Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA SURABAYA Muhamad Khafid; Nur Ainiyah; Siti Maimunah
The Indonesian Journal of Health Science Vol 11, No 2 (2019): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v11i2.2960

Abstract

Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan agama yang berkembang di masyarakat, serta mempunyai peranan penting dalam mengembangkan sumber daya manusia. Pengembangan sumber daya manusia tidak lepas dari peran pemimpin dan pengelola serta santri di pondok pesantren. Seluruh penghuni pondok pesantren diharapkan kompeten dalam aspek pembangunan moral, spiritual dengan intelektual yang bernuansa agamis, juga menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan, termasuk teladan dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. Pondok Pesantren Nurul Huda Sencaki Surabaya merupakan salah satu pondok pesantren yang belum optimal dalam melaksanakan PHBS sehingga muncul beberapa masalah kesehatan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif lapangan yang bermaksud untuk memahami fenomena yang dialami oleh subyek penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih dari dari separoh santri belum melaksanakan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu 54,7%. Tingkat pengetahuan tentang PHBS masih rendah yaitu 59.4%. Santri mempunyai sikap  terhadap PHBS sebesar 75%, dan kurangnya peran guru terhadap PHBS sebesar 56.3%.
PENINGKATAN DUKUNGAN KELUARGA HIPERTENSI MELALUI PELATIHAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF Rusdianingseh Rusdianingseh; Muhamad Khafid; Rita Vivera Pane; Raden Khairiyatul Afiyah; Nety Mawarda Hatmanti; Siti Maimunah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15138

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan perawatan jangka panjang baik secara farmakologi maupun nonfarmakologi. Dukungan keluarga sangat diperlukan untuk meminimalkan dampak perawatan jangka panjang tersebut. Salah satu dampaknya adalah kecemasan baik pada penderita maupun pada keluarga yang merawat. Relaksasi otot progresif merupakan salah satu penatalaksanaan nonfarmakologi untuk menurunkan kecemasan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan dukungan kepada penderita hipertensi serta menurunkan tingkat kecemasan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian pendidikan kesehatan melalui ceramah dan demonstrasi relaksasi otot progresif. Media yang digunakan adalah lembar balik. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan penurunan tingkat kecemasan yang dikaji dengan kuesioner HARS. Edukasi melalui ceramah dan demonstrasi relaksasi otot progresif dapat dijadikan terapi tambahan nonfarmakologi untuk menurunkan kecemasan keluarga dengan hipertensi.
PROGRAM PENDIDIKAN KESEHATAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI RT 05 RW 03 KELURAHAN BANYU URIP SURABAYA Muhamad Khafid; Rusdianingseh Rusdianingseh; Riska Rohmawati; Erika Martining Wardani; Reza Hery Mahendra Putra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20650

Abstract

Meningkatnya faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) yaitu meningkatnya tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh atau obesitas, pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol merupakan penyebab utama kematian di dunia. Salah satu PTM yang menjadi permasalahan kesehatan yang sangat serius saat ini yakni penyakit hipertensi/tekanan darah tinggi.Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah sistolik lebih besar atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan diastolik lebih besar atau sama dengan 90mmHg. Penyakit ini banyak diderita oleh orang dewasa terutama lansia serta dapat menyebabkan komplikasi pada organ didalam tubuh seperti otak, mata, jantung, ginjal, dan pembuluh darah. Posyandu lansia RT 05 kelurahan Banyu urip terdapat 35 anggota keluarga dari 75 KK (47%) 16 lansia mengalami kenaikan tekanan darah dan banyak dari mereka belum paham dan mengerti tentang bahaya penyakit hipertensi. Permasalahan yang menjadi perhatian di Posyandu ini berkaitan dengan kurangnya pengetahuan lansia terkait hipertensi dan upaya pencegahannya.Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai penyakit hipertensi dan memberikan informasi mengenai hipertensi serta aktifitas ringan seperti senam lansia dalam upaya pencegahannya. Metode digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini berupa penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dengan sasaran lansia (45-70 tahun). Intervensi dilakukan dengan metode ceramah secara luring dengan penyebaran media poster, penyuluhan kesehatan, dan praktik senam lansia. Hasil presentase tingkat pengetahuan masyarakat di posyandu lansia RT 05 RW 03 kelurahan Banyu urip setelah dilakukan penyuluhan menggunakan poster dan video senam lansia meningkat 80% dari seluruh jumlah responden yang hadir.
PROMOSI KESEHATAN TENTANG HIV/AIDS MELALUI PENDEKATAN PSIKOLOGIS DAN EDUKASI DENGAN METODE I’M PROUD I KNOW (IPIK) PADA MASYARAKAT Erika Martining Wardani; Riezky Faisal Nugroho; Eppy Setiyowati; Muhamad Khafid; Nunik Purwanti
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4401

Abstract

Permasalahan HIV merupakan isu kesehatan serius yang tidak hanya mengancam Indonesia, tetapi juga menjadi perhatian global. Masih banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman memadai mengenai risiko penularan HIV/AIDS, sehingga diperlukan upaya penanganan yang intensif dan berkelanjutan guna menekan laju penyebaran virus tersebut. Kegiatan integrasi antara pengabdian kepada masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS melalui pendekatan psikologis dan edukatif. Metode pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi melalui ceramah, sesi tanya jawab, serta pemutaran video edukatif berjudul I'm Proud I Know yang membahas pencegahan HIV/AIDS. Setelah sesi edukasi selesai, kegiatan ditutup dengan post-test guna mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pada post-test dibandingkan dengan pre-test, yang menandakan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah mendapatkan intervensi berupa promosi kesehatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan edukatif dan psikologis melalui metode IPIK (I'm Proud I Know) efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS.
PENGUATAN LINGKUNGAN, RUMAH SEHAT DAN KADER SIAGA TBC BERBASIS LINGKUNGAN PASCA PEMBANGUNAN DRAINASE LIMBAH RUMAH TANGGA: STRENGTHENING THE ENVIRONMENT, HEALTHY HOMES, AND ENVIRONMENT-BASED TB-ALERT CADRES FOLLOWING THE CONSTRUCTION OF HOUSEHOLD WASTEWATER DRAINAGE Dyah Ika Krisnawati; Muhamad Khafid; M Shodiq
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i2.516

Abstract

Abstrak   Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dipengaruhi tidak hanya oleh faktor klinis, tetapi juga oleh kondisi lingkungan dan kualitas hunian. Lingkungan RT 22 RW 02 Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresikmerupakan Kawasan padat penduduk dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani tambak dan pedagang. Pada pengabdian Masyarakat tahun lalu, pembangunan drainase limbah rumah tangga telah dilakukan, namun pemanfaatan dan pemeliharaannya belum optimal. Selain itu, kondisi permukiman yang padat dengan ventilasi dan pencahayaan rumah yang terbatas meningkatkan risiko penularan TBC. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat lingkungan sehat, rumah sehat, dan kader siaga TBC berbasis lingkungan pasca pembangunan drainase limbah rumah tangga. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui rembug warga, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan kader, serta pendampingan masyarakat. Program dilaksanakan dengan tiga komponen utama, yaitu penyusunan modul rumah sehat bebas TBC, optimalisasi pemeliharaan drainase limbah rumah tangga, dan pembentukan kader siaga TBC berbasis lingkungan yang dilengkapi dengan buku monitoring, checklist rumah sehat, dan formulir deteksi dini. Pada saat kegiatan dihadiri oleh 10 calon kader dan 5 tokon Masyarakat, serta 10 perwakilan warga. Hasil kegiatan dan evaluasi menunjukkan adanya kesepahaman warga dan kader mengenai pentingnya pemeliharaan drainase, rumah sehat, serta pencegahan TBC berbasis lingkungan. Program ini juga menghasilkan perangkat edukasi dan monitoring yang dapat mendukung keberlanjutan upaya promotif dan preventif di masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa penguatan lingkungan, rumah sehat, dan kader siaga TBC merupakan strategi yang relevan untuk mendorong perubahan perilaku kolektif dan memperkuat pencegahan TBC di tingkat komunitas. Kata kunci: tuberkulosis, rumah sehat, drainase limbah, kader siaga TBC, pengabdian masyarakat   Abstract   Tuberculosis (TB) remains a public health issue influenced not only by clinical factors but also by environmental conditions and housing quality. The RT 22 RW 02 area in Sembayat Village, Manyar District, Gresik Regency, is a densely populated zone where most residents work as fishpond farmers and traders. While a household wastewater drainage system was constructed during a previous community service project, its utilization and maintenance have not yet been optimized. Furthermore, the dense settlement conditions—characterized by limited home ventilation and natural lighting—increase the risk of TB transmission. This community service initiative aims to foster a healthy environment and healthy homes, as well as establish community-based TB-alert cadres, following the drainage system's construction. The implementation employed a participatory approach involving community discussions, awareness-raising sessions, health education, cadre training, and community mentoring. The program comprised three main components: developing a module on TB-free healthy homes, optimizing household wastewater drainage maintenance, and establishing community-based TB-alert cadres equipped with monitoring logs, healthy home checklists, and early detection forms. The activity was attended by 10 prospective cadres, 5 community leaders, and 10 resident representatives. Results and evaluations indicate a shared understanding among residents and cadres regarding the importance of drainage maintenance, healthy housing, and community-based TB prevention. The program also produced educational and monitoring tools to support the sustainability of health promotion and prevention efforts within the community. In conclusion, strengthening the environment, promoting healthy homes, and establishing TB-alert cadres constitute a relevant strategy for driving collective behavioral change and bolstering TB prevention at the community level. Keywords: tuberculosis, healthy home, wastewater drainage, TB-alert cadre, community service