Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding National Conference for Community Service Project

Panduan Cara Menggunakan Quizzy Yang Dapat Meningkatkan Partisipasi Murid Pada Pembelajaran Lily Purwianti; Andi Andi; Vicky Anggrianto; Kalvin Lee; Catherine Catherine; Gabriella Andrea Castillinov Runtu
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol 3 No 1 (2021): The 3rd National Conference of Community Service Project 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v3i1.5949

Abstract

Pada tanggal 1 Desember 2019 pada kota Wuhan terdeteksi sebuah wabah yang bernama COVID-19 dan pada tanggal 11 Maret 2020 wabah ini ditetapkan sebagai sebuah pandemi. COVID-19 ini tersebar di seluruh dunia termasuk juga di Indonesia. Virus ini pertama terdeteksi pada Indonesia pada tanggal 26 Februari 2020 di Jakarta. Karena adanya pandemi ini berbagai kegiatan sudah pasti akan terganggu, begitu juga dengan kegiatan belajar dan mengajar di Indonesia. Dengan adanya pandemi ini sekolah terpaksa dilakukan dengan daring untuk mengurangi kontak antar siswa dan antar guru. Dengan sekolah online tentu kita membutuhkan berbagai media online seperti Microsoft Teams, Google Meet, Zoom, dan lain-lain. Tetapi dengan sekolah online murid tidak bisa berpartisipasi dengan penuh seperti ketika sekolah tatap muka. Untuk itu sekolah online dapat dilaksanakan dengan bantuan media quiz seperti Quizzy, Slido, Kahoot dan lain-lain. Dengan menggunakan aplikasi dan website tersebut guru dapat meningkatkan partisipasi murid pada saat pembelajaran online. Suatu masalah yang terjadi ketika sekolah online adalah murid sering kehilangan fokus pada pembelajaran karena tidak adanya restriksi. Kita dapat nonton video youtube tanpa disadari oleh guru. Untuk itu jika guru menggunakan media bantuan seperti Quizzy fokus murid akan dialihkan ke quiz tersebut. Untuk itu kami akan melakukan seminar cara meningkatkan semangat murid, apa yang menyebabkan murid tidak fokus dan cara untuk menggunakan website Quizzy
Upaya Pencegahan Rasisme Dan Radikalisme Pada Sekolah Menengah Kejuruan Mahardika Desty Febria; Maya Marsevani; Catherine Catherine; Celine Patrisia Sinurat; Joyce Tan; Julia Julia
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol 4 No 1 (2022): The 4th National Conference of Community Service Project 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v4i1.7186

Abstract

Rasisme merupakan pemahaman tentang ras atau suku diri sendiri yang paling berkuasa dan benar, sehingga membuat perbedaan perilaku terhadap ras atau suku orang lain. Radikalisme merupakan perilaku untuk memaksa adanya perubahan yang besar dari lingkungan sosial yang biasanya dilakukan dengan cara kekerasan. Kedua ini saling berhubungan, jika adanya sikap rasisme maka bisa menyebabkan radikalisme. Belakangan ini kasus Rasisme dan Radikalisme semakin meningkat dalam lingkungan sekolah. Ini bisa menjadi salah satu penyebab runtuhnya ideologi bangsa, karena pelajar merupakan generasi masa depan bangsa. Tujuan peneliti melakukan penelitian ini untuk mengetahui pemahaman siswa-siswi tentang Rasisme dan Radikalisme, serta meneliti apakah pernah terjadi Rasisme dan Radikalisme dilingkungan sekolah dan upaya penyelesaiannya. Metode awal yang kami lakukan yaitu metode wawancara terhadap guru serta beberapa siswa-siswi, kemudian melakukan proses perancangan yang tepat dengan kondisi saat ini. Maka dari itu kami memilih metode pendidikan masyarakat penyuluhan dengan cara webinar dan membuat video edukasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang Radikalisme dan Rasisme. Dengan adanya penyuluhan ini pemahaman siswa-siswi terhadap Rasisme dan Radikalisme semakin meningkatkan dilihat dari kuesioner melalui Google form terdapat sekitar 50 responden dengan hasil sekitar 70% siswa-siswi SMK Mahardika paham tentang materi yang disampaikan dalam video, 20% siswa-siswi kurang paham tentang materi yang disampaikan dan 10% siswa-siswi tidak paham. Rekomendasi untuk PKM selanjutnya adalah melakukan webinar yang tertuju kepada guru, itu dikarenakan peran guru yang sangat penting dan besar bagi siswa-siswi serta idelogi bangsa.