Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KARAKTER SIRIP PEKTORAL HILANG (SPH) PADA IKAN LELE Clarias gariepinus STRAIN DUMBO DITINJAU DARI ASPEK PERTUMBUHAN Farikhah Farikhah; Aminin Aminin; Triana Retno Palupi; Khudori Khudori
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 19, No 2 (2020): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v19i2.1178

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang profil daya tumbuh ikan lele Clarias gariepinus strain dumbo yang membawa karakter sirip pektoral hilang (SPH). Penelitian menggunakan metoe deskriptif untuk mendapatkan variabel-variabel yang telah ditetapkan yaitu capaian bobot (g), capaian Total Length(cm), laju pertumbuhan spesifik baik bobot dan panjang (SGRBB, SGRTL), dan faktor kondisi (K) antara dua kelompok yang dibandingkan yaitu populasi ikan SPH dan ikan SPL. Seluruh karakter pertumbuhan dianalisis secara kuantitatif dan penarikan kesimpulan menggunakan t-test (α=0,05). Dua variabel lainnya, yaitu kematian (%) dan rasio konversi pakan (Food Conversion Ratio) dari kedua kelompok dibandingkan dan dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan analisis t-test (selang kepercayaan 95%) disimpulkan bahwa ikan yang membawa karakter sirip pektoral hilang  (SPH) memiliki daya tumbuh yang sama dengan ikan yang memiliki sirip pektoral lengkap atau lestari (SPL) dengan mengevaluasi beberapa variabel pertumbuhan yaitu capaian bobot (g) dan panjang (cm), SGRBB (%BB/hari), SGRL (%TL/hari), faktor kondisi (K), dalam satu periode pemeliharaan yang memadai (35hari). Adapun variabel mortalitas dan rasio konversi pakan, menunjukkan bahwa  ikan  yang membawa karakter SPH mengandung kerentanan pada kematian dan memiliki rasio konversi lebih tinggi dari ikanSPL.Kata kunci: faktor kondisi, mortalitas, rasio konversi pakan, variasi adaptif, kolam AbstractThis study aims to obtain information about the growth profile of Clarias gariepinus catfish strain dumbo strains that carry missing pectoral fin (SPH) characters. The study uses descriptive methods to obtain predetermined variables namely weight gain (g),Total Length (cm), specific growth rates both weight and length (SGRBB, SGRTL), and condition factor (K) between the two groups compared namely SPH fish population and SPL fish. All growth characters were analyzed quantitatively and conclusions were drawn using t-tests (α = 0.05). Two other variables, namely mortality (%) and feed conversion ratio (Food Conversion Ratio) of the two groups were compared and analyzed qualitatively. Based on t-test analysis (95% confidence interval), it was concluded that fish carrying missing pectoral fin character (SPH) had the same growth power as fish that had complete or sustainable pectoral fins (SPL) by evaluating several growth variables, namely weight gain (g ) and length (cm), SGRBB (% BB / day), SGRL (% TL / day), condition factor (K), within an adequate maintenance period (35 days). The mortality variable and feed conversion ratio, shows that fish carrying SPH characters contain vulnerability to death and have a higher conversion ratio than SPL fish.Keywords: condition factor, mortality, food conversion ratio, adaptable variation, pond
Empowering Inmates Through Aquaculture Training: A Case Study at the Class IIB Gresik Detention Center, Indonesia Triana retno palupi; Aminin Aminin; Trisna Rama Dani; Tatik Raisawati
JURNAL BESEMAH Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/q8pm2176

Abstract

Pembekalan keterampilan vokasional bagi warga binaan pemasyarakatan merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan mereka agar mampu hidup mandiri dan produktif pasca-bebas. Salah satu bidang kemandirian yang propektif dikembangkan adalah budidaya ikan lele karena memiliki nilai ekonomis tinggi serta pengelolaan yang terukur. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis dan kemandirian warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Cerme Gresik melalui pelatihan budidaya ikan lele secara terpadu. Program dilaksanakan selama dua bulan dengan frekuensi pendampingan mingguan. Metode pelaksanaan mengombinasikan penyampaian materi pengantar teoretis yang dilanjutkan dengan praktik langsung, mencakup pengolahan air media budidaya, pembuatan dan aplikasi probiotik, seleksi benih unggul, teknik penebaran, manajemen pakan, hingga tahapan pembesaran. Melalui pendekatan simulasi dan pendampingan lapangan secara simultan, warga binaan terlibat aktif dalam seluruh siklus pemeliharaan hingga tahap pemanenan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan kecakapan praktis peserta dalam mengaplikasikan teknik budidaya yang baik, ditunjukkan dengan keberhasilan panen lele yang mencapai bobot standar pasar yaitu 12 ekor/kg. Program ini diharapkan menjadi bekal wirausaha yang konkret bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat sekaligus mendukung kemandirian pangan di lingkungan rutan.