Konservasi terumbu karang menjadi isu penting mengingat perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan mendukung kehidupan masyarakat pesisir. Di wilayah Lombok, kondisi terumbu karang menunjukkan variasi tutupan dari kategori buruk hingga baik, yang dipengaruhi oleh tekanan antropogenik seperti aktivitas wisata, sedimentasi, dan limbah daratan. Rendahnya literasi konservasi sejak usia dini mendorong perlunya edukasi partisipatif bagi anak pesisir sebagai upaya meningkatkan kesadaran lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman 25 anak pesisir di Desa Pare Mas mengenai fungsi terumbu karang, ancaman, dan upaya pelestariannya melalui pendekatan edukasi partisipatif. Program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu pre-test, penyampaian materi interaktif (presentasi, tanya jawab, dan kuis), demonstrasi sederhana transplantasi karang menggunakan alat peraga, serta kegiatan partisipatif berupa mewarnai ekosistem laut. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman dari 20% menjadi 95%, dengan seluruh peserta mengalami peningkatan nilai dan rentang skor meningkat dari 10–40% menjadi 85–100%. Hal ini menunjukkan bahwa metode edukasi yang interaktif dan kontekstual efektif dalam meningkatkan literasi konservasi peserta. Program ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis partisipasi efektif dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini dan berpotensi membentuk perilaku ramah lingkungan. Oleh karena itu, kegiatan serupa disarankan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas cakupannya guna mendukung pelestarian ekosistem terumbu karang di wilayah pesisir.