Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Thompson’s Self-Efficacy in Katherine Anne Porter’s Noon Wine NIA KURNIA SARI
LITERA KULTURA : Journal of Literary and Cultural Studies Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : The English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lk.v5i3.20594

Abstract

Abstract Every person has different state of psyche especially the state of self-efficacy. Self-efficacy is a person’s belief that he has capability to do a particular task. In Noon Wine, Thompson, as the main character, plays a significant role because when interacts with the environment, his self-eficacy leads to his guilt. The aims of this study are to portray Thompson’s self-efficacy in Katherine Anne Porter’s Noon Wine and to reveal the way Thompson’s “L-UR” leads to his guilt. This study is literary study which applies the concept of self-efficacy by Albert Bandura and the concept of guilt by Gershon M. Breslavs. Those concepts are well applied to answer the statement of the problems. Based on four sources of self efficacy by Bandura, Thompson is indicated as low self-efficacy. Thompson who has low self-efficacy, unfortunately, has to interact in unresponsive environment so that based on six factors which influence the subject matter and the duration of guilt by Breslav, Thompson suffers a long-term or chronic guilt caused by his low self-efficacy. Keywords: self-efficacy, guilt, Noon Wine Abstrak Setiap orang memiliki kondisi kejiwaan yang berbeda khususnya kondisi self-efficacy. Self-efficacy adalah kepercayaan seseorang bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Dalam Noon Wine, Thompson, sebagai tokoh utama, memainkan peran penting karena ketika berinteraksi dengan lingkungan, Self-efficacy-nya menyebabkan rasa bersalah baginya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan self-efficacy Thompson dalam novela Noon Wine karya Katherine Anne Porter dan untuk mengungkap bagaimana “L-UR” Thompson menyebabkan rasa bersalah baginya. Penelitian ini adalah penelitian kesusasteraan yang menerapkan konsep self-efficacy dari Albert Bandura dan konsep rasa bersalah dari Gershon M. Breslavs. Konsep-konsep tersebut diterapkan dengan baik untuk menjawab rumusan masalah. Berdasarkan empat sumber self-efficacy dari Bandura, Thompson diindikasikan memiliki self-efficacy rendah. Thompson, yang memiliki self-efficacy rendah, malangnya, harus berinteraksi dalam lingkungan yang apatis sehingga berdasarkan enam faktor yang mempengaruhi pokok permasalahan dan durasi rasa bersalah dari Breslav, Thompson mengalami rasa bersalah jangka panjang atau rasa bersalah kronis yang disebabkan oleh self-efficacy-nya yang rendah. Kata Kunci: self-efficacy, rasa bersalah, Noon Wine
Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan: Upaya Skrining Penyakit Tidak Menular di Desa Neglasari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung Irma Erika Herawati; Eky Septian Pradana; Wempi Eka Rusmana; Deby Tristiyanti; Novi Irwan Fauzi; Falerina Puspita; M. Hilmi Fathurrahman; Nia Kurnia Sari; Maria Ulfah; Wahyu Priyo Legowo; Melvia Sundalian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23564

Abstract

ABSTRAK Kesehatan merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia yang perlu senantiasa dijaga serta diperhatikan.  Penyakit tidak menular (PTM) saat ini merupakan masalah dalam kesehatan yang menyebabkan keprihatinan nasional dan global. Yang termasuk ke dalam PTM dan penyebab morbiditas dan mortalitas di Indonesia seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung koroner. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk melakukan penyuluhan dan skrining kesehatan terhadap penyakit diabetes melitus, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai PTM. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan berat badan, tekanan darah, kadar glukosa darah sewaktu, penyuluhan mengenai penyakit diabetes mellitus dan hipertensi melalui flyer, juga pemeriksaan kesehatan oleh dokter, disertai pemberian informasi obat oleh apoteker. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada hari sabtu, 13 September 2025 di tempat mitra yaitu Apotek Walitama yang dihadiri oleh 100 peserta. Hasil skrining kesehatan yang dilakukan, terdapat 49 peserta yang menderita hipertensi dan 4 orang yang menderita diabetes melitus.  Dari kegiatan skrining kesehatan didapatkan hasil pemeriksaan tekanan darah dan kadar glukosa sewaktu dengan hasil sebagian besar adalah normal. Semua peserta merasakan manfaat dari kegiatan skrining penyakit tidak menular, sehingga tujuan skrining kesehatan sebagai upaya peningkatan kesadaran terhadap penyakit tidak menular dapat tercapai. Kata Kunci: Skrining, Kesehatan, Diabetes, Hipertensi .  ABSTRACT Health is a fundamental aspect of human life that needs to be constantly maintained and paid attention to. Non-communicable diseases (NCDs) are currently a health problem that causes national and global concern. Included in NCDs and causes of morbidity and mortality in Indonesia are hypertension, diabetes mellitus, and coronary heart disease. The purpose of this community service activity is to conduct health education and screening for diabetes mellitus, to increase public awareness about NCDs. The methods used are checking body weight, blood pressure, random blood glucose levels, education about diabetes mellitus and hypertension through flyers, as well as health checks by doctors, accompanied by the provision of drug information by pharmacists. This community service activity was carried out on Saturday, September 13, 2025 at a partner location, namely Walitama Pharmacy, which was attended by 100 participants. The results of the health screening carried out, there were 49 participants suffering from hypertension and 4 people suffering from diabetes mellitus. From the health screening activity, the results of blood pressure and random glucose levels were obtained with the results being mostly normal. All participants felt the benefits of non-communicable disease screening activities, so that the goal of health screening as an effort to increase awareness of non-communicable diseases could be achieved.  Keywords: Screening, Health, Diabetes, Hypertension.