Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS PERFORMANSI DESAIN METODE DETECTOR ALGORITMA MIMO UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS TRANSMISI DATA Rismawaty Arunglabi
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pertama Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.6 KB)

Abstract

Pada penelitian ini, peneliti membahas tentang pengembangan metode algoritma Multiple Input Multiple Output (MIMO) untuk meningkatkan kapasitas transmisidata dengan menggunakan metode detector pada sisi penerima. MIMO yang memiliki beberapa antena pada pemancar dan penerima yang menciptakan diversity antara transmitter dan receiver, yang mana dari lokasi yang berbeda dapat diperoleh spatial diversity. Teknologi MIMO digunakan untuk penyediaan layanan data berkecepatan tinggi secara realtime dengan kinerja yang baik pada multipath fading. Dengan menggunakan metode deteoctorMaximum Likelihood Detector (MLD) padareceiver dan mapping modulasi Quadrature Phase Shift Keying (QPKS) pada metode algoritma MIMO, maka kapasitas transmisi data dan kualitas sinyal pada sisi penerima dapat ditingkatkan. Parameter yang digunakan untuk mengukur kinerja dari metode tersebut yakni Bit Error Rate (BER) dan Signal to Noise Ratio (SNR).
ANALISIS SISTEM MULTI-INPUT MULTI-OUTPUT 3X3 RELAY UNTUK MENINGKATKAN TRANSMISI DATA Apriana Toding; Rismawaty Arunglabi; Charnia Iradat Rapa
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS SISTEM MULTI-INPUT MULTI-OUTPUT 3X3 RELAY UNTUK MENINGKATKAN TRANSMISI DATA
DESAIN PID CONTROLLER PADA MOTOR DC DENGAN MENGGUNAKAN SIMULINK MATLAB Gustria Emanuela; Rismawaty Arunglabi; Nicolaus Allu
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.342 KB)

Abstract

Motor DC merupakan jenis motor yang paling banyak digunakan dibidang industri,elektronik dan lain-lain. Penelitian banyak dilakukan dalam pengembangan pengendali Proportional Integral Derivative (PID). Pengendali yang sudah dikembangkan kemudian di uji menggunakan model matematis yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda yang mendekati karakteristik beberapa sistem yang nyata kemudian dilakukan analisis secara matematis dan simulasi dengan sebuah perangkat lunak. PID sering digunakan dalam dunia industri disebabkan ketangguhannya dalam mengatasi permasalahani. Terdapat kekurangan dalam PID yaitu pada metode penalaan yang dilakukan dengan cara coba-coba(trial and error). Prosedur penalaan dilakukan dengan cara manual yaitu metode trial and error yang hasilnya belum tentu benar, untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan suatu pendekatan alternatif yang dapat mencapai suatu nilai yang relatif lebih baik dan cepat untuk melakukan proses penalaan. Penelitian ini menggunakan metode penalaan Ziegler Nichols. Berdasarkan hasil simulink diperoleh nilai besaran gangguan tanpa pengendali pada putaran motor, untuk gangguan putaran terendah terjadi pada 1904RPM dan gangguan putaran tertinggi mencapai 2213 RPM. Pada pengendali tertala diperoleh nilai besaran gangguan dengan pengendali Kp= 3.6, Ki=2.857, Kd=1.134 diperoleh untuk putaran motor pada gangguan putaran terendah pada 1818 RPM dan gangguan putaran tertinggi mencapai 2176 RPM. Terlihat bahwa pada motor DC dengan pengendali menghasilkan putaran terendah dan putaran tertinggi mengalami penurunan dari putaran nominalnya sebesar 2000 RPM selama 80 detik dan mengalami gangguan koefisien gesek sekitar 20 detik.
Analisis Jaringan Multiple Input Multiple Output (MIMO) Relay Di Desa To’rea Kecamatan Tikala Kabupaten Toraja Utara Dalam Kondisi COVID-19 Apriana Toding; Rismawaty Arunglabi; Charnia Iradat Rapa
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan perdesaan khususnya akses Internet di Desa dalam kondisi Virus corona Covid-19 sangat diperlukan untuk mengatasai keberlangsungan proses pembelajaran jarak jauh terkait yang mengancam dunia pendidikan. Coronavirus-19 (COVID) telah dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO (WHO,2020) Virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia dan telah menyebar secara luas di China dan lebih dari 190 negara dan teritori lainnya. Pada 12 Maret 2020, WHO mengumumkan COVID-19 sebagai pandemik. Hingga tanggal 16 Maret 2020, terdapat dinyatakan oleh pemerintah bahwa proses pembelajaran dalam kelas diberhentikan. Di mulai pada bulan September 2020 dunia pendidikan di Indonesia telah mendapatkan diijikan oleh pemerintah pusat untuk melangsungkan pertemuan dalam kelas namun masih dibatasi untuk Zona Hijau. Di desa To’rea termasuk Zona Hijau yang jauh dari Ibukota Kabupaten Toraja Utara yang tidak memiliki akses internet sehingga peneliti mengambil lokasi untuk menganalisis potensi jaringan internet di desa tersebut dengan system jaringan MIMO Relay. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi suatu jaringan internet untuk sekolah jika pemasangan alat akses teknologi disekitar sekolah yang diperuntukkan untuk para guru dengan sistem jaringan MIMO Relay. Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan, penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dan kuantitatif. Desain penelitian ini adalah mengukur cakupan jaringan apabila askses teknologi dipasang di Sekolah Dasar Negeri 9 Tikala Kabupaten Toraja Utara. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Desa To’rea menunjukkan bahwa masih ada lokasi guru yang belum tercangkau jangkauan jaringan internet apabila dipasang di Sekolah namun dengan system model jarinag MIMO Relay maka akan tejangkau.
Perancangan Sistem Pendeteksi Zat Formalin Pada Tempe Berbasis Arduino Arunglabi, Rismawaty; Allu, Nicolaus; Sambine Giang, Fredy; Apriliana Gultom, Noni
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Joi
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu makanan yang disukai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia adalah tempe, namun seiring dengan perkembangan zaman beberapa oknum produsen tempe berbuat curang dengan memanfaatkan formalin sebagai bahan pengawet. Berawal dari keresahan penggunaan bahan pengawet tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk menghindari pemanfaatan formalin sebagai bahan pengawet. Tujuan dari penelitian ini untuk mengimplementasikan sistem klasifikasi formalin pada tempe berbasis arduino dengan menggunakan sensor TGS2600 sebagai input sensor gas, sensor TCS3600 sebagai sensor warna, Buzzer dan LED sebagai indikator dan LCD I2C 4x20 sebagai penampil data output dari sensor yang digunakan. Penelitian dilakukan dengan mengambil 3 sampel data yakni tempe yang tidak berformalin, tempe berformalin 0,5ml dan tempe berformalin 2ml. Dari hasil penelitian diperoleh nilai gas dari tempe yang tidak berformalin pada angka 0,36 ppm sampai 10,41 ppm sedangkan tempe yang berformalin 0,5ml dihasilkan nilai gas pada angka 10,19 ppm sampai 12,09 ppm dan tempe yang berformalin 2ml dihasilkan nilai gas 12,23 ppm sampai 12,28 ppm. Perubahan nilai warna pada tempe Red - Green - Blue (RGB) diperoleh, tempe yang tidak berformalin nilai warnanya berada pada angka 74 ≥ Red ≤ 84, 89 ≥ Green ≤ 100, dan 74 ≥ Blue ≤ 95. Perubahan nilai warna pada tempe yang diberi formalin nilainya cenderung lebih besar yakni 148 ≥ Red ≤ 227, 172 ≥ Green ≤ 280, dan 169 ≥ Blue ≤ 286. Kata Kunci: Arduino Uno, TGS Figaro 2600, TCS3200, LCD I2C 4x20, Buzzer Abstract One of the foods favored by most Indonesians is tempeh, but along with the times some tempeh producers cheat by utilizing formalin as a preservative. Starting from the unrest of the use of these preservatives, this research was conducted to avoid the use of formalin as a preservative. The purpose of this research is to implement an Arduino-based formalin classification system for tempeh using the TGS2600 sensor as a gas sensor input, TCS3600 sensor as a color sensor, Buzzer and LED as indicators and LCD I2C 4x20 as an output data viewer from the sensors used. The research was conducted by taking 3 data samples, namely tempeh without formaldehyde, tempeh with 0.5ml formaldehyde and tempeh with 2ml formaldehyde. From the results of the study, the gas value of unformalinized tempeh was obtained at 0.36 ppm to 10.41 ppm while 0.5ml formalinized tempeh produced gas values at 10.19 ppm to 12.09 ppm and 2ml formalinized tempeh produced gas values of 12.23 ppm to 12.28 ppm. Changes in the color value of tempeh Red - Green - Blue (RGB) obtained, tempeh that is not formaldehyde the color value is at 74 ≥ Red ≤ 84, 89 ≥ Green ≤ 100, and 74 ≥ Blue ≤ 95. Changes in the color value of tempeh given formalin value tends to be greater, namely 148 ≥ Red ≤ 227, 172 ≥ Green ≤ 280, and 169 ≥ Blue ≤ 286. Keywords: Arduino Uno, TGS Figaro 2600, TCS3200, LCD I2C 4x20, Buzzer.
Analisis Perbandingan Jaringan 4G dan 5G menggunakan Clustering K-Means dalam Implementasi Teknologi AR Makassar Smart City Garry F. Parubak, Alberto; Arunglabi, Rismawaty; Iradat Rapa, Charnia; Lande, Sudianto; Batara, Chris
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Joi
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kunci keberhasilan transformasi suatu kota menjadi Smart City terletak pada penerapan teknologi informasi dan komunikasi yang cerdas dan efisien. Hal ini yang mendorong kota Makassar terus berinovasi dalam mengembangkan berbagai teknologi untuk mematangkan konsep Makassar Smart City. Salah satu teknologi yang sedang dikembangkan adalah Augmented Reality (AR), yang menggabungkan dunia nyata dengan objek maya, namun membutuhkan jaringan yang tepat sesuai kebutuhan pengguna saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini membandingkan jaringan 4G dan 5G dalam implementasi teknologi AR Makassar Smart City dengan berfokus pada aspek dimensi Smart Society. Hasil analisis menggunakan metode Clustering K-Means menyatakan pengguna AR di kota Makassar terbagi atas tiga kelompok, yakni kelompok 1 sebanyak 29% yang memiliki tingkat kepuasan netral terhadap jaringan 4G dan 5G, kelompok 2 sebanyak 54% yang memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap jaringan 5G dibanding 4G, dan kelompok 3 sebanyak 17% yang memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap jaringan 4G dibandingkan jaringan 5G. Kata kunci: Teknologi 4G, Teknologi 5G, Augmented Reality, Clustering K-Means, Makassar Smart City. Abstract The key to the successful transformation of a city into a Smart City lies in the application of information and communication technology that is smart and efficient. This is what encourages Makassar city to continue to innovate in developing various technologies to finalize the Makassar Smart City concept. One of the technologies being developed is Augmented Reality (AR), which combines the real world with maya objects, but requires the right network according to the needs of current users. Therefore, this research compares 4G and 5G networks in the implementation of Makassar Smart City AR technology by focusing on aspects of the Smart Society dimension. The results of the analysis using the K-Means Clustering method state that AR users in Makassar city are divided into three groups, namely group 1 as many as 29% who have a neutral level of satisfaction with 4G and 5G networks, group 2 as many as 54% who have a high level of satisfaction with 5G networks compared to 4G, and group 3 as many as 17% who have a high level of satisfaction with 4G networks compared to 5G networks. Keywords: 4G Technology, 5G Technology, Augmented Reality, K-Means Clustering, Makassar Smart City.
Analisis Perbaikan Tegangan Ujung Menggunakan Tap Trafo dan Grounding Pada Gardu Distribusi di PT PLN (Persero) ULP Alas Sumbawa Adinda Risti Karisma Dewi; Matius Sau; Rismawaty Arunglabi; Charnia Iradat Rapa’
Paulus Chem Engineering Journal Vol 4 No 1 (2025): Vol.4 No.1 Februari 2025 Paulus Chem Engineering Journal
Publisher : Prodi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63365/7pmjmp93

Abstract

Penyaluran energi listrik oleh PT PLN (Persero) harus memenuhi standar kualitas dan efisiensi guna menjaga keandalan layanan kepada pelanggan. Salah satu tantangan utama dalam jaringan distribusi tegangan rendah (JTR) adalah terjadinya jatuh tegangan pada ujung jaringan. Kondisi ini menyebabkan turunnya kualitas layanan dan meningkatnya keluhan pelanggan, khususnya pada Gardu AL016 di ULP Alas Sumbawa dengan tegangan ujung kurang dari 207 V. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya perbaikan tegangan ujung melalui dua metode utama, yaitu pengaturan ulang tap pada transformator distribusi dan pemasangan sistem grounding pada ujung jaringan. Data diperoleh dari pengukuran di lapangan sebelum dan sesudah perbaikan, serta melalui Aplikasi Manajemen Gardu (AMG) milik PT PLN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan ulang tap trafo dari posisi 3 ke posisi 4 berhasil meningkatkan tegangan fasa-netral dari rata-rata 214,33 V menjadi 224,67 V. Selanjutnya, pemasangan grounding pada ujung JTR dapat meningkatkan tegangan mencapai 231,33 V. Tegangan di ujung jaringan yang di bawah 207 V meningkat menjadi rata-rata 216,33 V, dan secara keseluruhan menghasilkan kenaikan tegangan rata-rata sebesar 7,37%. Kedua metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas tegangan dan efisiensi distribusi. 
Analysis of the Effect of Temperature Variations on HC-SR04 Ultrasonic Sensor Distance Measurement Accuracy Based on Tinkercad Simulation Rismawaty Arunglabi; Nicolaus Allu; Hendrick Jackson Andreas Patandianan
ZETROEM Vol 8 No 1 (2026): ZETROEM
Publisher : Prodi Teknik Elektro Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/ztr.v8i1.7637

Abstract

Ultrasonic sensors are used to measure distance based on the reflection of sound waves. However, their accuracy is influenced by temperature changes because temperature determines the speed of sound propagation in air. This study analyzes the effect of temperature variations on the performance of ultrasonic sensors through theoretical analysis and Tinkercad simulation within a range of 0°C to 50°C. The method includes calculating the speed of sound as a function of temperature, analyzing the wave travel time, and simulating distance measurements in a virtual environment. The error value is obtained by comparing the sensor readings with the actual distance. The results show that higher temperatures increase the speed of sound, causing the measured distance to appear shorter, while lower temperatures result in longer readings. The smallest error occurs at 19°C–20°C, when the speed of sound approaches 343 m/s. At extreme temperatures, the measurement error can exceed 5%. These findings confirm that temperature is a key factor affecting ultrasonic sensor accuracy and can serve as a reference for the development of automation and industrial monitoring systems