Irfan Dammar
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The effectiveness of using stabilization appliance in patients with temporomandibular joint disorder (case report): Efektivitas pemakaian stabilization appliance pada penderita gangguan sendi temporomandibula (laporan kasus) Muhammad Ikbal; Acing Habibie Mude; Irfan Dammar; Eri H. Jubhari
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. 3 (2019): Vol 8 No 3 Desember 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.74 KB)

Abstract

Latar belakang: Penanganan pada gangguan sendi temporomandibula (GSTM) sangat bervariasi dan masih kurang dipahami oleh sebagian dokter gigi. Tujuan : Memberikan gambaran dan pengetahuan penanganan kasus GSTM) menggunakan stabilization appliance (SA), Laporan kasus: Seorang pasien datang dengan keluhan rahang sebelah kanan terasa sakit saat membuka mulut dan terdapat bunyi klik pada rahang sebelah kanan saat membuka mulut. Pasien sedang memakai SA sejak 4 tahun yang lalu dengan kondisi SA sebelah kanan patah dan sebelah kiri sangat tipis, rahang pegal saat SA dilepas. Perawatan yang dilakukan pada pasien adalah edukasi, self-physical regulation dan SA. Setelah empat minggu pertama gejala nyeri otot dan bunyi klik berangsur-angsur hilang. Simpulan: Penggunaan stabilization appliance efektif pada kasus GSTM.
Re-Establishment of an Occlusal Vertical Dimension: A Literature Review Muhammad Faizal Fachry; Irfan Dammar
Indonesian Journal of Prosthodontic Vol 5 No 1 (2024): June 2024
Publisher : Indonesia Prosthodontic Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46934/ijp.v5i1.183

Abstract

Background : Determination of the correct Occlusion vertical dimension (OVD) is one of the factors that dentists need to pay attention to in important dental procedures. One of the most important strategies of restorative care is the assessment andre-establishment of the occlusal vertical dimension. Tooth attrition causes changes in facial morphology dimensions and OVD decreases. Discussion: The occlusion vertical dimension (OVD) was the height of the lower third of the face as measured from the point of subnation to gnathion at the maximum intercuspation position. One of the factors that affect a person's occlusion vertical dimension is the presence of tooth abrasion, attrition and tooth loss. One way to improve a patient's occlusion vertical dimension is by rehabilitative action with restorative treatment by making crowns for teeth experiencing anterior attrition. Conclusion: Tooth attrition causes changes in facial morphology dimensions and occlusion vertical dimension decreases. Determination of the correct occlusal vertical dimension is one of the success factors in rehabilitation treatment, because if it is not restored properly, the guard teeth will decrease, damage to the teeth, muscles, TMJ, swallowing and can occur speech disorders.
Implant supported overdenture using magnetic retention in mandible rehabilitation: Overdenture dukungan implan dengan retensi magnet pada rehabilitasi rahang bawah Muthia Mutmainnah Bachtiar; Irfan Dammar; Eri Hendra Jubhari; Irsal Wahyudi
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komplikasi sering terjadi pada gigi tiruan lengkap rahang bawah sehingga untuk mengatasi masalah retensi dan stabilitas digunakan implan sebagai dukungan implan overdenture. Sistem attachment yang menghubungkan implan dan overdenture sangat bervariasi, salah satunya dengan sistem magnet. Artikel ini melaporkan penggunaan retensi magnet pada overdenture dukungan implan sebagai rehabilitasi edentulus totalis pada rahang bawah. Seorang laki-laki berusia 53 tahun datang ke Departemen Prostodontik RSGM Unhas dengan keluhan sulit mengunyah makanan karena kehilangan seluruh gigi RA dan RB, pasien ingin dibuatkan gigi tiruan yang tidak mudah lepas sehingga dapat berfungsi dengan baik saat makan. Dilakukan pemasangan implan pada kedua sisi RB sebagai dukungan overdenture, oseointegrasi implan dinilai dan dilanjutkan dengan pemasangan attachment magnet pada bagian implan dan permukaan dalam GTL. 2-IOD memberikan hasil yang dapat meningkatkan fungsi rongga mulut pasien, memberikan stabilitas dan retensi yang baik bagi tiruan sehingga performa mastikasi meningkat. Disimpulkan bahwa penggunaan dua implan pada RB ditambah dengan sistem attachment magnet dapat meningkatkan retensi dan stabilitas pada penggunaan gigi tiruan overdenture.