Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA MINYAK KELAPA (Cocos nucifera L.) HASIL PROSES TRADISIONAL DENGAN PENAMBAHAN DAUN PEPAYA DI KECAMATAN DONOMULYO MALANG Mentari Widiatama Putri; Harijono Harijono; Novita Wijayanti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
DETOKSIFIKASI SIANIDA SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) DENGAN PEMERAMAN ABU DAN GARAM DISERTAI PERENDAMAN AIR Oky Dyah Kumalawaty; Harijono Harijono; Indria Purwantiningrum
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
PENGEMBANGAN SNACK EKSTRUSI BERBASIS JAGUNG, KECAMBAH KACANG TUNGGAK DAN KECAMBAH KACANG KECIPIR DENGAN LINEAR PROGRAMMING Syifa Qolbiyah Nasir; Harijono Harijono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.02.8

Abstract

Penyediaan pangan sumber kalori dan protein dapat dipenuhi dari sumber daya pangan lokal, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan gizi harian anak usia 7-9 tahun. Kombinasi antara jagung, kecambah tunggak dan kecipir dapat diolah menjadi jenis snack berbentuk ekstrudat yang disukai mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode optimasi Linear Programming dengan batasan total bahan 100 g, kacang tunggak ≥25%, kacang kecipir ≤5%, total kalori ≥370 kkal dan total protein ≥14.70 g. Formulasi jagung : kecambah tunggak : kecambah kecipir terbaik yang diperoleh yaitu 70:25:5. Hasil uji sifat kimia (nutrisi) ekstrudat formulasi kadar air 2.77% (b/b), protein 15.98% (b/b), lemak 3.41% (b/b), karbohidrat 76.43% (b/b), kadar abu 1.42% (b/b) dan kalori 386.01 kkal. Hasil uji sifat fisik ekstrudat formulasi yaitu derajat pengembangan 522.50%, daya patah 16.37 N/m, IPA 0.03 g/ml, IKA 0.03 g/ml, dan warna dengan nilai L 76.71, a 3.18, dan b 28.79. Uji Hedonik pada produk ekstrudat dengan skala 1-5 menunjukkan nilai warna 3.19 (kurang suka), aroma 3.42 (kurang suka), rasa 2.94 (kurang suka), tekstur 4.03 (suka) dan kerenyahan 4.16 (suka). Pengembangan produk ekstrudat ini dapat memenuhi 20% kebutuhan kalori dan 30% kebutuhan protein harian anak usia 7-9 tahun, sehingga dapat menjadi alternatif snack sehat bagi anak usia sekolah. Kata kunci: Linear Programming, Optimasi Formulasi, Snack Sehat
PENGARUH KONSENTRASI MEDIA PENYALUT DAN LAMA ULTRASONIKASI TERHADAP UKURAN PARTIKEL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NANO EKSTRAK BAWANG PUTIH TUNGGAL (Allium sativum L.) Christian Tri Wahyudi; Sudarma Dita Wijayanti; Harijono Harijono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.2

Abstract

Bawang putih mempunyai senyawa bioaktif utama, yaitu allicin, terutama karena kemampuannya sebagai antioksidan. Senyawa yang masih berukuran besar lebih sulit diserap oleh tubuh dibandingkan dengan senyawa yang berukuran nano. Salah satu metode nanoteknologi yang dapat digunakan untuk pengecilan ukuran adalah ultrasonikasi. Dalam proses tersebut sering kali digunakan zat penyalut yang ditujukan untuk memerangkap atau melapisi senyawa yang sudah diubah menjadi berukuran nano karena ultrasonikasi. Zat  penyalut ini dapat melapisi senyawa bioaktif yang terdiri dari lebih dari satu komponen. Zat penyalut yang banyak digunakan adalah campuran kitosan dan Sodium Tri Polipospat (STPP). Penyalut dengan kitosan/STPP dengan konsentrasi 1.33/0.17% dan ultrasonikasi pada frekuensi 40 KHz selama 30 menit merupakan perlakuan terbaik dan menghasilkan ekstrak nano dengan ukuran partikel rata – rata sebesar 240.7 nm, viskositas sebesar 31.67 cP, dan nilai IC50 sebesar 8024.58 ppm. Kata Kunci : Bawang putih tunggal, Nanoteknologi, Ultrasonik
PENGARUH PENGERINGAN DAN LAMA MASERASI DENGAN PELARUT GANDA ETANOL DAN HEKSANA TERHADAP SENYAWA BIOAKTIF KULIT BUAH PALEM PUTRI (Veitchia merillii) Arumtika Triastiari; Harijono Harijono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.01.3

Abstract

Palem putri adalah tanaman merupakan jenis palem dari famili araceae. Biji palem putri memiliki kandungan flanovid, polifenol, dan saponin yang tinggi sebagai senyawa antioksidan, oleh karena itu kulit buah palem putri diduga memiliki kandungan yang serupa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor, yaitu lama waktu maserasi (24, 36 dan 48 jam) dan pengeringan. Ulangan dilakukan sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukan pengeringan dan lama waktu maserasi pada kulit buah palem putri berpengaruh nyata (α = 0.05) terhadap rendemen fraksi etanol dan heksana, total fenol, total flavonoid, total saponin dan aktivitas antioksidan. Interaksi antar kedua perlakuan berpengaruh nyata (α = 0.05) terhadap rendemen fraksi etanol dan heksana, total flavonoid, dan aktivitas antioksidan. Perlakuan terbaik diperoleh dari ekstrak kering dengan lama waktu maserasi 36 jam dengan total fenol 13.30 mgGAE/g bk, total flavonoid 77.05 mgQE/gr bk, total saponin 0.24% bk serta aktivitas antioksidan sebesar 42.95% bk. Kata Kunci: Maserasi, Pengeringan, Palem Putri, Senyawa bioaktif 
PENGARUH PENGERINGAN DAN LAMA MASERASI DENGAN PELARUT GANDA ETANOL DAN HEKSANA TERHADAP SENYAWA BIOAKTIF DAGING BIJI PALEM PUTRI (VEITCHIA MERILLII) Ghali Ghazian Al Hazmi; Harijono Harijono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.02.2

Abstract

Palem Putri (Veitchia merilli) atau lebih dikenal dengan Christmas Palm merupakan tanaman famili Araceae yang memiliki banyak manfaat karena kaya akan kandungan senyawa bioaktif. Kandungan senyawa bioaktif dari palem putri bergantung pada beberapa faktor seperti pengaruh pengeringan dan lama waktu ekstraksi. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor, pengaruh pengeringan (segar dan kering) dan lama waktu maserasi (24, 36, dan 48 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengaruh pengeringan dan lama waktu maserasi berpengaruh nyata (α= 0.05) terhadap rendemen fraksi etanol dan fraksi n-heksana, total fenol, total flavonoid, kadar saponin dan aktivitas antioksidan. Hasil perlakuan terbaik diperoleh dari daging biji palem putri kering dengan lama waktu maserasi 36 jam yang memiliki rendemen fraksi etanol sebesar 10.8% bk, rendemen ekstrak heksana 1.04% bk, total fenol 196.15 mgGAE/gram bk, total flavonoid sebesar 102.21 mgQE/gram bk, kadar saponin sebesar 1.57% bk, aktivitas antioksidan sebesar 64.49%, dan total karotenoida sebesar 0.03 µg/gram. Kata kunci: Maserasi, Palem putri, Pengaruh pengeringan, Senyawa bioaktifÂ