Samsurrohman Samsurrohman
Fakultas Komunikasi dan Sosial Politik UNSIQ Wonosobo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ITTIJAH AL-MANAHIJ Al-KHOMS FI TAFSIR RUH AL-BAYAN FI TAFSIR AL-QUR’AN (TAFSIR HAQQI) Karya Ismail Haqqi al-Brousawi Konstantinepel (1653-1715 M / 1063-1127 H) Samsurrohman Samsurrohman
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 15 No 1 (2015): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktifitas interpretasi terhadap kalam Allah yang dikomunikasikan kepada hamba-Nya merupakan aktifitas yang tidak mengenal henti, hal itu dikarenakan adanya keautentikan kitab suci yang menuntut para pengimannya untuk selalu bisa membuatnya selaras dengan perkembangan jamannya. Dengan kata lain, yang membuatnya kitab suci itu bisa berbicara adalah manusia, khususnya para pengimannya. Al Qur’an dikomunikasikan Allah pada empat belas abad silam, dimaksudkan untuk seluruh jaman dan masa, oleh sebab itu kebutuhan akan interpretasi menyebabkan perlu untuk di up data pada setiap jamannya, sehingga kitab suci itu senantiasa shalih likulli zaman. Disinilah kenapa Al Qur’an dapat diterima disetiap jaman. Karya besar yang dilakukan Ismail Haqqi merupakan salah satu upaya kesana, sehingga karya itu merupakan sumbangan yang sangat berharga bagi khazanah intelektualitas di dunia Islam, khususunya yang bersinggungan dengan Al Qur’an dan tafsirnya. Kekayaan yang terkandung dalam Ruh Al Bayan Fi Tafsir Al Qur’an karya Ismail, merupakan salah satu wujud bagi kaya dan melimpahnya permata yang hendak dikomunikasikan Allah kepada para hamba. Tawaran beberapa manhaj yang disajikan Ismail menunjukan pula bahwa Al Qur’an tidak pernah mengenal kering, bahkan semakin dikaji semakin banyak dan melimpah pengetahuan didalamnya terungkap. Disinilah antara lain kenapa penulis berusaha untuk meneliti Ruh Al Bayan Fi Tafsir Al Qur’an karya Ismail Haqqi.
Menelisik Nilai Hermeneutik Tafsir Sufi Ibn ‘Arabȋ Dalam FutûḤât Al-Makkiyyah Samsurrohman, Samsurrohman
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 1 (2017): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an diturunkan oleh Allah kepada manusia agar dapat dipahami dan kemudian menjadi pedoman kehidupan bagi umat manusia. Namun begitu, pada kenyataannya, pemahaman manusia terhadap ayat-ayat al-Qur’an tidaklah sama. Al-Qur’an ini dipahami secara variatif sesuai dengan bidang yang digeluti oleh pembacanya. Artikel ini berusaha mengkaji pemahaman Ibn ‘Arabî atas teks-teks al-Qur’an dalam kitab Futûhât al-Makkiyyah. Sebagai seorang pakar dan praktisi tasawuf, ia memahami pesan-pesan dalam al-Qur’an dengan menggunakan metode intuisi. Hal ini tidak terlepas dari pemahaman para sufi yang memandang bahwa setiap huruf al-Qur’an memiliki makna yang dapat dipahami sesuai dengan tingkat kesucian hati orang yang hendak memahaminya
Hierarchical Culture in Islamic Boarding Schools Related to the Normalization of Bullying Behavior Restu M. Risqi, Ega; Samsurrohman, Samsurrohman
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v4i3.2242

Abstract

The hierarchical culture in Islamic boarding schools (pondok pesantren) is often seen as an integral part of the education system and the character-building process for students (santri). However, in some cases, this system can contribute to the normalization of bullying, which is perceived as a form of discipline or a mental endurance test. This study aims to analyze how hierarchical structures in pesantren can lead to bullying and how such behavior becomes normalized in students' daily lives. This research employs a qualitative approach, using case studies based on observed incidents. Findings indicate that while hierarchy helps instill values of obedience and discipline, it can also create opportunities for bullying, which is often regarded as a tradition that junior students must endure. Case studies from several Islamic boarding schools in Indonesia, such as Pondok Pesantren Annur 2 Bululawang in Malang and Pondok Pesantren Husnul Khotimah in Kuningan, reveal that bullying persists in various forms. Therefore, it is essential to evaluate the hierarchical system to ensure that positive values are upheld without compromising students' psychological well-being. Additionally, effective preventive measures should be implemented to create a safe and supportive learning environment for all students.
Efektivitas Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Terhadap Capaian Kepribadian Siswa Di Mts Ma’arif Sapuran Kabupaten Wonosobo Tahun Pelajaran 2023/2024 Tri Anom Pujiono; Ahmad Khoiri; Samsurrohman
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di MTs Maárif Sapuran. Selain itu, tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) efektif atau tidak dalam meningkatkan capaian kepribadian siswa di MTs Maárif Sapuran. Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) termasuk dalam salah satu program di kurikulum Pendidikan terbaru yaitu kurikulum merdeka. Lewat Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) diharapkan terlahir calon penerus bangsa yang memiliki kepribadian yang baik dan sesuai tujuan nasional Pendidikan. Dalam penelitian ini, kemampuan pengucapan siswa dievaluasi melalui pre-test dan post-test. Skor rata-rata pre-test adalah 51,07, dan skor rata-rata post-test adalah 69,37. Analisis statistik menunjukkan nilai t sebesar 2,690 pada tingkat signifikansi 0,05, sedangkan nilai t-tabel adalah 2,001. Karena nilai t yang dihitung (2,690) lebih besar dari nilai t-tabel (2,001), hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) secara signifikan meningkatkan kemampuan pengucapan siswa kelas tujuh di MTs Ma’arif Sapuran pada tahun ajaran 2023/2024.