Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Acuan Desain Untuk Kegiatan & Fasilitas Ruang Menyusui Pasar Kramat Jati Dan Pasar Mayestik, Jakarta Ruth Euselfvita Oppusunggu; Anisa Rimba; Yenty Rahardjo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.99 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.656

Abstract

Ruang menyusui, pendukung peran ibu beraktivitas dan bekerja di luar rumah, menjadi ruang yang perlu ada di bangunan publik berdasarkan Permen Kesehatan RI No.15 Tahun 2013. Pasar rakyat sebagai bangunan publik juga menyediakan ruang menyusui dengan mengacu pada Permen PUPR 14/PRT/M/2017. Pasar rakyat Jakarta dapat dikelompokkan menjadi 2: pasar besar dan pasar kecil. Luas ruang menyusuinya seturut dengan jenis pasarnya. Pasar Mayestik dan Pasar Kramat Jati adalah subjek paper ini, representatif dari pasar besar Jakarta. Sementara itu, konsep ruang menyusui relatif baru dan cenderung tidak fungsional bagi pengguna pasar, pedagang dan pembeli wanita menyusui atau memiliki balita, karena ternyata aktivitas mereka dan balita mereka lebih dari sekedar menyusui dan membersihkan balita yang disediakan pada ruang menyusui yang ada. Paper ini memaparkan perjalanan pengabdian akademis Program Studi Desain Interior, melalui 8 minggu matakuliah Desain Masyarakat dan Lingkungan, dengan metode berpikir desain (design thinking) terhadap aspirasi pengguna untuk acuan desain ruang menyusui yang lebih kontekstual terhadap aktivitas beserta fasilitasnya. Pengabdian ini juga merupakan kelanjutan dari kolaborasi PD Pasar Jaya dan Desain Interior, School of Design, Universitas Pelita Harapan untuk Program CSR Desain Ruang Menyusui, serta PKM Internal Universitas Pelita Harapan untuk Mendesain Ruang Menyusui dan Perawatan Bayi di Pasar Tradisional DKI Jakarta.
FAKTOR X: INISIASI IDE RANGKA SUSUN PERKEBUNAN MELON DI RUANG TERBATAS MELALUI KOLABORASI ANTARSTUDI Ruth Euselfvita Oppusunggu; Felicia Kua; Martin Luqman Katoppo; Hady Soenarjo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2659

Abstract

Ruang merupakan tantangan perkebunan urban. Hal yang juga dialami Pak Sam dan teman-temannya dalam berkebun melon di area terpinggirkan Jakarta Utara. Sementara itu, pembelajaran untuk mencari solusi berdasarkan riset, berkolaborasi antarstudi, dan mengalami langsung menjadi tantangan sekaligus membangun antusiasme mahasiswa/i. Kedua hal ini berpadu dalam pembelajaran bersama antara mahasiswa/i dari berbagai program studi Universitas Pelita Harapan dengan Singapore Polytechnic International dalam program Learning Express. Dalam program pembelajaran selama 10 hari ini, yang juga diproyeksikan pada sustainable develeopment goals (#8 decent work and economic growth, #12 responsible consumption and production) mahasiswa/i menggunakan metode design thinking untuk berproses, yang singkatnya terdiri dari tahap menemukan, membedakan, dan menjadikan dari masalah dan potensi hingga sampai ke purwarupa solusi untuk menginisiasi Pak Sam dan teman menjawab tantangan berkebun di ruang urban yang terbatas.
RANTANG SUSUN: IDEASI PEMANFAATAN MAGOT UNTUK ATASI SAMPAH ORGANIK DAN EKONOMI KOMUNAL Ruth Euselfvita Oppusunggu; Griselda Valentina; Martin Luqman Katoppo; Vanya Tjioe
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2661

Abstract

Ruang dan waktu merupakan tantangan nyata dalam budidaya magot secara komunal. Siklus kehidupan magot (dari pupa menjadi lalat hitam dan kembali menjadi pupa) membutuhkan ruang hidup dan perlakuan yang berbeda. Tantangan ini seringkali menyulitkan masyarakat yang tinggal di daerah penyangga kota untuk mengatasi sampah organik secara mandiri dengan magot, sekaligus membudidayakan dan menjual magot secara berkelompok. Terinspirasi oleh sustainable development goals (#8 decent work and economic growth, #11 sustainable cities and communities, #12 responsible consumption and production), Universitas Pelita Harapan dengan Singapore Polytechnic International menyelenggarakan program Learning Express untuk mahasiswa/i bersama warga Kranggan, Tangerang Selatan menjawab tantangan tersebut. Selama 10 hari, mahasiswa/i dari berbagai program studi menggali masalah dan potensi, menyisir tema tantangan, memformulasikan pertanyaan yang tepat, dan membangun purwarupa solusi dengan metode design thinking. Pada akhir program, mahasiswa/i memberikan ideasi sebuah wadah yang mudah dibawa untuk magot pupa berfungsi mengatasi sampah organik sekaligus menjadi sumber pendapatan warga secara komunal, sambil wadah ini beradaptasi terhadap keterbatasan ruang dan waktu (siklus magot) yang warga hadapi.