Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Fakultas Pertanian

IDENTIFIKASI DAUN TANAMAN DITINJAU DARI KOMPOSISI NUTRIEN DAN PROPORSI PEMANFAATANNYA UNTUK PAKAN TERNAK KAMBING Seni, Rafael; Susanti, Sri; Supartini, Nonok
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2015 di Kecamatan Ampelgading dan Wonosari Kabupaten Malang. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis daun tanaman, komposisi nutrien dan proporsi pemanfaatannya untuk pakan ternak kambing. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Objek penelitian adalah daun tanaman yang sering diberikan oleh responden. Responden penelitian adalah 50 orang peternak kambing yang tinggal di Dusun Argosuko Desa Argoyuwono Kecamatan Ampelgading dan 30 orang peternak kambing di Dusun Rekesan Desa Sumberdem Kecamatan Wonosari. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pakan hijauan yang sering diberikan oleh peternak lebih didominasi oleh hijauan jenis leguminosa dengan kadar protein cukup tinggi berkisar 19,23-27,85%. Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala), Gamal (Gliricidia sepium) dan Kaliandra (Calliandra calothyrsus), paling banyak digunakan peternak dengan proporsi penggunaan berkisar 73,3-100%, sedangkan daun Nangka (Artocarpus heterophyllus) dan Sengon (Paraserianthes falcataria) digunakan responden dengan proporsi 56,7-65,3%. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa jenis daun tanaman yang sering diberikan oleh peternak didominasi jenis leguminosa pohon.
PROFIL KONSUMSI PAKAN BASAL HARIAN DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN KAMBING DI PETERNAK RAKYAT (Studi Kasus di Dusun Prodo Desa Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang) Nini, Dominikus Dama; Susanti, Sri; Astuti, Farida Kusuma
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to study a profile of the basal feed intake and average daily gain (ADG) of goat. The research was conducted in Klampok Village Singosari Subdistrict Malang with the case study method. The generally observations were conducted on fifty farmers. Feed intake and ADG of goat were measured in ten respondents, with criteria the ownership of livestockmore than 2 head and breeding time at least for six years.The research variables were breeder profile, forages type, feed intake and ADG.The data obtained was tabulated, calculated average, standard deviation and analyzed descriptively. The results showed that the type of forage that is often given were Thitonia diversifolia, Paraserianthes falcataria, Brachiaria sp., Sacharum officinarum, Calliandra calotyrsus and Leucaena leucocephala. Dry matter intake during the study 12.92 kg per animal unit, it was equal 3.98% body weight of goat. Average daily gain on lamb 55,60g/head; young goat 82,33g/head and adult goat 80,57 g/head. Tujuan penelitian menentukan pola konsumsi pakan basal harian dan pertambahan bobot badan (PBB) kambing.Penelitian dilaksanakan di Desa Klampok Kecamatan Singosari Malang, dengan metode studi kasus. Pengamatan secara umum dilakukan terhadap 50 peternak. Konsumsi pakan dan PBB ternak kambing diukur pada 10 orang responden dengan kriteria kepemilikan ternak lebih dari 2 ekor dan lama beternak minimal 6 tahun.Variabel penelitian adalah profil peternak, jenis pakan hijauan, konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pakan hijauan yang sering diberikan pada ternak kambing adalah Thitonia diversifolia, Paraserianthes falcataria, Brachiaria sp., Sacharum officinarum, Calliandra calotyrsus dan Leucaena leucocephala. Konsumsi bahan kering (BK) 12,92 kg/ST setara dengan 3,98% dari bobot badan kambing. Rata-rata pertambahan bobot badan harian anak kambing 55,60g/ekor, kambing muda 82,33g/ekor dan kambing dewasa 80,57 g/ekor.
PENGARUH PERBEDAAN LEVEL PEMBERIAN TEPUNG KECAMBAH TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN PRODUKSI TELUR AYAM KEDU Duka, Andro Umbu; Susanti, Sri; Darmawan, Hariadi
Fakultas Pertanian Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to study the effect of using flour sprouts on feed intake and eggs production of Kedu chicken. The material consisted of 16 Kedu chickens, yellow corn, pollard, meat flour, minerals, dl-methionine 2%, lysine 0.50%, tomato waste, vegetables waste, fish waste, sprouted flour. Sprouted flour was giving as much as 5-15% in the feed. The study used an experimental method, designed in a completely randomized design (CRD) with 4 treatments 4 replications. The treatments tested were P0 (Feed without sprouts), P1 (Feed + 5% flour sprouts), P2 (Feed + 10% flour sprouts), P3 (feed + 15% flour sprouts). The results showed that the addition of 5-15% sprouts to the feed had no significant effect (P>0.05) on feed intake and egg production of Kedu chicken. The addition of flour sprouts up to 15% in feed gives the same response to feed intake and egg production of Kedu chicken. It is recommended to further research about the addition of flour sprouts with levels that are more varied or higher than 15%, so that they can provide more accurate information about the potential of sprouts flour as chicken feed. Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh penggunaan tepung kecambah dalam pakan terhadap konsumsi pakan dan produksi telur ayam Kedu. Materi yang digunakan terdiri dari 16 ekor ayam Kedu, jagung kuning, pollard, tepung daging, mineral, dl-metionin 2%, lisin 0,50%, limbah tomat, limbah sayur, limbah ikan, tepung kecambah. Penggunaan tepung kecambah sebanyak 5-15% dalam pakan. Penelitian menggunakan metode percobaan, dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu P0 (Pakan ransum tanpa kecamba), P1 (Pakan ransum+5% tepung kecambah), P2 (Pakan ransum + 10% tepung kecambah), P3 (pakan ransum + 15% tepung kecambah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kecambah sebanyak 5-15% pada pakan memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan dan produksi telur ayam Kedu. Penambahan tepung kecambah hingga 15% pada pakan memberikan respon yang sama terhadap tingkat konsumsi dan produksi telur ayam Kedu. Disarankan perlu penelitian lebih lanjut tentang penambahan tepung kecambah dengan level yang lebih bervariasi atau lebih tinggi dari 15%, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih akurat tentang potensi tepung kecambah sebagai pakan ayam.