Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DENGAN INFEKSI NOSOKOMIAL PADA SPREI DI RUANG PERAWATAN PASCABEDAH RSUD LABUANG BAJI KOTA MAKASSAR Rizki Amelia; Nurfardiansyah Burhanuddin
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pertama Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.66 KB)

Abstract

Infeksi nosokomial merupakan suatu masalah yang nyata di seluruh dunia dan terus meningkat. Contohnya, kejadian infeksi nosokomial berkisar dari terendah sebanyak 1% di beberapa Negara Eropa dan Amerika hingga 40% di beberapa tempat Asia, Amerika Latin dan Sub-Sahara Afrika. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling (sampling peluang) atau pengambilan sampel bebas yang dipilih sesuai kriteria inklusi dan eksklusi hingga yang menjadi sampel yaitu 3 ruangan yang masing-masing tiga ruangan tersebut terdapat dua sampel dan menghasilkan 6 sampel. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Identifikasi bakteri Staphylococcus aureus pada sprei di tiga tempat tidur yatu ruang I sampel 1.1, 1.2 dan ruang III sampel 3.2 menunjukkan hasil positif, dan ada tiga yang negative yatu ruang II sampel 2.1 dengan jenis bakteri Staphylococcus lentus, sampel 2.2 jenis bakteri Staphylococcus hominis, dan Ruang III sampel 3.1 jenis bakteri Micrococcus sp. Diharapkan agar pihak Rumah Sakit agar selalu memperhatikan kebersihan ruangan dengan melakukan pembersihan secara rutin menggunakan cairan disinfektan yang ramah lingkungan untuk menekan jumlah bakteri atau dengan meyediakan cairan antiseptik di setiap pintu laboratorium khususnya bagi perawat yang terkontaminasi oleh pasien begitupun sebaliknya.
Peran Petugas Pembina Dalam Pengendalian Perilaku Merokok Pada Narapidana Di Lapas Kelas I Makassar Fauziah Nur Masyurah; Yusriani; Andi Mansur Sulolipu; Rizki Amelia AP; Nurfardiansyah Burhanuddin
Window of Public Health Journal Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/xe4x2293

Abstract

Smoking habits at the Makassar Class I Penitentiary (Lapas) remain a challenge to implementing the Smoke-Free Area (KTR) policy. This condition indicates the need for effective communication strategies from correctional officers to support the control of inmates' smoking behavior. This study aims to examine the role and communication strategies of correctional officers in controlling inmates' smoking behavior in Makassar Class I Penitentiary. This study employed a qualitative, exploratory design and was conducted in February–March 2026. The research informants consisted of four correctional officers, six inmates, and one health worker, all purposively selected. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that correctional officers served as educators, facilitators, and role models in implementing guidance. The communication strategies implemented included persuasive interpersonal communication, group communication, and simple educational media. This strategy was perceived as being able to increase inmates' awareness to reduce smoking habits; however, behavioral changes have not been optimal due to obstacles such as weak enforcement of the Smoke-Free Area policy and the circulation of illegal cigarettes within the prison. This study concludes that effective control of smoking behavior requires a sustainable communication strategy, strengthened implementation of Smoke-Free Area policies, and a conducive environment.