Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEMANDIRIAN DAN KEMAMPUAN REGULASI EMOSI ANAK USIA DINI Sarah Emmanuel Haryono; Henni - Anggraini; Siti - Muntomimah
Jurnal Warna : Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2018): Maret
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.89 KB) | DOI: 10.24903/jw.v3i1.204

Abstract

Parenting is the way parents to educated their children. Each parent has different educational habits. Parenting patterns applied by parents in a family also vary, it is strongly influenced by how parents want to treat their children. In general, there are 3 parenting patterns, namely: authoritative, permissive, and democratic. When parents agree to apply the pattern of parenting that is considered the most ideal for their children, then the pattern of  parenting that will apply the pattern of personality and habits within the child. In carrying out the parenting process of a parent child can provide an opportunity for the child to serve his needs on the simple side of things, as: when a one-year-old child begins to learn to hold a spoon and feed the food into his mouth by himself, in the supervision of his parents. Autonomy must be nurtured from an early age, and it is expected that autonomy can develop within the child. In developing the pattern of self-awareness in early childhood, as stated by Havinghurst that within a child there is an ability to make arrangements fortheir  emotion that is nothing but the ability to perform emotional regulation. In this study, researchers want to know how much influence of adopted parenting by the elderly on independence and emotional regulatory ability in early childhood. The design used in this study is quantitative, by developing 3 kinds of scale instruments, namely: the scale of parenting, the scale of autonomy, and the scale of emotional regulation. The scale is used to measure each of the variables present in this research. The result of hypothesis test using anova formula, with the help of SPSS.17, shows a significance value of 0.002 with a significance level of 0.05 (95%), indicating that there is a significant influence of parenting pattern on the independence and emotional regulation ability of the child early.
Penerapan Kegiatan Outbound untuk Mengembangkan Kemampuan Bahasa pada Anak TK B di TK ABBA 8 Kepanjen Sarah Emmanuel Haryono; Henni Anggraini; Siti Muntomimah
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.046 KB) | DOI: 10.33366/japi.v5i1.1795

Abstract

Perkembangan bahasa adalah salah satu aspek yang harus dikembangkan didalam diri anak usia dini. Perkembangan bahasa sangat penting dan menunjang setiap aspek didalam diri anak usia dini. Perkembangan bahasa mencakup kemampuan yang terkait dengan keaksaraan. Kemampuan keaksaraan meliputi beberapa indikator, yaitu: 1) Memahami aturan dalam suatu permainan, 2) Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi yang sama, 3) Menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap, dan 4) Menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi atau huruf awal yang sama. Upaya mengembangkan kemampuan bahasa pada anak usia dini perlu adanya kegiatan yang dapat memberikan stimulasi, yang menarik dan efektif bagi anak usia dini. Kehidupan anak usia dini tidak terlepas dari kegiatan bermain, maka pengabdi merancang sebuah kegiatan bermain didalam setting outbound, yang meliputi 3 macam permainan, yaitu: bisik berantai, bola berkata, dan holahoop. Kegiatan outbound diimplementasikan bagi anak TK B di TK ABBA 8 Kepanjen.
Pelatihan Teknik Self Control untuk Mengurangi Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini Henni Anggraini; Sarah Emmanuel
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.528 KB) | DOI: 10.33366/japi.v5i2.1768

Abstract

Generasi Alpha merupakan generasi milenial yang sangat akrab dalam penggunaan teknologi. Kebutuhan akan teknologi tidak bisa terpisahkan dari generasi mereka. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada guru dan orang tua peserta didik di PAUD Tunas Bangsa Krebet Bululawang. Para peserta didik di PAUD tersebut sudah mulai mengenal gadget sejak usia dua tahun. Tujuan penggunaan gadget oleh orang tua selain untuk belajar namun juga untuk mengalihkan perhatian anak  dan agar lebih tenang ketika orang tua melakukan aktivitas sehingga tidak mengganggu kegiatan orang tua mereka. Untuk mencegah kecanduan gadget pada anak melalui pelatihan self control ini diharapkan orang tua memahami dan memiliki kemampuan  melakukan kontrol diri terhadap anak mereka melalui pendampingan dan pengawasan selama penggunaan gadget di rumah. Kegiatan Pelatihan  kami lakukan di PAUD Tunas Bangsa Bululawang yang diikuti oleh guru dan orang tua murid di PAUD Tunas Bangsa Krebet Bululawang sebanyak 24 peserta. Pada pelatihan Teknik self control ini peserta yaitu guru dan orang tua dapat memahami serta menerapkan teknik self control tersebut sesuai dengan permasalahan yang dialami peserta didik di PAUD Tunas Bangsa Krebet Bululawang. 
Terapi Disabilitas Anak Berkebutuhan Khusus Pendidikan Anak Usia Dini dengan Eksperimen Berbasis Sains Hena Dian Ayu; Henni Anggraini; Akhmad Jufriadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 3, No 2 (2023): Abdira, April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v3i2.333

Abstract

This community service program aims to provide knowledge and prepare people with disabilities to have cognitive and social provisions and independence. The implementation method of this service program is by transferring technology and knowledge, through workshops, mentoring, monitoring and socializing books and demonstrating science experimental therapy. Monitoring and evaluation will also be carried out to find out the feedback and achievements of this activity. The method of this program is to use science experiment-based therapy with the concept of my environment is my experimental space.  The results of this program have proven to have an impact on improving the social and motor skills of partners. With experimentation, there will be social communication between the companion and the disability of ECE (Early Childhood Education)) crew so that the transfer of strengthening their social abilities and character can also be well established. Science experiments can be an easy, practical, precise and fun solution for them.
Role-Playing Activities in Improving Responsibility among Children Aged 5–6 Years: A Classroom Action Research Nur Lailatul Farcha; Henni Anggraini; Mochamad Ramli Akbar
Educare : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/educare.v6i1.4366

Abstract

This study aimed to improve responsibility among children aged 5–6 years through role-playing activities at Baitul Muchlisin Kindergarten. The research employed Classroom Action Research (CAR) based on the cyclical model consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The participants involved 16 children aged 5–6 years in Group B. The study was conducted in two cycles, with each cycle consisting of two meetings designed to enhance children’s responsibility, particularly in maintaining personal hygiene, following classroom routines, and completing simple tasks independently. Data were collected through observation, documentation, field notes, and assessment rubrics using qualitative and quantitative descriptive approaches. The intervention implemented “teacher–student” role-playing scenarios in which children alternated roles as teachers and students in simulated classroom situations related to personal hygiene and responsible behavior. Reflection results from Cycle I indicated that children still required considerable teacher guidance; therefore, Cycle II integrated additional learning supports, including role cards, hygiene posters, mirrors, personal hygiene tools, praise, and reward stickers to increase participation and independence. Quantitative findings demonstrated a significant improvement in responsibility scores from 50.19% in Cycle I to 91.02% in Cycle II. Qualitative findings further revealed improvements in children’s confidence, independence, participation, and awareness in maintaining personal hygiene and encouraging peers to practice clean habits. These findings indicate that role-playing activities effectively strengthen responsibility and character development in early childhood education.
Penerapan Metode Fonik dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Speech Delay di Klinik FQ Kabupaten Malang Silvianti Hananingtyas; Rina Wijayanti; Henni Anggraini
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1974

Abstract

Bahasa dan bicara merupakan aspek penting dalam perkembangan anak karena tidak hanya menjadi sarana komunikasi tetapi juga sebagai dasar dalam perkembangan kognitif, sosial dan emosional anak. Di Indonesia, kasus speech delay menunjukkan prevalensi yang cukup tinggi sehingga intervensi yang tepat sangat diperlukan untuk menunjang perkembangan bicara anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode fonik dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada anak speech delay di Klinik FQ. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap partisipan penelitian dan terapis. Subjek penelitian merupakan anak dengan hambatan speech delay sejumlah satu anak. Proses terapi dimulai dari pengenalan bunyi huruf vokal, penggabungan bunyi konsonan-vokal, penggabungan suku kata, pembentukan kata sederhana, hingga penggunaan kata dalam konteks komunikasi sehari-hari. Penelitian ini menegaskan bahwa metode fonik yang diterapkan secara sisteematis, bertahap, dan dalam suasana yang menyenangkan merupakan stategi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan bicara anak speech delay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode fonik memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan berbicara anak speech delay, terutama dalam aspek pengenalan bunyi bahasa, perbaikan artikulasi, peningkatan kemampuan vokal, pengayaan kosakata, serta peningkatan konsentrasi dua arah.
Permainan Parvitas untuk Meningkatkan Kreatifitas Anak Usia 5-6 Tahun di TK Dharma Wanita Persatuan 4 Senggreng Kecamatan Sumberpucung Malang Semiarni Semiarni; Henni Anggraini; M. Ramli Akbar
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1986

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana permainan Parvitas untuk meningkatkan kreativitas anak usia 5–6 tahun di TK Dharma Wanita Persatuan 4 Senggreng, Kecamatan Sumberpucung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah anak kelompok usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas dan kemampuan kreativitas anak selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan Parvitas mampu meningkatkan kreativitas anak secara signifikan. Pada tahap pra tindakan, tingkat kreativitas anak berada pada persentase 35%. Setelah pelaksanaan Siklus I, kreativitas meningkat menjadi 45%, dan pada Siklus II mengalami peningkatan yang lebih tinggi hingga mencapai 78%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan Parvitas merupakan strategi pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini, khususnya pada anak usia 5–6 tahun di TK Dharma Wanita Persatuan 4 Senggreng.
Pemanfaatan Media Smart Board Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Huruf Hijaiyah Anak Usia 5-6 Tahun Di KB Ar-Rohmah I Singosari Choiro Umatin; Mochammad Ramli Akbar; Henni Anggraini
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2026): CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, Januari 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v3i1.2317

Abstract

Basic education plays a crucial role in providing students with basic knowledge and skills, including reading skills as a foundation for subsequent learning. Early reading skills, particularly reading the hijaiyah letters, require serious attention because they impact advanced reading skills. Initial observations in class B of KB Ar-Rohmah I Singosari showed that most children aged 5–6 years were unfamiliar with the hijaiyah letters and experienced reading difficulties, resulting in suboptimal learning activities. This situation necessitates the use of engaging learning media that are appropriate to the characteristics of early childhood. This study aims to determine the use of smartboards and their impact on the hijaiyah reading skills of 5–6-year-old children at KB Ar-Rohmah I Singosari. This study used the Classroom Action Research (CAR) method, implemented in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. Smartboards were used to visually and interactively display the Hijaiyah letters to help children recognize and read them more easily. The results showed that: the use of smartboards in teaching the Hijaiyah letters at KB Ar-Rohmah I Singosari was implemented through lesson planning, visual and audio presentation of the Hijaiyah letters, teacher pronunciation demonstrations, interactive reading activities, and evaluation of children's development. The use of smartboards proved effective in improving the reading skills of children aged 5–6 years. Improvements were seen in letter recognition, pronunciation accuracy, reading fluency, and self-confidence. In Cycle I, children's reading skills began to improve, while in Cycle II, the improvement became more significant and stable, thus achieving the research success indicator.
Permainan Bowling Huruf Untuk Meningkatkan Kemampuan Pra Membaca Di TK Muslimat NU 10 Ngebruk Sumberpucung Malang Ike Putri Aisyah; Ayu Asmah; Henni Anggraini
Efektor Vol 13 No 1 (2026): Efektor Vol.13 No.1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v13i1.28355

Abstract

   Kemampuan pra membaca merupakan aspek penting dalam perkembangan literasi anak usia dini yang perlu distimulasi melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pra membaca anak usia 5–6 tahun di TK Muslimat NU 10 Ngebruk Sumberpucung Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pra membaca anak usia 5–6 tahun melalui penerapan permainan bowling huruf. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 21 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi menggunakan lembar observasi kemampuan pra membaca yang meliputi kemampuan mengenal simbol huruf, bunyi dan bentuk huruf, membedakan huruf yang mirip, serta melafalkan huruf dengan benar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pra membaca anak, yaitu dari 35% pada tahap pra tindakan, meningkat menjadi 45% pada siklus I, dan mencapai 78% pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa permainan bowling huruf dalam meningkatkan kemampuan pra membaca anak usia 5–6 tahun karena mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna.