Keto Susanto
Universitas PGRI Wiranegara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Classificational and Theoretical Execution Misconceptions: Classification of Misconceptions Based on Students Concepts in Plane Geometry Fuat Fuat; Keto Susanto; Firda Qurrotul Aini
Journal of Education and Learning Mathematics Research (JELMaR) Vol 1 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Wisnuwardhana University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/jelmar.v1i2.20

Abstract

Misconception is a mismatch of students’ conceptions with concepts agreed upon by experts. Misconception is a problem that often occurs in the world of education, especially in mathematics in the matter of plane geometry. This type of research is a descriptive qualitative research that aims to describe the types of misconceptions and causes of misconceptions experienced by students on the subject of plane geometry. The results showed that there were two types of misconceptions experienced by students, namely classificational execution misconceptions, and theoretical execution misconceptions. Misconception of classificational execution is the mismatch of students' conceptions when classifying a plane geometry with a concept agreed upon by experts; and the theoretical execution misconception is a mismatch between students' conceptions of definition, properties and elements of planes geometry. The causes of misconception are students 'preconceptions, students' abilities, textbooks, and teacher teaching methods.
The Student–AI Interaction in the Formation of Artificial Memory in Statistics Learning Aliffillahi Raudhotul Adawiyah Assulton; Fuat; Keto Susanto
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol. 8 No. 1 (2026): Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 8, Nomor
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jrpmj.v8i1.65701

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah memengaruhi proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran yang menuntut kemampuan analisis dan pemahaman prosedural seperti statistika. Pemanfaatan AI sebagai alat bantu belajar tidak hanya menyediakan jawaban instan, tetapi juga memengaruhi cara siswa memproses informasi dan membangun pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara memori manusia dan AI dalam pembelajaran statistika serta kontribusinya terhadap pembentukan memori buatan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif studi kasus pada satu kelas siswa kelas X di SMAN 1 Kota Pasuruan. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, observasi, dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan pengkodean tematik berbantuan perangkat lunak NVivo dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa melalui delapan tahapan interaksi dalam penggunaan AI yang membentuk tiga tipe memori buatan, yaitu pasif, kolaboratif, dan reflektif. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas pembentukan memori buatan sangat dipengaruhi oleh tingkat keterlibatan kognitif siswa dalam memverifikasi dan mengolah output AI. Oleh karena itu, efektivitas penggunaan AI dalam pembelajaran statistika lebih ditentukan oleh kualitas interaksi siswa dengan AI dibandingkan sekadar akses terhadap jawaban yang dihasilkan.
Impelementasi Model Pembelajaran TGT Berbantuan Media Wordwall Pada Pokok Bahasan Persamaan dan Pertidaksamaan Kelas X di SMKN 1Pasuruan Anisa Putri; Andika Setyo Budi Lestari; Keto Susanto
JURNAL JENDELA MATEMATIKA Vol. 4 No. 01 (2026): Jurnal Jendela Matematika: Edisi Januari 2026
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjm.v4i01.2374

Abstract

Matematika dipandang sebagai pelajaran yang sangat rumit sehingga membuat hasil belajar siswa tidak optimal karena mereka enggan dalam mempelajarinya, terlalu banyak rumus dan sulit. Hal ini bisa saja diakibatkan oleh metode yang digunakan terasa bosan dan guru saat ini dituntut untuk bisa dalam mengikuti era modern ini. Salah satu alternatif menggunakan model dengan media pembelajaran menggunakan aplikasi wordwall yang diharapkan agar hasil belajar siswa meningkat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui implementasi model kooperatif tipe TGT berbantuan media wordwall, mengetahui peningkatan hasil belajar, dan mengetahui respons siswa setelah pelaksanaan model dengan media pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas guru dan siswa sudah sangat baik, adanya peningkatan hasil belajar, dan respons siswa yang baik terhadap model.
Matematika di Balik Proses Pembuatan Pagar Besi Minimalis: Analisis Konsep Geometri dan Bilangan Ainiyatul Lutfiah; Fuat Fuat; Keto Susanto
SAINTIFIK Vol 12 No 1 (2026): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v12i1.640

Abstract

Matematika tidak hanya terbatas pada teori di ruang kelas, tetapi juga terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari dan dapat dimanfaatkan sebagai konteks pembelajaran matematika. Salah satu konteks tersebut adalah proses pembuatan pagar besi minimalis di bengkel las listrik. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis konsep-konsep matematika yang diterapkan dalam pembuatan pagar besi minimalis serta relevansinya terhadap pembelajaran matematika. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan pendekatan induktif berbantuan perangkat lunak Nvivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan digunakan konsep bilangan dalam menghitung jumlah batang besi, jarak antar batang, dan pembulatan ukuran material. Pada tahap pemotongan, ditemukan penerapan konsep geometri seperti sudut 45°, pembagian sudut, dan toleransi ukuran. Selanjutnya, tahap penyambungan melibatkan konsep geometri antara lain garis tegak lurus, penjumlahan sudut, segitiga siku-siku, representasi sudut, kombinasi bangun datar dan bangun ruang, serta busur lingkaran. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep-konsep matematika, khususnya bilangan dan geometri, secara implisit diterapkan dalam praktik bengkel las dan berpotensi digunakan sebagai konteks pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna