Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

AKTIVITAS KOMUNIKASI DALAM RITUAL KEAGAMAAN Muhammad Najmuddin
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Komunitas Dosen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.573 KB) | DOI: 10.24239/al-mishbah.Vol15.Iss2.166

Abstract

Tolotang community communication activities include communicative situations, communicative events and communicative acts. Communicative situation or the context of the occurrence of communication is an atmosphere that describes the events or communication processes in a series of religious ritual activities of the Tolotang community, among others: Bulu Lowa, Amparita Market and Perrinyameng. Communicative events are events that illustrate the belief system in the religious rituals of the Tolotang community including: Mappaenre Inanre, Inanrē, Sipulung, Tudang sipulung, Iēnrēkeng. The Tolotang community also believes in the revelation system as a communicative act
STIGMA TERHADAP PENYAKIT KUSTA: TINJAUAN KOMUNIKASI ANTARPRIBADI Muhammad Najmuddin
Al-Din: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan Vol 8, No 1 (2022): ALDIN: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ajdsk.v8i1.3246

Abstract

EDUKASI DAN PARTISIPASI MELALUI MEDIA DIGITAL DALAM PENGOLAHAN BARANG BEKAS DI RUMAH LIMBAH Alfina Silviani; Halimatus Sa’diah; Muhammad Najmuddin
Jotika Journal In Management and Entrepreneurship Vol. 5 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Jotika English and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat merusak lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat. Di era digital, media sosial menjadi alat penting untuk menyebarkan edukasi tentang pengelolaan sampah dan pentingnya daur ulang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana media digital dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, terutama melalui kegiatan edukatif di Rumah Limbah BONKLA Borneo. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman langsung dalam kegiatan pengolahan limbah, didukung oleh penyebaran informasi melalui media sosial, mampu meningkatkan pengetahuan, kepedulian, serta keterampilan interpersonal mahasiswa. Media sosial juga terbukti efektif dalam memperluas jangkauan informasi dan membangun partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan limbah yang berkelanjutan.