Bertambahnya volume penduduk untuk menyongsong IKN Nusantara selaras dengan bertambahnya kendaraan pribadi di Kota Balikpapan. Hal ini menyebabkan masalah pada bidang transportasi yaitu kemacetan di beberapa titik. Salah satunya terjadi pada simpang Jalan MT Haryono – Jalan Jenderal Sudirman (Simpang Beruang Madu). Masalah ini terjadi dikarenakan area jalan tersebut termasuk simpang utama di Kota Balikpapan yang pada jam berangkat kerja dan jam pulang kerja banyak pengendara yang melewati jalan tersebut sehingga membuat antrian kendaraan yang mengular. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja simpang pada kondisi eksisting, mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja pada simpang dan memberikan solusi terkait permasalahan yang ada pada simpang tersebut. Penelitian ini menggunakan software PTV VISSIM (Student Version) dalam pemodelan simpangnya. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan software PTV VISSIM pada Simpang Jl. MT Haryono – Jl. Jenderal Sudirman (Simpang Beruang Madu) dapat ditarik kesimpulan bahwa alternatif 3 (Pembatasan Kendaraan Yang Melintas) adalah yang paling sesuai dengan nilai Volume kendaraan yang diperbolehkan melintas pada Jl. MT Haryono (U) = 1165 smp, Jl. Jenderal Sudirman (T) = 1531, Jl. Jenderal Sudirman (B) = 2094 m, panjang Antrian (QL) : Jl. MT Haryono (U) = 28,08 m, Jl. Jenderal Sudirman (T) = 46,22 m, Jl. Jenderal Sudirman (B) = 49,36 m dan nilai Tingkat Pelayanan Simpang (LOS) adalah C. Tundaan rata-rata simpang menurun sebesar 33,94 det/smp.