Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kinetics of Vitamin A Degradation and Oxidation of Palm Oil Fortified with Retinyl Palmitate and ?-Carotene from Red Palm Oil Krisna Margaretta Malau; Nuri Andarwulan; Drajat Martianto; Desty Gitapratiwi; Ayu Cahyaning Wulan; Dwi Fitriani; Purwiyatno Hariyadi
International Journal of Oil Palm Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : Indonesian Oil Palm Society /IOPS (Masyarakat Perkelapa-sawitan Indonesia /MAKSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35876/ijop.v2i3.44

Abstract

Retinyl palmitate and ?-carotene from red palm oil (RPO-?-carotene) can be used as sources to fortify vegetable oil. The present study tested three types of bulk palm cooking oil with a peroxide value (PV) of 0, ±4, and ±8 mEq O2kg-1 which each was fortified with retinyl palmitate or RPO-?-carotene alone and combination of both fortificants. The stability of the fortificants in oil samples during storage was investigated. A kinetic analysis of oxidation reaction in fortified palm cooking oil stored in tightly closed amber vials in the dark at different temperatures (60±5, 75±5, and 90±5 °C) was conducted, and then PV, vitamin A concentration and their change rate of reaction in the oils were measured. It reveals that initial PV and mixture of retinyl palmitate and RPO-?-carotene in fortified oil affected the oil stability. Higher initial PV of oil increased the reaction rate constant of peroxide formation and degradation of vitamin A activity during storage. Oxidation reactions of oil samples fortified with the mixtures of retinyl palmitate and RPO-?-carotene was faster than that fortified with retinyl palmitate or RPO-?-carotene only. Our research suggests that applying single fortificant of retinyl palmitate or RPO-?-carotene in oil is more stable than that fortified with combination of both fortificants.
Kebijakan dan Strategi Logistik Mengatasi Hambatan Rantai Pasok Pangan saat Bencana R. Dikky Indrawan; Drajat Martianto; Alim Setiawan; Galih Saputra Arista; Stevia Septiani; Purnawati Hustina Rachman; Muhammad Ridwan; Asep Rakhmat
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 5 No. 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0503.714-718

Abstract

Koordinasi yang efisien antara BNPB, BPBD, Pusat Produksi Pangan, dan BULOG sangat penting dalam mendukung kelancaran logistik kemanusiaan selama bencana. Kolaborasi yang erat antara lembaga-lembaga ini dapat membantu menghindari birokrasi yang bisa memperlambat distribusi bantuan pangan kepada mereka yang membutuhkannya. Selain itu, perluasan model sistem pangan berkelanjutan yang mempertimbangkan seluruh rantai pasokan pangan, aspek lingkungan pangan, perilaku konsumen, dan pola makan menjadi sangat penting untuk memastikan ketahanan pangan di masa depan. Model ini harus memperhitungkan berbagai faktor seperti kondisi biofisik, teknologi, aspek ekonomi, dan nilai-nilai sosial budaya. Dalam mengembangkan kebijakan yang memengaruhi rantai pasokan pangan, upaya untuk menjaga keseimbangan antara produksi pangan sumber zat gizi makro dan mikromenjadi faktor kunciuntuk memastikan bahwa kebutuhan gizi masyarakat dapat dipenuhi dengan optimal. Kolaborasi yang kuat antara berbagai lembaga dan perencanaan yang matang akan menjadi kunci dalam memastikan ketahanan pangan dan kesehatan gizi masyarakat dalam menghadapi berbagai bencana yang mungkin terjadi.