Urip Nurwijayanto Prabowo
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inovasi pemanfaatan peta anomali pseudogravitasi untuk interpretasi pola sebaran batuan andesit masif di desa Candiwulan kecamatan Kutasari kabupaten Purbalingga dan sekitarnya Sehah Sehah; Sukmaji Anom Raharjo; Urip Nurwijayanto Prabowo
Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jtf.2020.3.1.2348

Abstract

Pemanfaatan peta anomali pseudogravitasi untuk menginterpretasi sebaran batuan andesit di Desa Candiwulan Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga dan sekitarnya telah dilakukan. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga September 2019. Bahan dan peralatan yang diperlukan terdiri atas data anomali magnetik total, personal computer (PC), dan beberapa perangkat lunak seperti Fortran 77, Surfer 10, dan Arc-GIS 3.0. Jumlah data anomali magnetik total yang diperoleh adalah 142 data yang membentang pada posisi geografis 109,2788° – 109,3072° BT dan 7,3032° – 7,3319° LS dengan nilai berkisar -1,376.79 – 2,037.26 nT. Data anomali magnetik total selanjutnya diolah melalui beberapa tahap sehingga diperoleh data anomali magnetik lokal dengan nilai berkisar -1.238,13 – 1.892,4 nT. Pemfilteran terhadap data anomali magnetik lokal dilakukan untuk mereduksi efek-efek magnetik di permukaan sehingga diperoleh data anomali magnetik lokal baru dengan nilai berkisar -309.321 – 770.88 nT. Untuk melokalisir sumber anomali bawah permukaan, data anomali magnetik lokal baik sebelum maupun setelah difilter ditransformasi menjadi data anomali pseudogravitasi. Untuk data anomali magnetik sebelum difilter, diperoleh data anomali pseudogravitasi berkisar-75,992 – 119,498 mGal. Sedangkan untuk data anomali magnetik setelah difilter, diperoleh data anomali pseudogravitasi berkisar -27,815 – 41,087 mGal. Hasil interpretasi terhadap kedua peta anomali pseudogravitasi mengindikasikan adanya sumber anomali dangkal yang tersebar di bagian barat hingga barat laut daerah penelitian, dimana sumber anomali tersebut mengarah relatif ke bawah di bagian barat. Sumber anomali tersebut diinterpretasi sebagai batuan beku andesit yang masif
Pelatihan Teknis Pembuatan Instalasi Sederhana Pengolahan Air Hujan Menjadi Air Minum Bagi Masyarakat Desa Banteran Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Muhammad Sehah; Urip Nurwijayanto Prabowo; Dwi Kartika
Serambi Abdimas Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Serambi Abdimas
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.sa.2022.3.2.6815

Abstract

Pelatihan teknis pembuatan instalasi sederhana pengolahan air hujan menjadi air minum bagi masyarakat Desa Banteran Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas telah dilaksanakan. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pelatihan teknis bagi masyarakat Desa Banteran terkait pembuatan instalasi sederhana pengolahan air hujan menjadi air minum. Tahapan kegiatan yang telah dilakukan meliputi pelatihan teknis dan realisasi pembuatan instalasi. Kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pemerintah dan masyarakat dalam membantu penyediaan air minum yang murah dan mudah sehingga terwujud pola hidup sehat dan ekonomis. Setelah pelatihan teknis dan realisasi instalasi dilaksanakan, selanjutnya dilakukan observasi. Hasil observasi menggunakan kuisioner menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memberikan respon positif terhadap kegiatan ini. Hal ini ditunjukkan dari capaian rata-rata keberhasilan kegiatan sebesar 78,83%; dengan nilai capaian tertinggi sebesar 88,33% untuk item dukungan dilakukan kegiatan pelatihan teknis untuk menambah wawasan masyarakat desa tentang teknologi tepat guna; serta nilai capaian terendah sebesar 66,67% untuk kesediaan peserta menjadi pioneer dalam menyebarluaskan hasil kegiatan pelatihan teknis. Rendahnya nilai capaian ini diperkirakan karena peserta belum memiliki kesiapan dan pemahaman yang cukup untuk menjadi pioneer penyebarluasan hasil-hasil kegiatan. Hal ini didukung pemahaman peserta terhadap materi pelatihan teknis yang telah disampaikan tim dosen yang hanya memperoleh capaian sebesar 73,33%.
Analisis Indeks Kerentanan Seismik berdasarkan sebaran nilai Vs30 di Pemalang, Jawa Tengah Urip Nurwijayanto Prabowo; Zaroh Irayani; Sehah Sehah
Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jtf.2026.9.1.20273

Abstract

Pemalang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terletak pada jalur sesar aktif yaitu Sesar Baribis – Kendeng di utara Jawa yang memanjang dari barat ke timur. Sesar tersebut masih aktif dan berpotensi menimbulkan kerusakan jika terjadi gempabumi. Pada penelitian ini dilakukan analisis indeks kerentanan seismik sebagai salah satu upaya awal dalam mitigasi bencana gempabumi. Indeks kerentanan seismik menggambarkan tingkat kerentanan lapisan tanah mengalami deformasi akibat gempabumi. Indeks kerentanan seismik pada penelitian ini dihitung berdasarkan nilai amplifikasi dan frekuensi yang diperoleh secara empiris dari nilai kecepatan gelombang geser di kedalaman 0-30 (Vs30). Nilai Vs30 di daerah pemalang berkisar antara 183,511 – 779,974 m/s yang termasuk dalam klasifikasi SC (tanah keras) dan SB (batuan). Hasil analisis mendapatkan nilai amplifikasi berkisar antara 0,780-2,742; nilai frekuensi berkisar antara 1,529 – 6,499 Hz; dan nilai indeks kerentanan seismik berkisar 0,068 – 4,912. Daerah paling rawan dengan nilai indeks kerentanan seismik tertinggi berada di Kecamatan Ulujami, Comal, Petarukan, Ampelgading, Taman dan sebagian Kecamatan Pemalang, dan sebagian Bodeh sehingga diperlukan kajian lebih lanjut mengenai potensi kerusakan akibat gempabumi.