Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN KAPASITAS SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PEJABAT FUNGSIONAL PENGEMBANG TEKNOLOGI PEMBELAJARAN Eni Susilawati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.639 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i2.160

Abstract

Abstrak:Pustekkom Kemendikbud telah memperjuangkan pengakuan terhadap profesi pengembang teknologi pendidikan/pembelajaran yang kemudian teruwujud dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PERMENPAN-RB) Nomor:PER/2/M.PA/3/2009 tentang Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (JF-PTP) dan angka kreditnya. Sebagai jabatan fungsional yang baru, sebagian besar pejabat fungsional PTP ini berasal dari jalur inpassing, yang pengangkatannya didasarkan pada pendidikan, pengalaman, dan masa kerja, sehingga memiliki tingkat kapasitas yang beragam. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas tenaga fungsional PTP sesuai dengan tugas pokok dan tuntutan pengembangan profesi. Adapun permasalahan dalam kajian ini adalah bagaimana pengembangan kapasitas mereka bisa menjadi sebuah strategi bagi peningkatan kualitas PTP. Tujuan kajian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai: (1) kebutuhan peningkatan kualitas PTP, dan (2) strategi apa yang dapat dilaksanakan dalam mengembangkan kapasitas sebagai upaya peningkatan kualitas. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas SDM PTP berarti pengembangan kapasitas individu masing-masing SDM PTP yang sekaligus juga pengembangan kapasitas instansi/organisasi pembina jabatan fungsional PTP.Kata kunci: TIK, Strategi, Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP), dan kapasitas.Abstract:Pustekkom Kemendikbud has successfully fought for acknowledgement of instructional designer profession which is actualized in the Regulation of Minister of State Apparatus Deployment and Bureaucracy Reformation (PERMENPAN-RB) Number: PER/2/M.PAN/3/2009 about Functional Officials of Instructional Designer (JF-PTP) and their Credit Points. As a new functional official position, most of the functional officials of Instructional Designers are from in-passing process whose appointment is based on experiences and working period, so that there are various degrees of capacity among them. Therefore, it is required a capacity development for functional officials of Instructional Designers in line with the profession’s core functions and development requirements. The problem of this study is how a capacity development can be a strategy for a quality development of Instructional Designers. The objective of this study is to get description about: (1) the need of quality development for Instructional Designers; and (2) strategies that can be carried out to develop capacity as an effort to enhance quality. The result shows that human resource capacity development of Instructional Designers means capacity development of individual as well as institutional Instructional Designer.Keywords: ICT, strategy, Instructional Developers (PTP), and capacity.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF YANG MEMANFAATKAN PORTAL RUMAH BELAJAR DI SMP PESAT BOGOR Eni Susilawati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.329 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.367

Abstract

Tahun 2016 dan 2017 merupakan tahun pertama dan kedua bagi SMP Pesat menerapkan rancangan model pembelajaran inovatif yang dikembangkan Pustekkom. Namun demikian, belum semua guru menerapkannya dalam pembelajaran. Intensitas penerapan model pembelajaran inovatif tersebut masih rendah. Oleh karena itu, perlu diobservasi dan dievaluasi penerapannya sebagai bahan masukan terhadap penyempurnaan model pembelajaran tersebut di tahun-tahun berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan penerapan model pembelajaran inovatif di SMP Pesat Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode analisis kuantitatif deskriptif. Subyek/Responden penelitian ini adalah semua guru SMP Pesat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) keterlaksanaan penerapan model pembelajaran inovatif melalui pemanfaatan Portal Rumah Belajar secara offline dan online di SMP Pesat Bogor; dan 2) dampak positif penerapan model pembelajaran inovatif dirasakan cukup besar bagi guru, terutama dalam meningkatkan kompetensi TIK-nya. Beberapa saran upaya peningkatan kualitas yang berkelanjutan (continuous quality improvement) dalam penerapan model pembelajaran ini antara lain adalah 1) peningkatan jumlah guru dan siswa yang terlibat dalam penerapan model pembelajaran; 2) peningkatan kualitas aplikasi Portal Rumah Belajar secara keseluruhan, baik dari sisi kemasan fitur, konten maupun media yang tersedia agar lebih mudah diakses dan dimanfaatkan guru dan siswa; 3) peningkatan kompetensi TIK guru; 4) peningkatan dukungan sarana prasarana TIK dan internet di sekolah; dan 5) kesiapan siswa dalam memanfaatkan Portal Rumah Belajar pada kegiatan pembelajaran di kelas. The years of 2016 and 2017 are the first and second years for Pesat Junior High School (SMP) in implementing innovative learning model designed by Pustekkom. However, not all teachers have implemented the model in their teaching-learning process. The implementation is still in low frequency. Therefore, it needs to be observed for the shake of better implementation in the following years. The objective of this research is to get insight on the implementation of innovative learning model in the Pesat Junior High School in Bogor. This research applies quantitative approach with descriptive quantitative method. The samples are all teachers in Pesat Junior High School. The data gathering is carried out through observation, interview, and questionnaire. The result shows that 1) the implementation of innovative learning model through the utilization of “Portal Rumah Belajar” (Portal House of Learning) offline as well as online in the Pesat Junior High School; and 2) positive impact of innovative learning model is fairly significant to the teachers, especially in term of their ICT competence improvement. Some recommendations for continuous quality improvement in this learning model implementation are such as the increasing number of teachers and students involved in this learning model implementation; improving the quality of Portal Rumah Belajar, in term of its features, content, as well as accessibility; improving teachers’ competence in ICT; increasing ICT infrastructure and internet at school; and improving the students’ readiness in utilizing Portal Rumah Belajar in their learning. 
Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Materi Teks Drama di Kelas Viii Smpit Iqra’ Kota Bengkulu Eni Susilawati; Vebbi Andra; Heny Friantary
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.1992

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi literasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa di era globalisasi dan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran bahasa Indonesia pada materi menulis teks drama untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Bengkulu, menilai kelayakannya, serta menganalisis respon siswa terhadap modul tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model Borg & Gall yang dimodifikasi oleh Sugiyono, melalui tujuh tahap utama: analisis kebutuhan, pengumpulan data, perancangan desain produk, validasi ahli, revisi, uji coba terbatas, dan uji coba lapangan. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas VIII dan guru bahasa Indonesia, dengan data dikumpulkan melalui observasi, angket, wawancara, dan lembar validasi. Hasil validasi menunjukkan modul termasuk kategori “sangat layak” dengan rata-rata penilaian ahli mencapai 91%, sementara uji coba kelompok kecil memperoleh persentase keberhasilan 89% dan uji coba lapangan mencapai 91%. Temuan ini menegaskan bahwa modul pembelajaran efektif meningkatkan keterampilan menulis teks drama, memotivasi siswa, dan memudahkan guru dalam mengelola proses pembelajaran.