Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Endofit dari Tanaman Binahong dan Katepeng China Desriani Desriani; Ukhradia Maharaniq Safira; Maria Bintang; Akhmad Rivai; Puspita Lisdiyanti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i2.33

Abstract

AbstrakBakteri endofit merupakan mikroorganisme menguntungkan yang berinteraksi dengan tanaman inang tanpa menyebabkan gangguan atau kerusakan pada tanaman.Beberapa studi menunjukkan bahwa bakteri endofit tertentu dapat memproduksi senyawa kimia yang memiliki efek bagi kesehatan, terutama bakteri endofit yang diisolasi dari tanaman obat.Binahong (Anredera cordifolia) dan Ketepeng Cina (Cassia alata) merupakan tanaman obat yang telah diketahui memiliki beberapa khasiat.Tujuan dari penelitian ini ialah mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri endofit dari kedua tanaman tersebut melalui uji antibakteriterhadap tiga jenis bakteri patogen manusia (Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan Bacillus cereus). Metode: Jumlah bakteri endofit yang berhasil diisolasi dari dua tanaman tersebut berjumlah 73 isolat (37 isolat dari Binahong dan 36 isolat dari Ketepeng Cina). Hasil: Berdasarkan uji antibakteri terhadap tiga bakteri patogen diperoleh 16 isolat bakteri endofit yang memiliki aktivitas potensial (ditandai dengan terbentuknya zona hambat), yaitu 1 isolat dari Ketepeng Cina (terhadap Pseudomonas aeruginosa) dan 15 isolat dari Binahong. Pembahasan: Terbentuknya zona hambat mengindikasikan kemungkinan adanya senyawa kimia yang memiliki efek antibakteri.Kata kunci: bakteri endofit, Anredera cordifolia, Cassia alata, antibakteri.AbstractEndophytic bacteria is a beneficial microorganism that interacts with plant without causing any harm to the host. Most studies showed that certain endophytic bacteria can produce chemical compound which have medical effect, especially endophytic bacteria isolated from medicinal plant. Binahong (Anrederacordifolia) and KetepengCina (Cassia alata) are several of medicinal plants potential to be used for medical purpose. Methods: The objective of this study was to isolate and to characterize endophytic bacteria from both plants through antibacterial activity test against to three kinds of human pathogenic bacteria (Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, and Bacillus cereus). Results: total isolated endophytic bacteria from both plants are 73 isolates (37 isolates from Binahong and 36 isolates from KetepengCina). There were 16 isolates have potential activity (indicated by clear zone), one isolate from KetepengCina and 15 isolates from Binahong. Discussion: The formed clear zone indicates antibacterial compounds produced by endophyticbacteriatested. Further research is needed to identify the type of antibacterial compounds produced.Keywords:endophytic bacteria, Anrederacordifolia, Cassia alata, antibacterial.
PROGRAM “LOMBOK RAWIT” SEBAGAI SARANA TERAPI BAGI ANAK TUNALARAS Exwan A.V; Akhmad Rivai; Riska Putri; Niwang Tungung
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume IX, Nomor 2, Agustus 2014
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.453 KB)

Abstract

Student Creativity Program of "Lombok Rawit" standing for Latihan AmongBekso dan Karawitan (practicing dancing and playing gamelan) is motivated by a willto make the traditional Javanese gamelan music and dance as a means of therapy formentally retarded students. Through this program, the mentally retarded children areexpected to be familiar with the Javanese culture, while getting a therapy to reduceemotional and behavioral deviations. This program is implemented to the mentallyretarded children in Special School E Prayuwana Yogyakarta. There are 25 students inthe school. The training was conducted from April to July, 2014. The results achievedafter the training are (1) the increase of the value of the post-test is by 68%. This percentageis obtained from the tabulated results from the instrument, which show areduction in the number of occurrences. The characteristics of mentally retardedchildren are hyperactivity, fear, antisocial, etc. (2) The team of this program manage tohold a simple form of collaborative performances of gamelan and dance by thechildren. (3) The team also manage to compile teaching materials in the form of modulesand CD of gamelan and dance lessons for children so that it can be used widelyby teachers and therapists of mentally retarded children. Based on the results of theprogram, it can be concluded that the training of "Rawit Lombok" can be used as atherapeutic tool for such children. Based on the effectiveness of this program, theteam of the program try to do a follow up in the form of mentoring and socialization,so that a similar program can be applied to other mentally retarded children in otherschools.
Implementasi Filsafat Keadilan Restoratif Case-Method bagi Aparat Penegak Hukum dalam Optimalisasi Diversi Bambang Gulyanto; Zainul Arifin; Akhmad Rivai; Yusrinaldo Yusrinaldi; Muhammad Ikhsan Naufal; Prawira Adi Kusuma Sitepu
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem peradilan pidana Indonesia saat ini menghadapi krisis kemanusiaan berupa kelebihan kapasitas (overcrowding) lembaga pemasyarakatan yang mencapai 83% di atas kapasitas tersedia. Fenomena ini merupakan dampak dari hegemoni paradigma retributif dan kultur pemenjaraan warisan kolonial yang cenderung memproduksi residivisme daripada melakukan rehabilitasi. Meskipun pemerintah telah merespons melalui berbagai regulasi progresif seperti Perpol No. 8/2021, Perja No. 15/2020, dan UU No. 1/2023 (KUHP Baru), implementasi keadilan restoratif di lapangan masih terhambat oleh resistensi kognitif aparat yang terbelenggu pola pikir legal-positivistik serta adanya disharmoni standar antar-lembaga penegak hukum.cArtikel ini bertujuan menganalisis model pembelajaran Case-Method sebagai instrumen strategis untuk menginternalisasi filsafat keadilan restoratif melalui pendekatan andragogi. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan sosio-legal, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan hukum konvensional yang bersifat instruktif dan satu arah gagal membangun empati serta kemampuan diskresi aparat. Sebagai solusinya, Case-Method menawarkan transformasi mindset melalui simulasi dilema nyata, role-play, dan diskusi dialektis yang merangsang berpikir kritis serta internalisasi nilai-nilai kemanusiaan.cPenelitian ini menyimpulkan bahwa revolusi metodologis dalam pelatihan aparat penegak hukum sangat urgen untuk menyongsong pemberlakuan KUHP Baru pada tahun 2026. Keberhasilan transisi menuju keadilan restoratif tidak hanya memerlukan pembaruan regulasi, tetapi juga transformasi kompetensi moral dan sosial aparat guna mewujudkan penegakan hukum yang memulihkan dan berorientasi pada keadilan substantif.