p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abdi Insani
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN MENGENAI OPTIMALISASI UPAYA PELESTARIAN PENYU DI PANTAI MAPAK INDAH, KELURAHAN JEMPONG BARU, KECAMATAN SEKARBELA Ibadur Rahman; Chandrika Eka Larasati; Ayu Adhita Damayanti; Soraya Gigentika
Jurnal Abdi Insani Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v8i1.373

Abstract

Penyu merupakan salah satu biota laut yang dilindungi karena keberadaannya sudah terancam punah, terutama untuk beberapa jenis penyu, yaitu penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu kemp’s ridley (Lepidochelys kempii) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Terbatasnya informasi yang diterima masyarakat menyebabkan upaya pelestarian penyu dilakukan secara tradisional sehingga tidak berjalan optimal, salah satunya yang terjadi di Pantai Mapak Indah, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya Kelompok Pelestari Penyu Pantai Mapak Indah mengenai bentuk-bentuk upaya pelestarian penyu yang baik dan benar. Berdasarkan pengamatan dan hasil wawancara selama kegiatan pengabdian ditemukan beberapa kegiatan dalam upaya pelestarian penyu di Pantai Mapak Indah yang dirasa kurang sesuai sehingga perlu untuk diluruskan dan diperbaiki. Rekomendasi yang diberikan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain terkait dengan lokasi pengambilan telur, desain sarang peneluran, waktu pelepasan tukik, pemberian pakan tukik, dan keramaian akibat tingginya aktivitas warga di lokasi pelestarian penyu. Masyarakat menyambut baik rekomendasi yang diberikan dan berharap dapat mendapatkan pendampingan secara kontinu sehingga kegiatan pelestarian penyu dapat semakin dioptimalkan. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya pengelola wisata penyu Pantai Mapak Indah karena menambah wawasan mereka mengenai praktek konservasi penyu yang baik dan benar
PENINGKATAN LITERASI KONSERVASI TERUMBU KARANG ANAK PESISIR MELALUI EDUKASI PARTISIPATIF DI TANJUNG RINGGIT, LOMBOK TIMUR Nenik Kholilah; Rusmin Nuryadin; Sitti Hilyana; Nurliah Nurliah; Paryono Paryono; Soraya Gigentika; Sholihati Lathifa Sakina; Umbu Domu Wora
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 5 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i5.3529

Abstract

Konservasi terumbu karang menjadi isu penting mengingat perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan mendukung kehidupan masyarakat pesisir. Di wilayah Lombok, kondisi terumbu karang menunjukkan variasi tutupan dari kategori buruk hingga baik, yang dipengaruhi oleh tekanan antropogenik seperti aktivitas wisata, sedimentasi, dan limbah daratan. Rendahnya literasi konservasi sejak usia dini mendorong perlunya edukasi partisipatif bagi anak pesisir sebagai upaya meningkatkan kesadaran lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman 25 anak pesisir di Desa Pare Mas mengenai fungsi terumbu karang, ancaman, dan upaya pelestariannya melalui pendekatan edukasi partisipatif. Program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu pre-test, penyampaian materi interaktif (presentasi, tanya jawab, dan kuis), demonstrasi sederhana transplantasi karang menggunakan alat peraga, serta kegiatan partisipatif berupa mewarnai ekosistem laut. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman dari 20% menjadi 95%, dengan seluruh peserta mengalami peningkatan nilai dan rentang skor meningkat dari 10–40% menjadi 85–100%. Hal ini menunjukkan bahwa metode edukasi yang interaktif dan kontekstual efektif dalam meningkatkan literasi konservasi peserta. Program ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis partisipasi efektif dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini dan berpotensi membentuk perilaku ramah lingkungan. Oleh karena itu, kegiatan serupa disarankan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas cakupannya guna mendukung pelestarian ekosistem terumbu karang di wilayah pesisir.