Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Joong-Ki

Pelatihan Penguatan Kesadaran Berkoperasi Anggota KSP Tirtadana Lena Ellitan; Ninuk Muljani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.950

Abstract

Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat Indonesia yang demokratis dan berwatak sosial. Koperasi adalah selain suatu bentuk perkumpulan dimana orang orang yang miskin dan lemah ekonominya bekerja sama untuk memperbaiki nasibnya, juga merupakan suatu usaha yang bergerak di bidang ekonomi. KSP Tirtadana adalah koperasi yang yang beranggotakan perkumpulan anggota yang tergabung secara sukarela dan atas dasar persamaan hak dan kewajiban yang bertujuan untuk melakukan simpan pinjam. KSP Tirtadana yang berkembang dan konsisten dalam menjalankan prinsip dan nilai-nilai koperasi. ditemukan beberapa permasalahan anggota terkait dengan kurangnya kesadaran anggota dalam melakukan proses simpan pinjam. Para anggota masih memiliki persepsi bahwa simpan pinjam bisa dilakukan dalam jumlah yang sama atau lebih besar dari jumlah simpanan yang mereka miliki. Permasalahan keterlambatan pembayaran angsuran juga perlu menjadi perhatian utama pengelola koperasi. Berdasar hasil diskusi awal dengan pengelola koperasi tersebut maka tim dari PS Manajemen Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya mengadakan program pelatihan dan pembinaan anggota terkait dengan upaya membangun kesadaran anggota dalam berkoperasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan alternatif solusi agar anggota mengerti dengan benar apa yang menjadi hak dan kuajibannya. Dengan antusiasme pengurus dan peserta maka direncanakan kegiatan pelatihan bersamaan dengan pertemuan rapat anggota secara Luring sekitar bukan Perbruari 2023. Kegiatan pelatihan terutama yang bermanfaat untuk para anggota dengan topik-topik yang relevan akan diselenggarakan berdasar kesepakatan waktu antara tim dan anggota.
Pelatihan Budaya dan Etos Kerja pada Karyawan Perkebunan di Desa Melo, Kabupaten Manggarai Barat Lena Ellitan; Lina Anatan
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3: Mei 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i3.3666

Abstract

Budaya dan etos kerja memiliki peran penting dalam mempengaruhi motivasi kerja karyawan dan menjadi faktor penentu tinggi atau rendahnya kinerja karyawan. Mengingat pentingnya budaya dan etos kerja, pelatihan tentang budaya dan etos kerja penting diberikan untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan pemahaman sehingga dapat memotivasi karyawan dan meningkatkan kinerja karyawan. Pelatihan budaya dan etos kerja dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2024 dengan peserta pelatihan meliputi pengurus, manajer, teknisi, dan para karyawan perkebunan di Desa Melo, Kabupaten Manggarai Barat. Berdasarkan hasil berbagi pengalaman antar pengurus, manajer, teknisi, dan karyawan dapat diidentifikasi beberapa hal penting untuk pengembangan sumber daya manusia meliputi: 1) perlunya aspek kesetiaan dan dedikasi sumber daya manusia terhadap organisasi, 2) perlunya keseimbangan dalam pemberian upah bagi karyawan perkebunan, 3) perlunya peningkatan sarana dan prasaranan perkebunan, 4) perlunya kejelasan dalam struktur kerja karyawan. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa para peserta menilai pelatihan sangat bermanfaat dan memberikan pemahaman peserta tentang pentingnya budaya dan etos kerja dalam memotivasi dan mempengaruhi kinerja karyawan. Secara spesifik, pelatihan dinilai memberikan tambahan pengetahuan khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia yang sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi karyawan perkebunan secara khusus dan masyarakat Flores secara umum. Dengan mempertimbangkan dampak positif kegiatan pelatihan ini, maka kegiatan penyegaran dan pelatihan serta diskusi lebih lanjut antara tim pendampung, pengurus, manajer, teknisi, serta karyawan perkebunan perlu dilaksanakan secara berkala dengan topik-topik sesuai kebutuhan karyawan.