Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DISEMINASI ALAT DESTILASI PEMBUATAN BAHAN BAKAR MINYAK DARI SAMPAH PLASTIK TIPE PP DAN LDPE DI DESA MINANGA TIMUR Priyono Priyono; Steve W. M. Supit; Arief Kumaat; Artian Sirun
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.702 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1261

Abstract

Abstrak. Sampah plastik yang tidak terurai telah menjadi permasalahan utama penduduk desa maupu perkotaan yang menyebabkan polusi lingkungan dan berdampak negatif pada kesehatan masyarat. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah penanganan yang salah satunya adalah melalui inovasi teknologi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak yang bertujuan selain sebagai solusi alternatif pengolahan sampah plastik juga dalam rangka meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui hasil pengolahan sampah plastik. Diseminasi teknologi destilasi pembuatan bahan bakar dari sampah plastik dilakukan di Desa Minanga Timur, Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara dimana peralatan destilasi disiapkan di Laboratorium Pusat Unggulan Teknologi, Politeknik Negeri Manado yang kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan workshop yang melibatkan kelompok masyarakat di Desa Minanga Timur. Hasil dari pengolahan sampah plastik yang dilakukan dapat menghasilkan kurang lebih 1,5 liter bahan bakar minyak dari pembakaran 3 kg sampah plastik. Hal ini dapat mengurangi sampah plastik harian, meningkatkan keterampilan kelompok masyarakat dan diharapkan dapat membantu kesejahteraan dan perekonomian masyarakat melalui bahan bakar minyak pengganti minyak tanah yang dihasilkan. Dalam kegiatan ini sinergitas pemerintah dan masyarakat perlu ditingkatkan dalam rangka menciptakan masyarakat yang sadar lingkungan sehingga mampu berpartisipasi aktif mulai dari memilah sampah plastik sampai pada pengolahannya.
Pemanfaatan Limbah Penyulingan Minyak Nilam Dan Sekam Padi Dalam Pembuatan Biobriket Sebagai Bahan Bakar Alternatif Dengan Dominan Limbah Nilam Vincent Putra Tandiapa; Alfred Noufie Mekel; Artian Sirun; Tineke Saroinsong
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v6i2.1666

Abstract

Limbah penyulingan minyak nilam (Pogostemon cablin) dan sekam padi merupakan limbah pertanian dan agroindustri yang melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal di Desa Talawaan, Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik bahan bakar biobriket yang dibuat dari campuran limbah penyulingan minyak nilam dan sekam padi pada tiga variasi komposisi (Sekam Padi (SP) : Limbah Nilam (LN) = 20:80, 30:70, dan 40:60 berdasarkan berat) dengan perekat tepung tapioka. Parameter proksimat, yaitu kadar air, kadar abu, dan kadar zat menguap, diuji di laboratorium terakreditasi Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Manado mengacu pada SNI 01-6235-2000, sedangkan kadar karbon tertambat dihitung dengan metode selisih dan laju pembakaran diukur sebagai rasio kehilangan massa terhadap waktu pembakaran. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan proporsi sekam padi menurunkan kadar air dari 19,59% menjadi 14,39% dan kadar zat menguap dari 43,65% menjadi 38,38%, sementara kadar abu meningkat dari 26,73% menjadi 34,44%, yang diduga dipengaruhi oleh kandungan silika sekam padi yang tinggi. Laju pembakaran relatif sama pada komposisi 20% dan 30% sekam padi (0,602 dan 0,605 g/menit), namun menurun pada komposisi 40% sekam padi menjadi 0,484 g/menit. Ketiga variasi belum memenuhi syarat SNI 01-6235-2000 untuk kadar air dan kadar abu (maksimal 8%), meskipun komposisi 30:70 menunjukkan kinerja terbaik di antara ketiga variasi yang diuji. Temuan ini melengkapi penelitian pendamping mengenai mesin press hidrolik yang dikembangkan untuk bahan baku ini sekaligus menjadi data dasar untuk optimasi proses pencetakan briket selanjutnya.