Regi Regi
Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengendali Lengan Robot Menggunakan Borland Delphi 7 Firdausy, Kartika; Regi, Regi
Teknofisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.185 KB)

Abstract

Pada dasarnya manusia menginginkan segala sesuatunya serba otomatis, praktis dan fleksibel. Hal ini memacu perkembangan teknologi dan modernisasi peralatan elektronik yang berbasis teknologi robotika. Sebagai sarana pembelajaran teknologi robotika dapat menggunakan lengan robot MR-999E. Tetapi perangkat tersebut hanya bisa dikendalikan secara manual menggunakan joystick. Pada penelitian ini dibangun perangkat lunak pengendali yang berbasis komputer melalui komunikasi serial menggunakan Borland Delphi 7. Sistem ini dirancang untuk mengendalikan motor DC sebagai penggerak bagian-bagian lengan robot. Perancangan software dilakukan untuk menjalankan sistem mikrokontroler ATMEGA8535. Data yang diambil dari mikrokontroler digunakan sebagai dasar untuk memberi instruksi menggerakkan motor DC pada lengan robot. Pengujian dilakukan dengan cara pengujian pada port serial dan pengujian karakteristik gerakan lengan robot bagian base, shoulder, elbow, wrist, dan gripper. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah berhasil dibangun perangkat lunak pengendalian lengan robot MR-999E menggunakan Borland Delphi 7 yang ditambahkan pada modul mikrokontroler ATMEGA8535. Pengendalian lengan robot sesuai perintah yang dimasukkan berupa besaran sudut atau dengan menggeser salah satu trackbar. Pergerakan lengan robot bisa dilakukan satu per satu untuk setiap bagian base, shoulder, elbow, wrist, dan gripper atau dapat juga dimasukkan instruksi untuk pergerakan berurutan secara otomatis. Pengujian menghasilkan rata-rata error = 6,6 % yang menunjukkan bahwa sistem yang dibangun memiliki unjuk kerja yang layak.
Donor Darah Ulang dengan Tingkat Kecemasan Pendonor: Studi di UDD PMI Kabupaten Sleman Regi, Regi; Arif Tirtana; Rahman, Aulia; Widyaswara, Gravinda
Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v4i1.78

Abstract

Pendonor darah, baik pertama kali maupun ulang, dapat mengalami tingkat kecemasan yang bervariasi selama proses donor, yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan kelancaran kegiatan donor darah. Faktor yang memengaruhi tingkat kecemasan meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pengalaman donor sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendonor ulang dengan tingkat kecemasan pendonor di UDD PMI Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 pendonor ulang yang dipilih dengan teknik purposive sampling, menggunakan instrumen kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukkan 35% responden tidak mengalami kecemasan, sedangkan 65% lainnya mengalami kecemasan dengan tingkatan berbeda, yaitu kecemasan ringan (30%), sedang (23%), berat (9%), dan sangat berat (3%). Pada kelompok pendonor sedang (2–3 kali donor), sebanyak 32,1% responden tidak mengalami kecemasan, 14,3% mengalami kecemasan ringan, 35,7% mengalami kecemasan sedang, 17,9% mengalami kecemasan berat dan tanpa ada responden yang mengalami kecemasan sangat berat. Sementara itu, pada kelompok pendonor sering (≥4 kali donor), 36,1% responden tidak mengalami kecemasan, 36,1% mengalami kecemasan ringan, 18,1% mengalami kecemasan sedang, 5,6% mengalami kecemasan berat, dan 4,2% mengalami kecemasan sangat berat. Analisis uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendonor ulang dengan tingkat kecemasan (p=0,032; p<0,05). Meskipun pengalaman donor berulang cenderung menurunkan kecemasan, mayoritas pendonor ulang tetap menunjukkan tingkat kecemasan yang bervariasi.