Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

TINJAUAN KETIDAKLENGKAPAN PENULISAN RESUME MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM MITRA MEDIKATAHUN 2019 Siti Agus Kartini; Haliza Liddini
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Agustus
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jipiki.v4i2.93

Abstract

Berdasarkan survey awal yang dilakukan peneliti di instalasi rekam medis RSU Mitra Medika dari data angka ketidaklengkapan pengisian catatan medis (KLPCM), ditemukan bahwa dari seluruh berkas rekam medis pasien pulang dari rumah sakit pada tahun 2018, yaitu terdapat 13279 berkas terdapat ketidaklengkapan pengisian sebanyak 7,66% (1017) berkas, dimana salah satu diantaranya adalah ketidaklengkapan pengisian resume medis.medis, terdapat ketidaklengkapan pengisian identitas pasien sebanyak 5 formulir (16,6%), anamnese 4 (13,3%), pemeriksaan fisik 2 (6,6%), diagnosa 1 (6,6%), pemeriksaan penunjang 4 (13,3%) dan tindakan medis sebanyak 2 formulir (6,6%).Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh formulir resume medis rawat inap di RSU Mitra Medika pada bulan April 2019 sebanyak 500 formulir. Sampel yang diambil dalam penelitian ini ialah 25 % dari jumlah populasi yakni 50 formulir resume medis. Sampel yang diambil dalam penelitian adalah 10 % dari jumlah populasi yaitu sebanyak 50 formulir resume medis. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DUPLIKASI PENOMORAN BERKAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN Siti Agus Kartini
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jipiki.v5i1.346

Abstract

Abstrak Rekam medis adalah berisikan cactatan dan dokumen tentang idetitas pasien , pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis adalah keteranan baik yang tertulis maupun yang terekam tentang identitas, anamases, pemeriksaan laboratorium, diagnosa, segala pelyanan dan tindakan medik yang di berikan kepada pasien. Penomoran berkas rekam medis yang baik merupakan salah satu kunci keberhsilan atau kebaikan suatu manajemen rekam medis dari suatu pelayanan kesehatan, tentunya didukung dengan sistem yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi duplikasi penomoran rekam medis di Rumah Sakit Advent Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Advent Medan pada bulan juli 2018, Populasi dalam penelitian ini adalah 11 petugas rekam medis yang terdiri dari 7 orang petugas pendaftaran dan rawat jalan 4 orang petugas pendaftaran rawat inap, Sampel dalam penelitian ini Menggunakan total sampel, instumen penelitian yang digunakan observasi dan kuisoner, berdasarkan hasil penelitan yang dilakukan faktor yang mempengaruhi duplikasi nomor rekam medis mayoritas Pengetahuan diperoleh 54,5% dari 11 petugas rekam medis dan dengan hasil uji statistik diperoleh p=0.015<0.05. sehingga Ho ditolak artinya adanya pengaruh antara pengetahuan petugas rekam medis dengan duplikasi penomoran di Rumah Sakit Advent Medan. Minoritas sikap diperoleh 63,6% dan dengan hasil uji statistik diperoleh p=0,545%<0.05 sehingga Ho diterima artinya tidak ada pengaruh antara sikap dengan duplikasi penomoran. Dari hasil uji statistik antara pengetahuan dan sikap, terdapat pengaruh pengetahuan dengan duplikasi penomoaran di Rumah Sakit Advent, Sedangkan sikap tidak ada pengaruh dengan duplikasi penomoran di Rumah Sakit Advent. Diharapkan kepada Rumah Sakit untuk memberikan evaluasi atau pelatihan kepada petugas rekam medis dibagian pendaftaran secara berkesinambungan. Kata Kunci: Rekam medis, Faktor- faktor duplikasi No rekam medis, Sistem penomoran Abstrack Medical record is containing records and documents about patient identity, examination, treatment, actions, and other services that have been provided to patients. Medical records are written and recorded safety regarding identities, anamases, laboratory tests, diagnoses, all services and medical actions given to patients. Numbering a good medical record file is one of the keys to the success or goodness of a medical record management of a health service, of course, supported by a good system. The purpose of this study was to determine the factors that influence the duplication of medical record numbering in Medan Adventist Hospital. This type of research is quantitative descriptive using a cross sectional method conducted at Medan Adventist Hospital in July 2018, the population in this study were 11 medical record officers consisting of 7 registration and outpatient officers 4 inpatient registration officers, samples in this study Using the total sample, the research instrument used observation and questionnaire, based on the results of research conducted by factors that influence the duplication of the majority medical record number . so Ho is rejected, meaning that there is an influence between the knowledge of the medical record officer with the numbering duplication in Medan Adventist Hospital. Minority attitudes were obtained 63.6% and with statistical test results obtained p = 0.545% <0.05 so that Ho was accepted meaning that there was no influence between attitude and numbering duplication. From the results of statistical tests between knowledge and attitude, there is an influence of knowledge with duplication of numbers in Adventist Hospitals, whereas attitude has no influence with duplication of numbers in Adventist Hospitals. It is expected that hospitals will provide evaluation or training to medical records officers in the registration section on an ongoing basis.
Sistem Pakar Berbasis Dekstop Untuk Mendeteksi Penyakit Pada Ikan Mas Menggunakan Metode Certainty Factor (Kasus Di Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan Dan Perikanan SINI SUKA Biru-biru Sumatera Utara) Siti Agus Kartini; Puji Chairu Sabila; Richard Parlindungan Simanjuntak
Kesatria : Jurnal Penerapan Sistem Informasi (Komputer dan Manajemen) Vol 4, No 3 (2023): Edisi Juli
Publisher : LPPM STIKOM Tunas Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/kesatria.v4i3.218

Abstract

Goldfish (Cyprinus carpio) is a freshwater fish that has important economic value and has spread widely in Indonesia. Goldfish are one of the most recognizable fish species in the world. It is found worldwide as a pet. Where the level of consumption of this fish is very high in all circles of society, because in general all humans eat fish every day to add nutrition, but problems that arise if you are unable to master the technique of controlling it in terms of disease cause enormous losses for fish farmers. Disease is one of the causes of many fish deaths. One of the fish is infected with the disease, then the disease will spread throughout the pond. This will result in huge losses. This study aims to detect fish diseases more precisely and quickly with the help of a computer. The method used is the Certainty Factor by taking data from the Maritime and Fisheries Independent Training Center SINI SUKA Biru-biru, North Sumatra. By using data on symptoms and diseases in goldfish and then assigning a weight value to each symptom and calculating according to the steps of the Certainty Factor method with an accuracy close to 100%, this method can be applied to detect goldfish disease so that this research is very very helpful in identifying goldfish disease.
Sosialisasi Bahaya Hubung Singkat Listrik Kepada Masyarakat Di Kelurahan Denai Syafriwel Syafriwel; Razali Razali; Puji Chairu Sabila; Muhammad` Fauzi; Taufik Ismail Simanjuntak; Richard Parlindungan; Siti Agus Kartini; Suherman Suherman; Mirwansyah Putra Ritonga
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 4 No. 1 (2026): Renata - April 2026
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.294

Abstract

Hubung singakat arus listrik sering terjadi didalam kehidupan masyarakat terutama di rumah tangga yang tidak memiliki instaasi listrik tidak sesuai standar. Hubung singkat juga merupakan salah satu penyebab kebakaran rumah tangga di Indonesia. Kurangnya pemahaman orang awan dan masyarakat tentang instalasi listrik yang aman dan prosedur perawatan menyebabkan tingginya bahaya tersebut. Sosialisasi dalam pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang bahaya dari hubung singkat kepada warga khususnya lingkungan 4 Jermal V, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, Kotamadya Medan, Sumatera Utara dan langkah-langkah pencegahan yang dilakukan dan antisipasi yang dapat dilakukan untuk  keamanan rumah listrik. Metode yang dilakukan berupa sosialisasi langsung, penyuluhan, demonstrasi praktik instalasi sesuai standar, dan evaluasi melalui diskusi untuk menilai pemahaman dan kesadaran masyarakat. Hasil kegiatan memperlihatkan pemahaman masyarakat peningkatan pemhaman dan kesadaran pentingnya standar instalasi yang aman dan standar. Pemahaman kesadaran masyarakat menunjukan 90 persen setelah pelaksanaan kegiatan ini.
Tren Riset Kecerdasan Artifisial untuk Prediksi Cuaca Ekstrem: Analisis Bibliometrik Scopus 2015–2025 Loso Judijanto; Hanifah Nurul Muthmainah; Siti Agus Kartini
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 01 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i01.3279

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan prediksi cuaca, khususnya dalam menghadapi fenomena cuaca ekstrem yang semakin meningkat akibat perubahan iklim global. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren perkembangan penelitian mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam prediksi cuaca ekstrem melalui pendekatan analisis bibliometrik. Data penelitian diperoleh dari basis data Scopus dengan rentang publikasi tahun 2015–2025, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk mengidentifikasi pola kolaborasi penulis, institusi, negara, serta hubungan antar kata kunci penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa publikasi dalam bidang ini mengalami peningkatan yang signifikan dan didominasi oleh tema penelitian seperti artificial intelligence, weather forecasting, machine learning, dan extreme weather. Jaringan kolaborasi menunjukkan bahwa beberapa negara seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan India memiliki kontribusi yang dominan dalam pengembangan penelitian di bidang ini, dengan kolaborasi internasional yang cukup kuat. Selain itu, analisis kata kunci mengungkapkan adanya pergeseran fokus penelitian dari pengembangan algoritma kecerdasan artifisial menuju penerapan teknologi tersebut untuk memahami dampak perubahan iklim, memprediksi kejadian cuaca ekstrem, serta mendukung sistem mitigasi bencana dan manajemen risiko. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan artifisial memiliki peran strategis dalam pengembangan sistem prediksi cuaca modern yang lebih akurat dan adaptif terhadap dinamika lingkungan global.
PENERAPAN JARINGAN SARAF TIRUAN DENGAN ALGORITMA PERCEPTRON PADA DETEKSI PENYAKIT BAWANG MERAH Yola Permata Bunda; Siti Agus Kartini; Muhammad Romi Nasution; Asep Supriyanto; Satria Riki Mustafa
Rabit : Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab Vol 9 No 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/rabit.v9i2.4800

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada kemajuan sistem deteksi penyakit bawang merah (Allium ascalonicum) menggunakan Jaringan Saraf Tiruan (JST) dengan Algoritma Perceptron. Bawang merupakan komoditas hortikultura penting dengan kepentingan ekonomi yang substansif di Indonesia. Namun, produksi bawang merah sering terhambat oleh berbagai penyakit yang dapat menyebabkan kerugian signifikan. Identifikasi tepat waktu dan pengelolaan yang efektif terhadap penyakit tersebut sangat penting untuk mengurangi dampak buruknya. Sistem pakar yang memanfaatkan kecerdasan buatan, khususnya JST, telah terbukti efektif dalam deteksi penyakit tanaman. JST meniru cara kerja otak manusia dalam mengenali pola dan membuat keputusan berdasarkan data yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan data gejala penyakit bawang merah yang terdiri dari 13 gejala dan 7 jenis penyakit. Setiap gejala dan penyakit dihubungkan dalam basis pengetahuan yang kemudian dianalisis menggunakan Algoritma Perceptron. Perceptron adalah algoritma pembelajaran terawasi yang digunakan untuk klasifikasi dan pengenalan pola. Proses pelatihan melibatkan inisialisasi bobot dan bias, perhitungan respon output, dan penyesuaian bobot jika terjadi kesalahan. Hasil akhir dari sistem ini adalah identifikasi jenis penyakit yang menyerang bawang merah berdasarkan gejala yang diamati. Implementasi sistem ini mencakup tampilan home, tampilan diagnosa, dan tampilan hasil diagnosa. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk melakukan diagnosa penyakit bawang merah dengan menjawab pertanyaan terkait gejala yang diamati. Hasil diagnosa akan menampilkan jenis penyakit dan solusi yang disarankan. Penelitian ini menunjukkan bahwa Algoritma Perceptron dapat diterapkan secara efektif dalam sistem deteksi penyakit bawang merah, membantu petani dalam mengidentifikasi dan mengelola penyakit dengan lebih cepat dan akurat.