Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Struktur Biaya dan Efisiensi Usaha Perikanan Tangkap di Kota Bengkulu: Kasus pada Alat Tangkap Gillnet Mardianto M; Mustopa Romdhon; Ketut Sukiyono
Jurnal Bisnis Tani Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Bisnis Tani Cetakan Pertama Desember 2015
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.261 KB) | DOI: 10.35308/jbt.v1i1.581

Abstract

This study is aimed at analyzing the cost structure,and the efficiency level ofcatching fishery industry  in the city of Bengkulu. Research was conducted in Pulau Baai in the subdistrict at Kampung Melayu,Bengkulu City where was determined purposively.  Samples were selected by stratified random sampling. The 60 samples were divided into two strata based on their fishing vessel size, i.e.,  1-5 GT and ≥ 6 GT.  Full costing approach was used to analyse cost structure of catching fishesy businesses while R/C ratio was applied to determine the level of business efficiency. The estimation found that a variable cost amounted to 83.22 % of total cost, While fixed cost consisted of 16.78 %. Efficiency fishery business level way 1.24 which means that by spending 1 rupiah fisherman will benefit by Rp. 1.24, this means the fishery business was efficient because R/C ratio was hingher than 1. In term of revenue distribution, there is “bagi hasil” pattern between the owner and fishing vessel crews, i.e., with ratio of 50: 50.   
POTENSI PEMANFAATAN PEKARANGAN DI KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI KABUPATEN MUSI RAWAS Femy Anggeraini; Johan Setianto; Mustopa Romdhon; Agung Kurnia
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2024): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v1i1.9

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada 3 Kelompok Wanita Tani dari 3 desa dengan penduduk asli, pendatang dan campuran dari 3 kecamatan yang mendapat program Kawasan Rumah Pangan Lestari yaitu Kecamatan Tugumulyo, Megang Sakti, dan Tiang Pumpung Kepungut Kabupaten Musi Rawas. Penelitian dilakukan selama 2 (dua) bulan dari Bulan September - Oktober 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara kuisioner. Variabel yang luas pekarangan maupun KWT dari penduduk campuran. Laporan atau dokumen yang berasal dari instansi pemerintah. Potensi pemanfaatan pekarangan jenis tanaman sayuran. Pemanfaatan pekarangan tidak optimal pada Kecamatan Tiang Pumping Kepungut dengan penduduk asli, rata rata luasan pekarangan sedang dengan luas 120 sd 400 m2. Penduduk asli pada umumnya menanam tanaman yang di sediakan oleh pemerintah dan seluruh hasil pekarangan hanya dimanfaatkan untuk rumah tangga, sedangkan penduduk pendatang dan campuran selain di konsumsi mereka juga menjual hasil pekarangan Berdasarkan hasil wawancara pemanfaatan lahan pekarangan sebagai rumah pangan lestari sangat membantu perekonomian keluarga.
Integrasi Cost–Benefit Analysis dalam Penilaian Ekonomi Ekosistem dan Sumber Daya Alam : Tinjauan Kritis Literatur Global Darmawansyah Darmawansyah; Reflis Reflis; Mustopa Romdhon; Satria Putra Utama
Jurnal Manajemen Bisnis Digital Terkini Vol. 3 No. 2 (2026): April: Jurnal Manajemen Bisnis Digital Terkini
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jumbidter.v3i1.1217

Abstract

The economic valuation of natural resources (NR) is an important instrument in supporting evidence-based decision-making, particularly in sustainable environmental management. Cost–Benefit Analysis (CBA) serves as a primary approach to assess the economic feasibility of programs or policies by integrating all benefits and costs, including non-market values. This article presents a systematic literature review of studies employing CBA for NR valuation during the period 2010–2024, based on searches in Scopus, Web of Science, ScienceDirect, SpringerLink, Taylor & Francis, and Google Scholar, using stringent selection criteria. The review findings indicate that CBA has been widely applied in forest management, biodiversity conservation, land rehabilitation, water and air pollution control, and ecotourism development, providing a quantitative depiction of economic feasibility through indicators such as Net Present Value (NPV), Benefit–Cost Ratio (BCR), and Internal Rate of Return (IRR). Key challenges were identified in non-market valuation, long-term uncertainty, data limitations, and sensitivity to discount rate assumptions. These findings underscore the importance of integrating environmental valuation methods, conducting comprehensive sensitivity analyses, and adopting multidisciplinary approaches to strengthen the application of CBA in sustainable NR management, while also offering strategic recommendations and directions for future research for policymakers and environmental economics scholars.