secara statistik bermakna, sedangkan untuk pengetahuan kelompok teman sebaya yang berbeda bermakna hanya kelompok remaja laki-laki. Hasil pretest pengetahuan sejak awal pada teman sebaya sudah tinggi. Kesimpulannya terdapat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan guru, orang tua dan teman sebaya laki-laki.