Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Gizi Seimbang Dan Frekuensi Makan Di Masa Pandemi Covid-19 Pada Remaja Kabupaten Lumajang Karina Putri Kinanti; Agatha Widiyawati
HARENA : Jurnal Gizi Vol 2 No 1 (2021): HARENA : Jurnal Gizi (Desember 2021)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v2i1.2972

Abstract

COVID-19 merupakan virus corona jenis baru yang disebut Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah tertularnya atau meringankan gejala COVID-19 dengan cara mengkonsumsi makanan bergizi seimbang . Pengetahuan gizi seimbang dapat mempengaruhi pemilihan konsumsi bahan makanan yang bergizi. Frekuensi makan merupakan seringnya seseorang melakukan kegiatan makan dalam sehari baik makanan utama ataupun selingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan gizi seimbang dan frekuensi makan di Masa Pandemi COVID-19 pada remaja akhir di Desa Tukum Kabupaten Lumajang. Penelitian ini merupakan penilitian deskriptif dengan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner pengetahuan gizi seimbang dan frekuensi makan secara online. Sampel didapatkan sebanyak 60 responden. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu untuk gambaran tingkat pengetahuan mengenai gizi seimbang di masa pandemi COVID-19 pada remaja di Desa Tukum terdapat sebanyak 43 remaja (71, 66%) termasuk kategori baik sedangkan untuk gambaran frekuensi makan masih banyak remaja belum mengkonsumsi makanan secara beragam yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang yaitu didapatkan sebanyak 44 remaja (73,3%) mengkonsumsi makanan pokok setiap hari (2-3xsehari), 29 remaja (48,3%) mengkonsumsi lauk hewani setiap hari (2-3xsehari), 41 remaja (68,3%) mengkonsumsi lauk nabati setiap hari (2-3xsehari), 26 remaja (43,3%) mengkonsumsi sayuran setiap hari (2-3xsehari), 19 remaja (31,7%) mengkonsumsi buah 1-2x seminggu, 23 remaja (38,3%) mengkonsumsi jamu tidak pernah, dan 23 remaja (38,3%) mengkonsumsi air putih 5 – 6x perminggu.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Anemia Gizi, Frekuensi Makan, Dan Lama Waktu Menstruasi Pada Mahasiswi Akuntansi Sektor Publik Angkatan 2018 Devia Marta Bellantika; Agatha Widiyawati
HARENA : Jurnal Gizi Vol 2 No 1 (2021): HARENA : Jurnal Gizi (Desember 2021)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v2i1.3012

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar hemoglobin dalam darah kurang dari nilai normal. Faktor yang mempengaruhi anemia terbagi menjadi dua bagian yaitu faktor langsung dan faktor tidak langsung. Pengetahuan gizi menjadi salah satu dasar yang menentukan konsumsi pangan sehingga dapat mencapai keadaan gizi yang cukup. Mahasiswi memiliki aktivitas cukup padat yang membuat frekuensi makan menjadi tidak teratur. Lama menstruasi yang panjang akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami anemia karena riwayat kehilangan darah yang lebih lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan anemia gizi, frekuensi makan, dan lama waktu menstruasi pada mahasiswi Akuntansi Sektor Publik Angkatan 2018 di Politeknik Negeri Jember. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 44 mahasiswi dengan teknik pengambilan menggunakan total sampling. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu gambaran tingkat pengetahuan tentang anemia gizi tergolong kategori kurang, gambaran frekuensi makan mahasiswi masih banyak yang belum mengkonsumsi makanan secara beragam sesuai dengan pedoman gizi seimbang yaitu kategori jarang makan 3x dalam sehari, mengkonsumsi makanan pokok kategori selalu, mengkonsumsi sayuran kategori sering, mengkonsumsi lauk nabati kategori sering, mengkonsumsi lauk hewani kategori sering, mengkonsumsi buah kategori jarang, mengkonsumsi air putih 8 gelas sehari kategori jarang, mengkonsumsi kopi atau teh setiap hari kategori jarang, mengkonsumsi makanan sesuai dengan piring makanku kategori jarang, dan mengkonsumsi vitamin C dalam seminggu kategori jarang, dan gambaran lama waktu menstruasi pada mahasiswi yaitu normal.
Pengembangan Buku Saku Pasien Gagal Ginjal Kronik Hemodialisis Di Rumah Sakit Ratna Ayu Dwi Pratiwi Pratiwi; Agatha Widiyawati; Yohan
HARENA : Jurnal Gizi Vol 2 No 3 (2022): HARENA: Jurnal Gizi (Agustus 2022)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v2i3.3367

Abstract

Pasien gagal ginjal kronik hemodialisis rentan mengalami malnutrisi sehingga membutuhkan diet dengan asupan zat gizi yang cukup untuk memperbaiki dan mempertahankan status gizi optimal. Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis membutuhkan media pendukung berupa buku saku yang berperan memberikan informasi pengaturan diet hemodialisis. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan kelayakan buku saku yang dibuat untuk pasien gagal ginjal kronik hemodialisis di Rumah Sakit Bina Sehat Jember. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode research and development (R and D). Subyek penelitian ini berjumlah 15 orang pasien gagal ginjal kronik hemodialisis. Instrumen yang digunakan adalah angket validasi dan angket penilaian kelayakan buku saku. Analisis data menggunakan skala likert yang dipersentasekan untuk mengetahui tingkat kelayakan buku saku. Hasil penelitian uji kelayakan materi buku saku yaitu 83% (sangat layak) dan hasil uji kelayakan media buku saku yaitu 74.6% (layak) sehingga didapatkan rata-rata persentase hasil uji kelayakan buku saku yaitu 78% termasuk dalam kategori layak. Hasil penilaian responden yaitu 80% termasuk dalam kategori layak. Hasil uji kelayakan (validasi) dari ahli materi dan ahli media didapatkan bahwa buku saku dinyatakan layak untuk diberikan kepada responden dengan rata-rata persentase 78%. Buku saku yang telah diberikan kepada responden memperoleh penilaian yang layak dan dapat diterima sebagai buku saku yang bersifat praktis dan komunikatif.