Nur Asmi Usman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kandidiasis oral sebagai penanda infeksi HIV/AIDS: laporan kasus Oral candidiasis as a warning sign of HIV/AIDS infection: case report Nur Asmi Usman; Neken Prasetyaningtyas; Adiastuti Endah P.; Hening Tuti Hendarti; Bagus Soebadi
Makassar Dental Journal Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.091 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v6i2.22

Abstract

Latar belakang: Kandidiasis oral merupakan infeksi oportunistik yang sering ditemukan pada penderita yang terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV) atau acquired immune deficiency syndrome (AIDS) ditandai dengan adanya penurunan jumlah CD4 + . Tujuan: Melaporkan kandidiasis oral pada pasien yang terinfeksi HIV/ AIDS. Kasus: Pasien wanita 40 tahun mengeluh langit-langit dan lidahnya terasa panas dan sakit sejak 3 bulan lalu. Gambaran klinis menunjukkan pseudomembran putih dapat dikerok, daerah sekitar kemerahan pada palatum kanan dan lidah, nodul multipel warna kemerahan pada palatum kanan dan kiri. Pemeriksaan jamur menunjukkan bentukan yeast dan pseudohifa. Pemeriksaan darah lengkap menunjukkan penurunan jumlah limfosit. Kandidiasis oral yang meluas ke orofaring disertai penurunan jumlah limfosit menimbulkan kecurigaan adanya infeksi HIV/AIDS sehingga dilakukan pemeriksaan CD4 + dan anti HIV. Hasil uji laboratorium menunjukkan jumlah CD4 + = 95 sel/mL, dan anti HIV reaktif. Pasien kemudian dirujuk ke Unit Perawatan Intermediate Penyakit Infeksi (UPIPI) RSUD Dr Soetomo untuk mendapatkan perawatan dengan anti retroviral (ARV). Kandidiasis oral dirawat menggunakan obat antijamur sistemik golongan azole. Simpulan: Kandidiasis oral yang telah diderita pada pasien dewasa muda dalam jangka waktu lama, sulit disembuhkan dan melibatkan daerah orofaring dapat menjadi penanda adanya infeksi HIV/AIDS.
Overview of knowledge level clinical students of Faculty of Dentistry Hasanuddin University regarding burning mouth syndrome: Tinjauan tingkat pengetahuan mahasiswa kedokteran gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin mengenai sindrom mulut terbakar Nur Asmi Usman; Salsa Febrianti; Anggun Mauliana; Erni Marlina; Israyani; Harlina; Ali Yusran
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burning mouth syndrome (BMS), atau glossopyrosis, adalah kondisi sensasi rasa terbakar atau nyeri pada beberapa daerah di rongga mulut, khususnya lidah, tanpa perubahan pada permukaan jaringan mulut. Data menunjukkan penderita BMS tidak ditangani dengan baik sehingga perlu ditekankan pentingnya upaya pendidikan untuk edukasi klinis tentang BMS kepada praktisi. Penelitian ini mengeksplorasi gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa profesi terkait BMS. Penelitian deskriptif analitik desain cross sectional menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data yaitu 74,2% responden menunjukkan pengetahuan yang baik tentang BMS menunjukkan motivasi belajar setelah menyelesaikan Clinical Readiness Program. Disimpulkan bahwa mahasiswa profesi memiliki tingkat pengetahuan tentang BMS dengan baik namun penelitian lebih lanjut diperlukan terutama pada mahasiwa FKG tingkat dasar untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang BMS.