Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFFECTIVENESS OF OSMOPROTECTANTS IN IMPROVING AROMA QUALITY AND YIELD OF PARE WANGI UPLAND RICE VARIETY GROWN ON TWO DIFFERENT SOIL TYPES IN EAST NUSA TENGGARA I.G.B. Adwita Arsa; Ariffin Ariffin; Nurul Aini; H.J.D. Lalel
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 38, No 3 (2016): OCTOBER
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v38i3.672

Abstract

This study aimed to evaluate the effectiveness of exogenous osmoprotectant application in increasing the stability of aroma quality and grain yield of Pare Wangi on different soil types. A two factors greenhouse experiment was designed according to Split Plot design with three replications. The first factor was soil types of specific and target location. The second factor was application of exogenous osmoprotectants, i.e. without osmoprotectant, 10 mM proline, 20 mM proline, 10 mM sorbitol, 20 mM sorbitol, 10 mM sucrose and 20 mM sucrose. Observed data included soil physical and chemical properties, rice vegetative and reproductive growth and physiological characters, and rice aroma quality. Collected data were subjected to analysis of variance, followed by an Honestly Significant Difference (HSD) post hoc and a simple correlation tests. Results indicated that grain yield per pot was higher on soil from target location than on soil from specific location, but concentration of proline and 2AP, and the aroma scores were in the opposite direction. Besides more effective in increasing grain yield, the osmoprotectants proline and sucrose, each at 10 mM, were also better in maintaining rice aroma quality compared tosorbitol osmoprotectants, and aroma score showed a significantly positive correlation with 2AP concentration. 
Penerapanan Analisis Twin dalam Pengembangan Desa Wisata di Desa Bokor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang Euis Elih Nurlaelih; Sitawati Sitawati; Nurul Aini; Yogi Sugito; Mudji Santoso; Medha Baskara; Dewi Ratih Rizki Damaiyanti
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.563 KB) | DOI: 10.33366/japi.v6i1.2373

Abstract

Desa Bokor merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata.TWIN (Tani, Wisata, Indah, dan Nyaman) merupakan analisis potensi yang sering digunakan dalam pengembangan agrowisata yang diaplikasikan pada pengembangan Desa Wisata Bokor. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui tahap kegiatan survei lokasi, komunikasi dan sosialisasi, FGD serta pendampingan.Tujuan yang ingin dicapai adalah adanya peningkatan pemahaman dan kesamaan visi misi antar elemen masyarakat Desa Bokor serta tersusunnya rencana pengembangan Desa Wisata berbasis pertanian. Kegiatan dilakukan pada bulan Mei sampai September 2020. Hasil analisis TWIN, Desa Bokor memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata berbasis pertanian dan perikanan yang ditunjang oleh budaya dan kearifan lokal. Potensi utama yang dimiliki antara lain pemandangan alam yang indah, suasana perdesaan yang alami dan asri, aksesibilitas yang mudah, masyarakat desa yang ramah serta adanya fitur atau elemen lanskap baik alami maupun budaya seperti sungai, sawah, dan perkampungan khas perdesaan. Rekomendasi yang diberikan antara lain terkait penataan area pemancingan serta fasilitas pendukung desa wisata lainnya. 
Respon Produksi Tanaman Melon (Cucumis melo L.) terhadap Pemangkasan Pucuk dan Pengaturan Jumlah Cabang Produksi Fauzia Nilakandi; Nurul Aini; Euis Elih Nurlaelih
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi dan kualitas buah pada melon dapat dilakukan dengan cara memperbaiki cara budidaya tanaman yaitu dengan memangkas pucuk. Jumlah cabang yang terlalu banyak akan mengakibatkan berkurangnya kualitas dan kuantitas buah yang akan dihasilkan, sehingga perlu dilakukan pengaturan jumlah cabang. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh dari kombinasi pengaturan jumlah cabang dan pemangkasan pucuk terhadap pertumbuhan dan hasil melon. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2022 di greenhouse Desa Ngreco Kabupaten Blitar. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Perlakuan pemangkasan pucuk dan pengaturan jumlah cabang terdiri atas 6 perlakuan, yaitu: T0 (2 cabang produksi+pemangkasan pucuk ruas ke-25), T1 (2 cabang produksi+pemangkasan pucuk ruas ke-20), T2 (2 cabang produksi+pemangkasan pucuk ruas ke-15), T3 (1 cabang produksi+pemangkasan pucuk ruas ke-25), T4 (1 cabang produksi+pemangkasan pucuk ruas ke-20), dan T5 (1 cabang produksi+pemangkasan pucuk ruas ke-15). Hasil penelittian menunjukkan bahwa tanaman yang dipelihara 1 cabang produksi+pemangkasan pucuk ruas ke-15 menurunkan jumlah daun sebesar 9,88%, menurunkan luas daun sebesar 4,10%, menurunkan bobot kering tanaman sebesar 16,62%, menurunkan bobot buah per buah dan bobot buah per tanaman sebesar 9,85%, menurunkan diameter buah sebesar 3,81%, menurunkan ketebalan daging buah sebesar 10,29% dan indeks kemanisan buah sebesar 6,20% dibandingkan dengan tanaman yang dipelihara 1 cabang produksi+pemangkasan pucuk ruas ke-20.