Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROFIL LUARAN MATERNAL DAN NEONATAL SERTA IDENTIFIKASI EKSPRESI GEN SFLT-1 PADA PASIEN PREEKLAMPSIA DI KOTA JAMBI Herlambang Herlambang; Susan Tarawifa; Rina Nofri Enis; Amelia Dwi Fitri; Ahmad Syauqi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i2.2532

Abstract

Pendahuluan: Preeklampsia merupakan kondisi spesifik pada kehamilan yang ditandai dengan adanya disfungsi plasenta dan respon maternal terhadap adanya inflamasi sistemik dan kerusakan endotel. Diagnosis preeklampsia ditegakkan berdasarkan adanya hipertensi dan proteinuria pada usia kehamilan diatas 20 minggu. Patogenesis preeklampsia sangat kompleks, banyak gen yang ikut terlibat dalam patogenesis preeklampsia, diantaranya adalah SFlt-1 yang disekresikan plasenta dalam keadaan hipoksia. Faktor risiko lain yang juga berpengaruh pada kejadian preeklampsia adalah usia ibu dan status gravida. Kondisi preeklampsia akan berefek kepada kondisi perkembangan janin selama kehamilan, termasuk persalinan prematuritas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil luaran maternal dan neonatal serta ekspresi gen SFlt-1 pada pasien preeklampsia di Kota Jambi.Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional menggunakan metode crossectional, yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil yang memenuhi kriteria dengan cara pengambilan sampel secara purposive sampling. Ekspresi mRNA yang akan dinilai diekstrak dari jaringan plasenta pasien preeklampsia pada saat terminasi kehamilan. ekspresi gen dinilai secara kuantitatif menggunakan realtime PCR.Hasil: Untuk profil usia ibu pada pasien preeklampsia didapatkan lebih banyak ibu dengan usia berisiko tinggi (52%) dan primigravida (56%) yang mengalami preeklampsia dan, luaran neonatal didapatkan bayi dengan BBLR (28%) serta ekspresi gen sFlt-1 didapatkan ΔΔcq -2.89 pada usia kelahiran, -3.27 pada usia ibu, 0.80 pada status gravida untuk pasien preeklampsia.Kesimpulan: profil usia ibu lebih banyak ibu dengan usia risiko tinggi, kelahiran preterm dan primigravida pada pasien preeklampsia. Pada preeklampsia didapatkan luaran neonatal yaitu BBLR. Ekspresi gen sFlt-1 meningkat pada pasien preeklampsia.
Platelet Lymphocyte Ratio (Prl) And Grace (Global Registry Of Acute Coronary Events) Score As Prognostic Indicators Of Mortality In Acute Coronary Syndrome Novia Alisa; Teuku Rahadiyan; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2025): November: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v4i6.2328

Abstract

Inflammation plays a crucial role in the early stages of atherosclerosis, which can then trigger acute coronary syndrome. Acute coronary syndrome (ACS) is a potentially fatal condition. Therefore, accurate predictive tools are needed to estimate mortality risk, allowing for more appropriate patient management. One commonly used method is the GRACE (Global Registry of Acute Coronary Events) score. Several studies have shown that combining the GRACE score with clinical and laboratory parameters can improve the accuracy of mortality prediction in ACS patients. In this regard, an easily obtained and assessed inflammatory indicator. the Platelet-Lymphocyte Ratio (PRL), can be an effective tool. This study is observational analytics with a retrospective approach. This study included 98 patients with a diagnosis of ACS based on medical record data. Data analysis was performed using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). P-value <0.05 was considered statistically significant. A chi-square statistical test was performed on mortality rate (p-value=<0.001). The same test was performed on the Grace score on mortality (p-value=<0.001). These findings indicate that both RPL and GRACE score can be used as effective prognostic indicators of mortality in patients with acute coronary syndrome.