Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN INTERNET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI KABUPATEN BANTUL Widyaningsih, Destu Satya
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.583 KB) | DOI: 10.35842/formil.v2i1.62

Abstract

pemanfaatan posyandu lansia giri wreda di dusun paduresan, desa imogiri, kabupaten bantul widyaningsih, destu satya
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.29 KB) | DOI: 10.35842/formil.v3i2.180

Abstract

Latar Belakang: posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk para lansia.meliputi pemeriksaan kesehatan fisikdan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS).Tujuan: mengetahui faktor yang mempengaruhi analisis pemanfaatan posyandu lansia Giri Wreda di Dusun Paduresan, Desa Imogiri, Kabupaten Bantul.Metode: desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan metode accidental sampling. Jumlah responden 50 lanjut usia. Uji analisis menggunakan uji Chi Square.Hasil: Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan posyandu lansia pada tingkat rendah (48%). Sedangkan p-value pada faktor yang mempunyai hubungan bermakna dalam pemanfaatan posyandu lansia adalah dukungan keluarga sebesar 0,028, sedangkan faktor lainnya yaitu pengetahuan sebesar 0,677, sikap lansia sebesar 0,668 dan peran kader sebesar 0,543 pada penelitian ini mempunyai hubungan tapi tidak bermakna dalam pemanfaatan posyandu lansia.Kesimpulan: Pemanfaatan posyandu lansia Giri Wreda kurang dimanfaatkan (rendah). Faktor yang mempunyai hubungan bermakna dalam pemanfaatan posyandu lansia adalah dukungan keluarga, akan tetapi hasil analisis menunjukkan dukungan yang masih kurang atau kecil terhadap pemanfaatan posyandu lansia Giri Wreda. Faktor yang lainnya adalah peran kader, pengetahuan dan sikap lansia.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN LABORATORIUM TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN Destu Satya Widyaningsih; Novi Maryani
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.181 KB) | DOI: 10.38165/jk.v9i1.80

Abstract

Kepuasan pasien merupakan penilaian pasien berdasarkan pelayanan yang diberikan. Indikator kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan dapat dilihat dari segi kinerja tenaga dokter, kinerja tenaga medis dan non medis, dan system administrasi. Pasien yang datang untuk periksa ke laboratorium Puskesmas Kotagede II mempunyai kaitan yang erat dengan hasil pelayanan kesehatan, baik secara medis maupun non medis. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti pada tanggal 31 desember 2016 didapatkan data rata-rata kunjungan pasien ke laboratorium Puskesmas Kotagede II dalam bulan November 2016 sebanyak 30 pasien perhari dan pada bulan desember 2017 rata-rata sebanyak 25 pasien perhari, terjadi penurunan kira-kira 16% kunjungan pasien di laboratorium Puskesmas Kotagede II. Hal ini dapat mengindikasikan terjadinya penurunan kualitas pelayanan laboratorium di Puskesmas Kotagede II Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien di UPT Puskesmas Kotagede II Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Sampel penelitian berjumlah 122 responden. Analisa data menggunakan uji statistik korelasi rangking spearman yang ditinjau dari lima dimensi yaitu: Kehandalan (Realibility), Daya Tanggap (Responvinsiveness), Jaminan (Assurance), Empati (Empaty) dan Tampilan fisik (Tangible). Hasil penelitian pengaruh kualitas pelayanan laboratorium terhadap tingkat kepuasan pasien di UPT Puskesmas Kotagede II Kota Yogyakarta didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien yang dibuktikan dengan nilai korelasi 0,417 dan nilai signifikansi 0,022 yang lebih kecil dari 0,05. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan Laboratorium, Kepuasan Pasien.  ABSTRAKPatient satisfaction is defined as patient assessment towards the service they received. Indicators for patient satisfaction regarding quality of service can be observed from the performance of medical doctors and other health professionals, as well as administration system. Patients seeking services from laboratory unit of Kotagede II Primary Health Care (PHC) is highly associated with the results of health service, both medical and non-medically. According to preliminary study conducted by the author on 31 December 2016, average number of patients visiting Kotagede II PHC were 30 patients and 25 patients per day on November and December 2016, respectively. The results demonstrated approximately 16% decline in patient visits to the laboratory unit. This may be due to decrease in quality of service in Kotagede II PHC. The research was conducted to understand the level of patient satisfaction in laboratory integrated service unit of Kotagede II PHC, Yogyakarta, in year 2017. The research was a quantitative study with cross sectional approach. Total number of respondents was 122 persons. Data analysis was performed by using Spearman's rank correlation statistical test, analyzed from five aspects: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible.The results showed that there was a correlation between quality of health service with patient satisfaction in laboratory integrated service unit of Kotagede II PHC, as shown by correlation value of 0.417 and significance level of 0.022 (<0.05). Keywords: quality service, laboratory, patient satisfaction
PENGARUH PENINGKATAN MUTU TERHADAP KUALITAS PELAYANAN LABORATORIUM Destu Satya Widyaningsih; Irma Susilowati
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.635 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i1.1

Abstract

Puskesmas Kotagede II Yogyakarta selalu menjaga keramahan dan kepercayaan yang baik kepada pasien untuk meningkatkan dan menjaga kualitas pelayanan sesuai dengan harapan pasien. Hal ini dibuktikan dengan jurnal tahun 2017 dengan hasil bahwa terdapat pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien. Studi pendahuluan yang juga dilakukan oleh peneliti pada tanggal 13 Januari 2018 dan didapatkan hasil bahwa petugas laboratorium di Puskesmas Kotagede  II  memiliki  suatu  kendala  dalam  menangani  pasien,  hal  ini  dikarenakan  hanya  ada  satu  petugas  di laboratorium dengan  jumlah pasien  yang  banyak.  Akan tetapi data kunjungan pasien ke  laboratorium Puskesmas Kotagede II Yogyakarta bulan November 2017 sebanyak 335 pasien, dan pada bulan Desember 2017 sebanyak 341 pasien,  maka  terjadi  kenaikan  sekitar  1,76%.  Kenaikan  tersebut  salah  satunya  berasal  dari  mutu  yang  diukur sebelumnya. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak  341  pasien  dan  sampel  penelitian  berjumlah  78  responden.  Metode  pengumpulan  data  dengan  teknik wawancara dan instrument yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan uji data kuantitatif yaitu uji statistik regresi linier sederhana yang ditinjau dari lima dimensi yaitu: tampilan fisik (tangible), kehandalan (realibility), daya tanggap (responsiviness), jaminan (assurance), dan empati (emphaty). Hasil penelitian didapatkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada pengaruh peningkatan mutu terhadap kualitas pelayanan laboratorium di UPT Puskesmas Kotagede II Yogyakarta yang dapat ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Semakin meningkatnya peningkatan mutu maka semakin meningkat pula kualitas pelayanan di laboratorium UPT Puskesmas Kotagede II Yogyakarta.Kata Kunci: Mutu, Kualitas Pelayanan, Laboratorium, Puskesmas. ABSTRACTThe Kotagede II Primary Health Care (PHC) of Yogyakarta has always been providing hospitality and keeping patients’ trust in order to maintain standard quality of service, as previous study demonstrated that the level of service quality was associated with patient satisfaction. Another study showed that there was a problem in the laboratory unit of Kotagede II PHC in providing service to patients mainly due to huge number of patients with limited number of laboratory staff. An increase in number of patients seeking services in the laboratory unit of Kotagede II PHC (335 to 341; 1.76%) was reported from November 2017 to December 2017, and such increase might be due to increasing quality of services provided by the laboratory staff. Current study aimed to identify association of quality improvement and service quality in the laboratory unit of Kotagede II PHC of Yogyakarta. The quantitative study implemented a cross-sectional design,  including a total of 78 patients as respondents.  Methods of collecting data with interview techniques and the instruments used were questionnaires.   Data analysis was performed by using linear regression, analyzed from five aspects: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible. Current study results demonstrated that quality improvement is associated with service quality level (P<0.001). In conclusion, improvements in  quality  is  followed  by  improvements  in  service  quality  level  in  the  laboratory  unit  of  Kotagede  II  PHC  of Yogyakarta.Keywords: quality improvement, service quality, laboratory unit, primary health care
KEPUASAN PESERTA DIDIK TERHADAP KUALITAS PELAYANAN SEKOLAH LANSIA DI MASA PANDEMI Destu Satya Widyaningsih; Ahmad Harwanto
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i1.232

Abstract

Data BPS, Bappenas, UNFPA, 2018 menyebutkan bahwa jumlah lansia Indonesia diproyeksikan akan meningkat menjadi 10,3% dan 17,9% tahun 2045. Berdasarkan peningkatan tersebut, diadakan program Sekolah Lansia, salah satunya di Bina Keluarga Lansia (BKL) Manunggal Asih Saptosari Gunungkidul. Hal tersebut merupakan kerjasama lembaga Indonesia Ramah Lansia (IRL) dan BKKBN Provinsi DIY. Program ini selesaii dilaksanakan selama 12 kali tatap muka, sebelum dan saat pandemi Covid-19 dengan salah satu kendalanya adalah penyesuaian kegiatan selama pandemi yang tidak terencana. Tujuan penelitian adalah mengetahui kepuasan peserta didik terhadap kualitas pelayanan sekolah lansia di masa pandemi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Sampel menggunakan seluruh peserta sekolah lansia berjumlah 52 orang. Data diolah menggunakan uji statistik korelasi Spearman's rho (ranking Spearman). Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi spearman sebesar 0,462 berdasarkan rentang korelasi maka korelasi yang didapat termasuk dalam korelasi sedang. Nilai signifikansinya adalah 0,000 yang lebih kecil daripada 0,05 maka hal ini menunjukkan hipotesa diterima yaitu semakin baik kualitas pelayanan akan semakin baik pula kepuasan peserta didik terhadap pelaksanaan sekolah lansia pada masa pandemi di BKL Manunggal Asih Saptosari Gunungkidul. Bagi petugas sekolah lansia (IRL, BKKBN dan kader posyandu) disarankan memantau penerapan materi sekolah dalam keseharian.Kata Kunci: Kepuasan, Kualitas Pelayanan, Sekolah Lansia Abstract Data from BPS, Bappenas, UNFPA, 2018 states that the number of elderly Indonesians is projected to increase to 10.3% and 17.9% on 2045. Based on that increase, an Elderly School program was held, one of which was at the Bina Keluarga Lansia (BKL) Manungal Asih Saptosari Gunungkidul. This is the collaboration between Indonesia Ramah Lansia (IRL) and BKKBN DIY. This program has been completed for 12 meetings, before and during the Covid-19 pandemic with various obstacles. One of which was the adjustment of the implementation of activities during the pandemic that was not planned. The purpose of this study was to determine student satisfaction with the quality service of elderly school during a pandemic. The type of this research is quantitative descriptive using cross sectional design. The sample used all 52 participants. The data is processed using the Spearman rank correlation statistical test. Results showed that the Spearman correlation value was 0.462 based on correlation range, so the correlation obtained was included in moderate correlation. The significance value obtained is 0.000 which is smaller than 0.05, this shows the hypothesis is accepted, that is, the better quality, the better student's satisfaction with the implementation of elderly schools during the pandemic at Bina Keluarga Lansia Manunggal Asih Saptosari Gunungkidul. For elderly school officers (IRL, BKKBN and posyandu cadres) are advised to monitor the application of elderly school materials in their daily life. Keywords: Satisfaction, Quality of Service, Elderly School
KEPUASAN PELANGGAN INTERNAL TERHADAP PELAYANAN LABORATORIUM KLINIK Destu Satya Widyaningsih; I Wayan Kurniawan
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.401 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i2.18

Abstract

Gamping Sleman yang mengedepankan pelayanan prima kepada pelanggan eksternal atau internal. Pelayanan kepada pelanggan eksternal lebih sering diperhatikan dan dilakukan penelitian dibandingkan pelayanan kepada pelanggan internal yang masih sering diabaikan serta berdasarkan hasil observasi pada tanggal 24 Januari 2019 di laboratorium klinik RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman pengukuran kepuasan pelanggan internal belum pernah dilakukan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan pelanggan internal terhadap pelayanan laboratorium di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi  pada penelitian ini adalah dokter yang bertugas di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman yaitu sebanyak 49 dokter. Teknik pengambilan sampel pada penelitian adalah dengan Accidental sampling sebanyak 20 dokter yang bertugas di RS PKU Muhammadiyah Sleman. Analisa data dengan menggunakan rumus yang tercantum dalam pedoman umum penyusunan indeks kepuasan masyarakat unit pelayanan instansi pemerintah. Hasil penelitian didapatkan bahwa Kepuasan Pelanggan Internal Terhadap Pelayanan di Laboratorium Klinik RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman mendapatkan hasil penilaian sebesar 98.5 dengan kategori A yang mengandung arti sangat memuaskan.Kata Kunci: Kepuasan, pelanggan internal, layanan laboratorium.  ABSTRACTThe clinical laboratory unit belongs to one of the supporting health services at the PKU Muhammadiyah Gamping Hospital which aims to provide excellent service to both external and internal customers. External customer satisfaction is more commonly evaluated compared to that of internal customers. According to the preliminary observatory study, internal customer satisfaction has never been evaluated previously at the PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. Current study aims to evaluate internal customer satisfactory rate with clinical laboratory services at the PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. The descriptive study was conducted by using cross sectional design in 49 medical doctors of PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. Accidental sampling method was used in determining the 20 final respondents. Data analysis was performed according to the standard index on measurements of satisfactory rate in government institutions. The study demonstrated high satisfactory rate of 98.5, of which belonged to very satisfied under category A.Keywords: satisfaction, internal customer, laboratory service
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM Destu Satya Widyaningsih; I Putu Aditya Riandana Putra
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v11i2.214

Abstract

Laboratorium merupakan tempat melakukan berbagai penelitian yang menggunakan berbagai jenis alat dan bahan kimia yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Alat pelindung diri merupakan salah satu standar precaution untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. Pengetahuan tentang APD sangat penting agar dapat memaksimalkan fungsi APD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan mahasiswa dalam penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pembelajaran di laboratorium Akademi Analis Kesehatan Manggala Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional menggunakan desain cross sectional. Sampel dipilih secara kebetulan dengan menyebar kuesioner dalam waktu yang telah ditentukan, sebanyak 92 responden didapatkan dari total populasi 163 mahasiswa Akademi Analis Kesehatan Manggala Yogyakarta. Kemudian data diolah menggunakan statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 25 responden (27,2%) memiliki tingkat pengetahuan baik dengan tingkat kepatuhan yang baik, 38 responden (41,3%) memiliki tingkat pengetahuan cukup dengan tingkat kepatuhan yang baik, 27 responden (29,3%) memiliki tingkat pengetahuan kurang dengan tingkat kepatuhan yang baik. Responden yang berpengetahuan kurang dan cukup dengan tingkat kepatuhan yang baik memiliki persentase lebih besar dibandingkan responden berpengetahuan baik dengan tingkat kepatuhan yang baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan mahasiswa dalam penggunaan APD pada pembelajaran di laboratorium Akademi Analis Kesehatan Manggala Yogyakarta.Kata Kunci: Pengetahuan, Kepatuhan, APD AbstractThe laboratory is a place to conduct various studies using various types of tools and chemicals that have the potential to cause work accidents. Personal protective equipment is one of the precautionary standards to minimize the occurrence of work accidents. Knowledge of PPE is very important in order to maximize the function of PPE. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and student compliance in the use of personal protective equipment (PPE) in learning in the laboratory of the Manggala Health Analyst Academy Yogyakarta. This type of research is descriptive observational using a cross sectional design. The sample was chosen by chance by distributing questionnaires within a predetermined time, as many as 92 respondents were obtained from a total population of 163 students of the Manggala Health Analyst Academy Yogyakarta. Then the data was processed using chi square statistics. The results showed as many as 25 respondents (27.2%) had a good level of knowledge with a good level of compliance, 38 respondents (41.3%) had a sufficient level of knowledge with a good level of compliance, 27 respondents (29.3%) had a good level of knowledge. lack of knowledge with a good level of compliance. Respondents with insufficient and sufficient knowledge with good levels of compliance have a greater percentage than respondents with good knowledge with good levels of compliance. So it can be concluded that there is no relationship between knowledge and student compliance in using PPE in learning in the Laboratory of the Manggala Health Analyst Academy Yogyakarta.Keywords: knowledge, compliance, PPE
Newspaper Leg Exercise to Reduce the Type 2 Diabetes Mellitus Physical Symptoms Destu Satya Widyaningsih; Albherta Tri Prasetyowati; Ahmad Harwanto; Sheetal Goenka
Journal of Health Sciences and Medical Development Vol. 1 No. 02 (2022): Journal of Health Sciences and Medical Development
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.518 KB) | DOI: 10.56741/hesmed.v1i02.141

Abstract

This study aimed to determine the differences in paper leg exercise to reduce the symptoms of Type 2 DM in Elderly Family Guidance Center in Indonesia. This study used a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. Inclusion criteria were the elderly who were more than 45 years old. All respondens are notready diagnosed with diabetes. The research subjects became one group and then data collection and measurements were carried out before and after being given newspaper gymnastics treatment. This is intended to be able to find out the differences experienced by the subject before and after being given treatment. Data analysis using Wilcoxon. The mean value for the pretest is 1.65 and for the posttest is 0.01. The mean between the two shows results that have different differences.. The results of Wilcoxon's analysis showed a significance differences. Its means that paper leg exercise can provide a significant difference in reducing physical symptoms of Type 2 DM. There were differences between the pretest and posttest. This shows that exercise can significantly reduce the physical symptoms of diabetes millitus in the elderly.
Pengelolaan Well-being Lansia Melalui Program Integrasi Sekolah Lansia Destu Satya Widyaningsih; Sri Sugiarti; Rizky Erwanto; Dwi Endah Kurniasih; Thomas Aquino Erjinyuare Amigo
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 1 No. 02 (2022): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.318 KB) | DOI: 10.56741/bikk.v1i02.147

Abstract

Program Sekolah Lansia yang merupakan hasil kerjasama lembaga Indonesia Ramah Lansia (IRL) dan BKKBN Provinsi DIY yang ditumbuhkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia), salah satunya Bina Keluarga Lansia (BKL) Manunggal Asih Saptosari Gunungkidul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Program Integrasi Sekolah Lansia Dalam Bina Keluarga Lansia (ISL-BKL) pada tahapan masukan, proses dan keluarannya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey untuk mengungkap aspek masukan, proses dan keluaran program. Dari hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Program ISL-BKL sesuai dengan buku panduan. Beberapa perbedaan terletak pada metode, teknis pelaksanaan, durasi dan fasilitator. Perbedaan tersebut dikarenakan adanya penyesuaian kondisi pandemi Covid-19 saat ini.
Compliance with the Implementation of Health Protocols During the COVID-19 Pandemic for Employees in Hospitals Gita Fajrianti; Dhesi Ari Astuti; Destu Satya Widyaningsih
Journal of Health Sciences and Medical Development Vol. 2 No. 01 (2023): Journal of Health Sciences and Medical Development
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/hesmed.v2i01.166

Abstract

RSUD Depati Hamzah (hospital) is a referral hospital for COVID-19 patients. Efforts need to be carried out to prevent and control COVID-19 for employees because it is categorized as a workplace with a high risk of exposure or high potential for close contact with people or patients who are known or suspected to be infected with COVID-19. Non-compliance with implementing health protocols can potentially expand the spread of COVID-19. The purpose of the research is to determine employees' compliance with the implementation of health protocols during the COVID-19 pandemic at RSUD Depati Hamzah. This research is analytical with a quantitative approach with a cross-sectional design. This study's population was all RSUD Depati Hamzah members, and the sample number was 94 respondents. Hospitals need to increase socialization about the impact of COVID-19 disease. It should provide complete facilities and infrastructure in all parts of the work that support the implementation of employee compliance in preventing the transmission of COVID-19, such as symbols or signs of social distancing, posters to provide education and remind employees and visitors of hospital junk about COVID-19.