Agung Kurnia
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemanfaatan Cangkang Udang Sebagai Biokoagulan Untuk Menurunkan Limbah Cucian Mobil di Kota Bengkulu Pratama, Muhammad Ryan; Martono, Agus; Santoso, Urip; Brata, Bieng; Yurike; Kurnia, Agung
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.13.2.37128

Abstract

  Car wash services in Bengkulu City are increasing along with the increasing number of motorized vehicles. This also increases car wash wastewater which has an impact on wastewater pollution. For this reason, this study aims to test the coagulant production process from shrimp shell powder. A series of tests will be carried out to obtain results in the form of the effectiveness of shrimp shells as a coagulant to reduce COD, TSS, Phosphate, and pH values. The results of this study indicate that the average COD, phosphate TSS degree of water acidity (pH) of car wash waste is in accordance with the quality standards according to the Regulation of the Minister of Environment of the Republic of Indonesia Number 5 of 2014. It can be concluded as follows Shrimp shell as a coagulant can reduce COD values, TSS, phosphate, degree of water acidity (pH) in car wash waste. Keywords: Car Wash Wastewater, Laundry Service, Shrimp Shells  
PRODUKSI HIJAUAN SORGUM SORGHUM BICOLOR (L.) MOENCH PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN BERBAGAI UMUR POTONG Agung Kurnia; Hidayat; Puji Harsono Rizky Saputra; Rinjjitha Handayani
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Juni 2024)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v1i1.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan hasil hijauan sorgum pada beberapa konsentrasi pupuk organik cair dan beberapa umur potong. Penelitian dilaksanakan selama 75 hari. bertempat di kelurahan kandang mas, Kota Bengkulu.Faktor pertama berupa konsentrasi pupuk organik cair (POC), terdiri dari 4 taraf yakni K1 (200 ml + 10 liter air), K2 (400 ml + 10 liter air), K3 (600 ml +10 liter air) dan K0 sebagai kontrol. Faktor kedua adalah umur potong yaitu; 45 hari setelah tanam (hst)/U1, 60 (hst)/U2, dan 75 (hst)/U3. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan tinggi tanaman,jumlah daun,dan diameter batang 21 dan 42 hari setelah tanam (hst). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pupuk organik cair konsentrasi 200 ml + 10 l air pada tanaman mampu memperbesar diameter batang sorgum sebesar 14% lebih tinggi dari  tanpa pemberian POC. Pupuk organik cair konsentrasi 600 ml + 10 l air yang diberikan pada tanaman sorgum terbukti meningkatkan produksi bahan kering sorgum (ton/ha/tahun/panen ) sebesar 43,11% lebih tinggi dari sorgum yang tidak diberi POC. Tanaman sorgum dipotong pada umur 60 hst menghasilkan produksi bahan kering tertinggi yakni 129,57%  lebih tinggi dari umur potong 45 hst dan 10,88% lebih tinggi dari umur potong 75 hst. Tidak terjadi pengaruh interaksi  antara pemberian POC dengan umur potong tanaman sorgum.
POTENSI PEMANFAATAN PEKARANGAN DI KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI KABUPATEN MUSI RAWAS Femy Anggeraini; Johan Setianto; Mustopa Romdhon; Agung Kurnia
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2024): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v1i1.9

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada 3 Kelompok Wanita Tani dari 3 desa dengan penduduk asli, pendatang dan campuran dari 3 kecamatan yang mendapat program Kawasan Rumah Pangan Lestari yaitu Kecamatan Tugumulyo, Megang Sakti, dan Tiang Pumpung Kepungut Kabupaten Musi Rawas. Penelitian dilakukan selama 2 (dua) bulan dari Bulan September - Oktober 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara kuisioner. Variabel yang luas pekarangan maupun KWT dari penduduk campuran. Laporan atau dokumen yang berasal dari instansi pemerintah. Potensi pemanfaatan pekarangan jenis tanaman sayuran. Pemanfaatan pekarangan tidak optimal pada Kecamatan Tiang Pumping Kepungut dengan penduduk asli, rata rata luasan pekarangan sedang dengan luas 120 sd 400 m2. Penduduk asli pada umumnya menanam tanaman yang di sediakan oleh pemerintah dan seluruh hasil pekarangan hanya dimanfaatkan untuk rumah tangga, sedangkan penduduk pendatang dan campuran selain di konsumsi mereka juga menjual hasil pekarangan Berdasarkan hasil wawancara pemanfaatan lahan pekarangan sebagai rumah pangan lestari sangat membantu perekonomian keluarga.
INDEKS NILAI KEBERLANJUTAN ASPEK EKONOMI PADA HUTAN RAKYAT POLA AGROFORESTRY DI KABUPATEN KERINCI Nurmansah, Rahmad; Fazriyas, Fazriyas; Ahyauddin, Ahyauddin; R.P Napitupulu , Richard; Kurnia, Agung
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 01 (2025)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.14.01.40665

Abstract

Community forests managed under agroforestry systems in Kerinci Regency play a crucial role in enhancing local economic resilience while contributing to ecological balance. However, the long-term economic viability of these systems requires comprehensive assessment to support sustainable development planning. This study aims to evaluate the economic sustainability of agroforestry-based community forests by calculating a sustainability index and identifying the main contributing factors.  A quantitative approach was applied using the Multidimensional Scaling (MDS) method to construct the economic sustainability index. Primary data were collected through structured surveys involving local agroforestry farmers. The results obtained from the analysis of the Sustainability of Community Forests in Kerinci Regency in Community Economic Aspects were obtained with an economic dimension value of 83.08 (Sustainable) with a sustainability status in the economic aspects of community forests. Agroforestry pattern. In conclusion, the management of community forests through agroforestry in Kerinci Regency demonstrates moderate economic sustainability. Efforts to enhance farmer income and improve market access are essential to achieving higher levels of sustainability in the future. In conclusion, the current economic management of community forests in Kerinci through agroforestry demonstrates a fair level of sustainability.  
INVENTARISASI POTENSI EKOWISATA DI JALUR BUKIT TEPANGGANG HUTAN ADAT GUGUK KABUPATEN MERANGIN Albayudi, Albayudi; Adriadi, Ade; Irgi Firaa, Mohd; Saputra , Rizky; Kurnia, Agung
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 01 (2025)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.14.01.40666

Abstract

The Guguk Customary Forest has a forest area of 690 ha. Since 2003 it has been designated as a customary forest area through Merangin Regent Decree Number: 287 of 2003, precisely on November 23 2003. Potential attraction object Natural tourism (ODTWA) in the Guguk Traditional Forest area consists of several objects, namely potential natural views at the top of Tepanggang Hill, hiking/tracking in the Guguk traditional forest area, fishing, swimming and exploring the area using boats or bamboo rafts along the Betung River. and enjoy the Betung River waterfall., Potential flora in the form of various types of rare trees, which based on the results of the KKI-Warsi survey there are 10 families with a total of 167 trunks with an average diameter of more than 90cm and Dipterocarpaceae as the dominant tree group, orchards owned by residents and the damang tree where bees place their hives and produce honey. Potential fauna diversity, based on the results of a survey of vertebrate animals by Fauna Flora Indonesia in the Batang Nilo-Nilo Cold production forest area, which was recorded as consisting of 83 types of mammals, 91 types of Herpetofauna, and 221 types of Aves. The aim of this research is to inventory the flora and fauna on the Tepanggang hill climbing route in the Guguk traditional forest in Guguk Village, Merangin Regency, Jambi Province. The Guguk Traditional Forest has one route that has been inventoried, namely the Bukit Tepanggang route which has the potential for birds, mammals, primates and plants. The potential flora and fauna found on the route are 9 types of birds, 3 types of primates, 2 types of mammals, 20 types of plants, rivers and 2 viewpoints. The planning for observation activities on the tepanggang hill route of the Guguk Traditional Forest includes activities to recognize mammals, observe primate activities, identify tree types in the area, birdwatching, rivers and viewing peaks
Analisis Efektivitas Program Kerja di Hutan Desa Durian Rambun Kecamatan Muara Siau di Wilayah KPHP Merangin Unit V Ahyauddin, Ahyauddin; Al Mahdhar, Sayyid Muhammad Qorif; Nurmansah, Rahmad; Kurnia, Agung; Putri, Adela Salsabila
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.26562

Abstract

Efektivitas program kerja di Hutan Desa Durian Rambun menjadi isu penting untuk mengetahui tingkat keberhasilan program serta dampaknya terhadap peningkatan pendapatan dan konsumsi masyarakat. Hutan desa ini telah memiliki Rencana Kerja Perhutanan Sosial (RKPS) dan Rencana Tahunan Hutan Desa (RTHD). RKPS yang telah berjalan selama 10 tahun saat ini sedang dalam proses perubahan, dan format terbaru masih diajukan ke Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Medan. Oleh karena itu, penelitian mengenai efektivitas program kerja menjadi penting untuk mengidentifikasi program yang lemah sehingga dapat diperbaiki dan dioptimalkan pada RKPS selanjutnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program kerja serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling untuk responden terpilih dan simple random sampling untuk masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan hutan desa. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program kerja tergolong efektif dengan skor 66,67%–100%. Program dengan skor tertinggi adalah pengamanan hutan/patroli (100%), sedangkan yang terendah adalah pengembangan usaha madu (35,03%). Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap efektivitas program kerja adalah pendidikan, umur, dan pengalaman.