Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SPIRITUALISASI KURIKULUM DI INDONESIA (TELAAH FILSAFAT KURIKULUM DALAM KONTEKS KEINDONESIAAN) Farikhah, Farikhah
EDUKASIA Vol 9, No 1 (2014): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menelaah tentang perkembangan pemahaman kurikulum saat ini sesuai dengan spiritual kebangkitan di  abad  ke-21  dan  bagaimana upaya  dalam melaksanakan  spiritualisasi  kurikulum yang dilakukan  dalam konteks KTSP, setelah penundaan kurikulum-2013. Tulisan ini menggunakan pendekatan filsafat  kurikulum dalam konteks Indonesia dengan memeriksa kasus adopsi strategi rohani dengan teori kecerdasan majemuk sebagai dasar untuk pengembangan kurikulum pendidikan  Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajar   yang  dikembangkan melalui   pendidikan dengan strategi rohani yang terintegrasi dengan dasar kecerdasan majemuk dalam banyak kasus mampu menciptakan nilai budaya produk yang bermanfaat bagi orang-orang pada umumnya. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan dengan benar-benar memperhatikan aspek kecerdasan dan potensi spiritual yang kemudian direkonstruksi ke kurikulum yang khusus dalam bentuk sehari penuh.Kata kunci: spiritualisasi  kurikulum, materialisme, kecerdasan, pendidikan islamTHE SPIRITUALIZATION OF CURRICULUM IN INDONESIA (STUDY OF  THE  CURRICULUM PHILOSOPHY IN  THE CONTEXT OF INDONESIA). This paper discusses the development of the understanding of the current curriculum in line with this spiritual awakening in the 21st century and how the efforts to spiritualize the curriculum can be done in the context of the KTSP, after a delay of Curriculum-2013.   This  paper  uses the  philosophy  of curriculum approach in the context of Indonesian by examining the case of the adoption of the spiritual strategy with the theory multiple intelligences as a basis for the development of Islamic education curriculum. The result of the research show that learners that are developed through education with spiritual  strategy integrated with basis of multiple intelligences in many  cases able to create cultural value products that are beneficial for the people in general. Therefore curriculum must be developed by really pay attention to aspects of intelligence and spiritual potential which is then reconstructed into a specialized curriculum in the form of X-day.Keywords:   curriculum  spiritualization,  materialism,  intelligences, Islamic education
SPIRITUALISASI KURIKULUM DI INDONESIA (TELAAH FILSAFAT KURIKULUM DALAM KONTEKS KEINDONESIAAN) Farikhah, Farikhah
EDUKASIA Vol 9, No 1 (2014): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v9i1.762

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menelaah tentang perkembangan pemahaman kurikulum saat ini sesuai dengan spiritual kebangkitan di  abad  ke-21  dan  bagaimana upaya  dalam melaksanakan  spiritualisasi  kurikulum yang dilakukan  dalam konteks KTSP, setelah penundaan kurikulum-2013. Tulisan ini menggunakan pendekatan filsafat  kurikulum dalam konteks Indonesia dengan memeriksa kasus adopsi strategi rohani dengan teori kecerdasan majemuk sebagai dasar untuk pengembangan kurikulum pendidikan  Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajar   yang  dikembangkan melalui   pendidikan dengan strategi rohani yang terintegrasi dengan dasar kecerdasan majemuk dalam banyak kasus mampu menciptakan nilai budaya produk yang bermanfaat bagi orang-orang pada umumnya. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan dengan benar-benar memperhatikan aspek kecerdasan dan potensi spiritual yang kemudian direkonstruksi ke kurikulum yang khusus dalam bentuk sehari penuh.Kata kunci: spiritualisasi  kurikulum, materialisme, kecerdasan, pendidikan islamTHE SPIRITUALIZATION OF CURRICULUM IN INDONESIA (STUDY OF  THE  CURRICULUM PHILOSOPHY IN  THE CONTEXT OF INDONESIA). This paper discusses the development of the understanding of the current curriculum in line with this spiritual awakening in the 21st century and how the efforts to spiritualize the curriculum can be done in the context of the KTSP, after a delay of Curriculum-2013.   This  paper  uses the  philosophy  of curriculum approach in the context of Indonesian by examining the case of the adoption of the spiritual strategy with the theory multiple intelligences as a basis for the development of Islamic education curriculum. The result of the research show that learners that are developed through education with spiritual  strategy integrated with basis of multiple intelligences in many  cases able to create cultural value products that are beneficial for the people in general. Therefore curriculum must be developed by really pay attention to aspects of intelligence and spiritual potential which is then reconstructed into a specialized curriculum in the form of X-day.Keywords:   curriculum  spiritualization,  materialism,  intelligences, Islamic education
SPIRITUALISASI KURIKULUM DI INDONESIA (TELAAH FILSAFAT KURIKULUM DALAM KONTEKS KEINDONESIAAN) Farikhah, Farikhah
EDUKASIA Vol 9, No 1 (2014): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v9i1.762

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menelaah tentang perkembangan pemahaman kurikulum saat ini sesuai dengan spiritual kebangkitan di  abad  ke-21  dan  bagaimana upaya  dalam melaksanakan  spiritualisasi  kurikulum yang dilakukan  dalam konteks KTSP, setelah penundaan kurikulum-2013. Tulisan ini menggunakan pendekatan filsafat  kurikulum dalam konteks Indonesia dengan memeriksa kasus adopsi strategi rohani dengan teori kecerdasan majemuk sebagai dasar untuk pengembangan kurikulum pendidikan  Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajar   yang  dikembangkan melalui   pendidikan dengan strategi rohani yang terintegrasi dengan dasar kecerdasan majemuk dalam banyak kasus mampu menciptakan nilai budaya produk yang bermanfaat bagi orang-orang pada umumnya. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan dengan benar-benar memperhatikan aspek kecerdasan dan potensi spiritual yang kemudian direkonstruksi ke kurikulum yang khusus dalam bentuk sehari penuh.Kata kunci: spiritualisasi  kurikulum, materialisme, kecerdasan, pendidikan islamTHE SPIRITUALIZATION OF CURRICULUM IN INDONESIA (STUDY OF  THE  CURRICULUM PHILOSOPHY IN  THE CONTEXT OF INDONESIA). This paper discusses the development of the understanding of the current curriculum in line with this spiritual awakening in the 21st century and how the efforts to spiritualize the curriculum can be done in the context of the KTSP, after a delay of Curriculum-2013.   This  paper  uses the  philosophy  of curriculum approach in the context of Indonesian by examining the case of the adoption of the spiritual strategy with the theory multiple intelligences as a basis for the development of Islamic education curriculum. The result of the research show that learners that are developed through education with spiritual  strategy integrated with basis of multiple intelligences in many  cases able to create cultural value products that are beneficial for the people in general. Therefore curriculum must be developed by really pay attention to aspects of intelligence and spiritual potential which is then reconstructed into a specialized curriculum in the form of X-day.Keywords:   curriculum  spiritualization,  materialism,  intelligences, Islamic education
Analisis kegiatan penggemukan kepiting bakau (Scylla serrata) di Desa Tanjangawan pada Musim Barat dan Musim Timur Armansyah, Dimas; Safitri, Nur Maulida; farikhah, farikhah

Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/lempuk.v3i1.5136

Abstract

Introduction: This study aims to determine the differences in fattening results for mud crabs during the west and east seasons.. Method: The research was conducted in Tanjangawan Village, Ujungpangkah District, Gresik Regency, using an exploratory descriptive research method. A total of three ponds with a total of four plots were studied in the west and east seasons, namely in June 2021, December 2021, and May-July 2022. Data collection was carried out in the form of primary data collection using observation, interviews, and active participation. Data were analyzed using Microsoft Excel 2013.The fattening ratio of mud crabs in the west season and the east season was analyzed by t-test (α=5%). Result: The results of this study obtained from data analysis of the Specific Growth Rate of Mud Crabs (Scylla serrata) in Tanjangawan Village, Ujungpangkah District, Gesik Regency, it was found that the growth rate from the west season was higher (1.2%) compared to the growth rate from the east season (0.41%). The survival value in the west season is 95% higher than the east season, with a value of 92.8%. Conclusion: The different conditions between in the west season and east season obtained in this study indicate mud crabs have larger carapace width and weight in the west season due to increased sunlight exposure.
Analisis Penggunaan Berbagai Jenis Substrat untuk Pertumbuhan Caulerpa racemose Pada Pembudidayaan di Tambak Pasang Surut Yanti, Ros Erni; Rahim, Andi Rahmad; Farikhah, Farikhah
Akuatika Indonesia Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v9i2.45888

Abstract

Substrat merupakan salah satu faktor penting untuk kehidupan dan pertumbuhan C. racemosa, namun saat ini belum ada studi substrat terbaik di tambak pasang surut.  Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pertumbuhan Caulerpa racemosa yang dibudidayakan di tambak pasang surut dengan penggunaan jenis dan komposisi substrat yang berbeda. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Lima perlakuan di penelitian ini yaitu (A) lumpur 100%, (B) lumpur 50% : pecahan karang 50%, (C) lumpur 50% : cangkang tiram 50%, (D) lumpur 50% : pasir 50%, (E) lumpur 50% : pecahan karang 20%, : cangkang tiram 20% : pasir 10%. Variabel penelitian ini meliputi bobot mutlak, specific growt rate (SGR), panjang mutlak stolon, panjang dan lebar fronds, dan jumlah mutlak rizoid. Parameter kualitas air meliputi suhu, salinitas, kecerahan, kadar amonia, kadar nitrat, dan kadar pospat.  Data dianalisis mengunakan analysis of variance (ANOVA, α =5%) dengan program SPSS 16. jika nilai sig.<0,05 maka dikatakan perlakuan berpengaruh terhadap variabel penelitian sehingga dapat dilajutkan dengan menggunakan uji Tukey (α =5%). Hasil penelitian mendapatkan jenis substrat berpengaruh nyata terhadap variabel bobot mutlak, SGR, dan panjang mutlak stolon, dimana perlakuan tanpa substrat pasir (A, B dan C) menunjukkan pertumbuhan positif sedangkan perlakuan dengan substrat pasir (D dan E) menghasilkan pertumbuhan negatif pada variabel bobot mutlak dan SGR. Lebar frond, panjang fronds, dan jumlah rizoid tidak dipengaruhi oleh perlakuan substrat yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan substrat lumpur dan pecahan batu karang menghasilkan pertumbuhan terbaik dalam bentuk bobot mutlak dan SGR, namun tidak berbeda nyata dengan substrat lumpur 100% atau lumpur dicampur pecahan cangkang tiram.  Penggunaan substrat berupa pasir kurang direkomendasikan digunakan di tambak pasang surut sebab memberikan bobot mutlak dan SGR negatif, serta panjang stolon dan morfometrik fronds lebih kecil daripada substrat tanpa komponen pasir.
EVALUASI KUALITAS BENIH HASIL INDUKSI HORMONAL MENGGUNAKAN KELENJAR HIPOFISIS DENGAN MENGIMPLEMENTASIKAN CARA PEMBENIHAN IKAN YANG BAIK (CPIB) farikhah, farikhah; Palupi, Triana Retno; al Mubarok, Raden Muhammad minanur Rohman
Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Perikanan Pantura (JPP)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jpp.v8i1.9369

Abstract

This activity evaluates the quality of fish seeds according to SNI standards, focusing on seeds produced via hormonal induction using the pituitary gland during the 2023 and 2024 Fish Seed Technology course practicum. The experiment conducted at the Aquaculture Laboratory of Muhammadiyah University of Gresik by used pearl strain dumbo catfish broodstock averaging ±950g, certified from the Mojokerto Freshwater Aquaculture Installation, East Java. The broodstock received a 1:1 pituitary solution injection, and the latent period was monitored until stripping was feasible. The stripped eggs were fertilized with sperm and hatched in a fiber tank (3 x 1.5 x 0.5 m³) until reaching 30 days post-fertilization (PF). Key observation variables included the latent period, fecundity, seed viability (SR, %), and fish seed quality, analyzed according to the SNI 6484.2: 2014 document and scientific literature. Results from the 2023 and 2024 practicum showed a consistent latent period of approximately 6 hours post-induction and a fecundity of 74,277.8 ± 77,385 grains. After 30 days PF, 7,586 seeds survived, with 36 (0.47%) categorized as shooters. The total length (TL) of the seeds ranged from 16.25 ± 3.46 mm to 19.00 ± 1.64 mm. Color grouping revealed the Pale 3 group had the highest percentage at 78%. No abnormalities were observed, and the seeds demonstrated high responsiveness. Overall, the fish seeds exhibited good quality and uniformity in terms of TL, age, color, and symmetry of paired locomotor organs. The findings indicate a need to clarify uniformity criteria in the SNI document and suggest including the shooter ratio in seed containers, as this relates to the unique characteristics of Clarias sp catfish.
Kadar Logam Berat Dan Indeks Kondisi Kerang Hijau (Perna viridis) Yang Dihasilkan Dari Pembudidayaan Dengan Sistem Karamba Apung Allaf, Ezra Muwaffak; Farikhah, Farikhah; Rahim, Andi Rahmad
Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Perikanan Pantura (JPP)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jpp.v8i1.7474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kondisi kerang hijau (Perna viridis) yang dibudidayakan menggunakan sistem keramba apung di perairan Banyuurip, serta untuk menganalisis kadar logam berat dan kualitas air di sekitar lokasi budidaya. Metode penelitian melibatkan pengambilan sampel kerang hijau dan pengukuran langsung. Sampel kerang hijau diambil dari tali gantung pada kedalaman 5 meter dengan 20 kerang per meter. Variabel penelitian meliputi indeks kondisi, kadar logam berat, dan kualitas air, dengan parameter seperti suhu, salinitas, kecerahan, oksigen terlarut, dan pH. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam indeks kondisi antara area terang dan gelap, dengan nilai indeks kondisi lebih tinggi pada area gelap dan terdapat perbedaan signifikan antara titik terang dan titik gelap (p value 0.0004 < 0.05). Kadar logam berat Plubum (Pb), Merkuri (Hg), dan Staum (Sn) dalam kerang hijau (0.16525 mg/kg), (0.00735 mg/kg), (0.03915 mg/kg) masih dalam batas konsumsi yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional Indonesia (BSNI), 2009. Namun, kadar Kadmium (Cd) dan Arsen (As) melebihi batas standar BSNI, dengan nilai (0.28105 mg/kg) dan (1.0148 mg/kg) secara berturut- turut. Kualitas air di sekitar lokasi budidaya, meskipun tidak mencapai standar optimal, masih mendukung kelangsungan hidup kerang hijau.
ANALISIS PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS USAHA TAMBAK UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) SISTEM TRADISIONAL DI KABUPATEN LAMONGAN DAN KABUPATEN GRESIK Hamidah, Alissa Nur; Rahim, Andi Rahmad; Farikhah, Farikhah
Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Perikanan Pantura (JPP)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jpp.v8i1.9436

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor produktivitas dan kelayakan usaha tambak udang vanamei sistem tradisional di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu petambak udang vanamei di Kabupaten Lamongan dengan sampel (n=152) dan Kabupaten Gresik (n=152). Variabel penelitian ini yaitu aspek petambak, status kepemilikan lahan, aspek teknologi dan sistem budidaya, input produksi, dan output produksi. Variabel data penelitian ini dianalisis dengan bantuan software Excel 2010. Uji-t digunakan untuk menguji apakah variabel pada kedua populasi terdapat perbedaan yang nyata. Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara hasil panen dengan usia, pendidikan, luas lahan, jumlah pakan, dan densitas benur. Regresi linier berganda untuk menguji pengaruh hasil panen terhadap (luas lahan, jumlah benur yang ditebar, densitas benur, dan jumlah pakan) dan pendapatan terhadap (biaya pakan, biaya pupuk, biaya input tambahan, dan biaya tenaga kerja). Kelayakan usaha dianalisis dengan perhitungan Break Even Point (BEP) dan B/C ratio dari pendapatan dan biaya yang dikeluarkan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Kabupaten Gresik dan Lamongan berbeda signifikan dalam hal penggunaan benih Kabupaten Lamongan (21±16 rean) Kabupaten Gresik (38±51 rean), harga benur Kabupaten Lamongan (Rp. 106.250±20.183) Kabupaten Gresik (Rp. 111.578±39.573), biaya pupuk Kabupaten Lamongan (Rp. 615.413±502.790) Kabupaten Gresik (Rp. 1.129.026±1.809.284) dan hasil panen Kabupaten Lamongan (262±250 kg) Kabupaten Gresik (520±736 kg) di kedua populasi berbeda nyata. Hasil korelasi membuktikan bahwa penggunaan benih berkorelasi tinggi terhadap hasil sedangkan usia petambak, pendidikan, dan jumlah pakan berkontribusi kecil terhadap hasil panen. B/C ratio Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik adalah 1 artinya usaha layak untuk dilanjutkan. BEP unit Kabupaten Lamongan (63,65 kg) Kabupaten Gresik (121,14 kg) dan BEP harga Kabupaten Lamongan (Rp. 3.182.148) Kabupaten Gresik (Rp. 10.871.209). Kata Kunci: biaya, pendapatan, usaha tambak, produktivitas, hasil panen
SEED PRODUCTION TECHNOLOGY OF PANGASIUS FISH (Pangasius sp.) AT THE MOJOKERTO AQUACULTURE INSTALLATION (IPB) Arif, Muhammad Choirul; Farikhah, Farikhah
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 2 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i2.1482

Abstract

This study discusses the implementation of technology and management in the seed production of catfish (Pangasius sp.) at the Mojokerto Aquaculture Installation (IPB). A descriptive method was employed, involving observation, interviews, active participation, and the use of secondary sources. Artificial spawning was conducted using Ovaprim hormone, and larvae were reared under controlled environmental conditions. The results showed a fertilization rate of 87% and a hatching rate of 91%. The first nursery phase yielded 673,036 fry, while the second nursery phase produced 538,560 fry, with respective survival rates of 71.5% and 80%. Key success factors included high-quality broodstock selection, proper feed and water quality management, and the use of effective aeration technology. However, challenges such as limited availability of quality broodstock, water quality fluctuations, and lack of skilled personnel persist. The study concludes that the application of modern hatchery technology can significantly improve catfish seed production and has potential for replication in other regions.
Sustainability Strategies of Traditional Vannamei Shrimp Cultivation in East Java: A Case Study in Kudu Hamlet, Lamongan District Sugiarto, Dwi; Farikhah, Farikhah
Advance Sustainable Science, Engineering and Technology Vol 6, No 2 (2024): February - April
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v6i2.18610

Abstract

The research investigates small-scale farming practices, particularly vannamei shrimp cultivation, in Kudu Hamlet, focusing on how traditional farmers have adopted technology over two decades. Conducted over two years, the study sampled 17 farmers out of 38, analyzing various variables such as age, education, and economic factors. Farmers, predominantly older, have engaged in shrimp farming for nearly two decades, despite fluctuating incomes. Education levels vary, impacting farmers' understanding of new technologies and market trends. Most farmers own their pond land, managing it carefully for shrimp cultivation. Polyculture systems, combining vannamei shrimp with other species, enhance productivity but face challenges like disease outbreaks and market price fluctuations. The choice of feed, predominantly artificial, significantly affects shrimp yields. Farmers also engage in side jobs to supplement income. Overall, enhancing farmers' capacity through education and sustainable practices is crucial for the long-term viability of shrimp farming.