Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effect Of Facilities And Trust On Customer Satisfaction In The Use Of Digital Facilities At Pt. Bank Central Asia Tbk Kcu Asia Branch Desma Erica Maryati Manik; Pesta Gultom; Yulvitriyani Br Sebayang; Felix
Enrichment : Journal of Management Vol. 12 No. 2 (2022): Management Science and Field
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.611 KB) | DOI: 10.35335/enrichment.v12i2.562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fasilitas dan Kepercayaan terhadap Kepuasan Nasabah pada PT. Bank Central Asia Tbk Cabang KCU Asia. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian untuk mengumpulkan data. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah Bank BCA cabang KCU Asia sebanyak 52.000 responden. Dengan menggunakan teknik sampel slovin dengan tingkat toleransi kesalahan 10% sehingga diperoleh sampel sebesar 99 responden. Desain penelitian analisis regresi linier berganda digunakan sebagai alat analisis untuk mengetahui bagaimana pengaruh antara variabel independen dan dependen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan baik secara parsial maupun simultan variabel Fasilitas dan Kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Nasabah pada Bank BCA. Variabel Fasilitas dan Kepercayaan mampu menjelaskan variasi yang terjadi pada kepuasan nasabah Bank Central Asia cabang KCU Asia sebesar 74,4%.
Sosialisasi Tata Cara Revitalisasi Infrastruktur Hijau: Solusi Inovatif Untuk Peningkatan Ketahanan Lingkungan Di Pematang Johar Desma Erica Maryati Manik; Hommy Dorthy Ellyany Sinaga; Yulvitriyani Br Sebayang; Susan Grace V Nainggolan
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 4 No. 2 (2026): JISS - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v4i2.737

Abstract

Pematang Johar, sebuah desa yang berkembang pesat di Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menghadapi tekanan lingkungan yang meningkat akibat alih fungsi lahan, berkurangnya ruang terbuka hijau, dan genangan air yang berulang pada musim hujan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan revitalisasi infrastruktur hijau sebagai solusi inovatif untuk memperkuat ketahanan lingkungan di tingkat lingkungan permukiman. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, koordinasi dengan aparat desa, sosialisasi partisipatif, demonstrasi praktis pembuatan lubang resapan biopori, sumur resapan, dan taman hujan, serta evaluasi melalui instrumen pretest-posttest. Kegiatan diikuti oleh 42 peserta yang terdiri dari perangkat desa, anggota karang taruna, dan ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor pemahaman rata-rata peserta secara signifikan, dari 40% sebelum kegiatan menjadi 84% setelah kegiatan, serta peserta menunjukkan minat yang tinggi untuk menerapkan teknik tersebut secara mandiri. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa intervensi infrastruktur hijau yang murah dan partisipatif dapat ditransfer secara efektif kepada masyarakat serta berkontribusi menurunkan risiko banjir sekaligus memulihkan fungsi ekologis di skala lingkungan permukiman. Pematang Johar, a rapidly developing village in Labuhan Deli Subdistrict, Deli Serdang Regency, North Sumatra, faces increasing environmental pressure from land-use conversion, reduced green open space, and recurrent waterlogging during the rainy season. This community service activity aimed to introduce green infrastructure revitalization as an innovative approach to strengthen local environmental resilience. The method consisted of preparation, coordination with village authorities, participatory outreach (sosialisasi), practical demonstration of biopore infiltration holes, recharge wells, and rain gardens, and evaluation through pretest-posttest instruments. The activity involved 42 participants consisting of village officials, youth organization members, and housewives. Results showed a substantial increase in participants' average understanding score, from 40% before the activity to 84% afterward, and participants expressed strong interest in applying the techniques independently. The activity concludes that low-cost, participatory green infrastructure interventions can be effectively transferred to communities and contribute to reducing flood risk while restoring ecological function at the neighborhood scale.
Innovative Homestays and Eco-Friendly Accommodation as Tourist Attractions Desma Erica Maryati Manik; Hommy Dorthy Ellyany Sinaga; Yulvitriyani Br Sebayang; Muhammad Hafiz Abd.Rashid; Marwan Marwan; Sipnarong Kanchawongpaisan
Eastasouth Journal of Effective Community Services Vol 4 No 02 (2025): Eastasouth Journal of Effective Community Services (EJECS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejecs.v4i02.504

Abstract

Rural areas with natural potential and agrarian atmosphere such as Pematang Johar Village present opportunities to be developed into sustainable tourism destinations. However, limitations in lodging facilities and lack of environmentally friendly practices become obstacles in optimizing that potential. Therefore, this community-service activity aims to design and assist the implementation of eco-friendly homestays and lodgings as a new tourist attraction in the village. The implementation methods consist of initial observation and problem identification, training and assistance for lodging managers/owners and community members, and post-implementation evaluation. The results show increased environmental awareness among homestay managers and the community, evidenced by improved building design using local/natural materials, implementation of waste management systems and greening the environment, and establishment of environmentally friendly homestay service standards. These findings indicate that eco-friendly homestay development can serve as an alternative lodging option that strengthens the village’s tourism appeal while supporting environmental preservation and community empowerment. Thus, environmentally conscious lodging innovation is worthy to be adopted as a sustainable tourism model in Pematang Johar Village, with a recommendation that management continues participatively and receives support from the village authority for sustainability.