Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Intensitas Nyeri dengan Kualitas Tidur Pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU) RS PKU Muhammadiyah Gombong Laras Ageng Sekar Sari; Barkah Waladani; Endah Setianingsih
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri banyak dialami oleh pasien-pasien diruang Intensive Care Unit selama prosedur klinis yang rutin ataupun saat istirahat. Nyeri yang dirasakan pasien dapat menyebabkan fragmentasi tidur dengan meningkatnya sensitifitas rasa sakit serta menghambat sintesis protein opioid. Kualitas tidur yang menurun karena nyeri dapat menyebabkan penurunan energy, mempengaruhi system imun, system kardiovaskuler, kondisi fisik dan psikologis pasien, sehingga memperlambat proses penyembuhan, oleh karena itu kualitas tidur baik pada pasien ICU sangat menunjang proses perawatannya. Tuhuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan intensitas nyeri dengan kualitas tidur pasien diruang Intensive Care Unit Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong. Metode penelitian ini mengunakan kuantitatif korelasi, pendekatan crosssectional dengan uji Kendall Tau pada 31 responden, Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index dan Numaric Rating Scale.Hasil penelitian berdasarkan uji statistik korelasi Kendall tau didapatkan hasil nilai p value=0,00 dengan signifikan 0,05, dengan ini maka Ho ditolak Ha diterima yang artinya terdapat hubungan intensitas nyeri dengan kualitas tidur pasien diruang ICU Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong dengan. Koefisien korelasi (τ=0,536). Kesimpulan yang diperoleh yaitu terdapat hubungan bermakna antara intensitas nyeri dengan kualitas tidur pasien diruang Intensive Care Unit Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menghomogenkan kriteria Inklusi yang akan diteliti, seperti hubungan intensitas nyeri trauma pasca oprasi atau penyakit dalam dengan kualitas tidur pasien.
Hubungan Efikasi Diri dengan Burnout Pada Perawat di Ruang Intensive RSUD Dr. Soedirman Kebumen Rayyasti Nur Asyifa; Endah Setianingsih; Barkah Waladani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat sering menjalankan tugas mengalami kondisi kelelahan emosi dan kelelahan mental karena kewajiban dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan keluarga. Hal ini tentu akan menciptakan tekanan pada perawat untuk mengalami kelemahan fisik, mental dan emosional yang disebut burnout. Kejadian burnout dipengaruhi oleh individu perawat itu sendiri, jika perawat sangat yakin dengan kemampuannya dalam melakukan pelayanan medis, maka kesukaran dan permasalahan yang dihadapi selama melakukan pelayanan medis akan teratasi dengan tepat. Kepercayaan diri yang dimiliki individu dalam melakukan tugas untuk mewujudkan tujuan tertentu dikenal sebagai efikasi diri. Tujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan burnout pada perawat di ruang intensive RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampel yang digunakan yaitu total sampling sejumlah 51 perawat di ruang intensive RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan burnout pada perawat di ruang intensive RSUD Dr. Soedirman Kebumen dengan hasil p value = 0,000 < 0,05. Hasil penelitian ini didapatkan hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan burnout perawat di ruang intensive RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti mengenai faktor – faktor yang berhubungan dengan efikasi diri dan burnout.
Nurse Workload Against Burnout Syndrome in the Emergency Room Endah Setianingsih; Nur Wiji Lestari; Barkah Waladani
Urecol Journal. Part C: Health Sciences Vol. 2 No. 2 (2022): August-Dec
Publisher : Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53017/ujhs.200

Abstract

The Emergency Room is a first aid unit to save lives and prevent death. The high number of visits and the unpredictable condition of patients in the emergency department is one of the stressors. Emergency room nurses have a high risk of fatigue due to work demands and workloads that cause fatigue and boredom. The workload received by nurses is closely related to the level of burnout syndrome. To determine the relationship between workload and burnout syndrome of nurses in the Emergency Room. This study is a quantitative study. The research population was nurses in the emergency room at PKU Muhammadiyah Gombong Hospital. The number of samples used were 27 nurses. Nurses with a heavy workload were 78%, while those with severe burnout were 48%. From the results of the Chi Square test, it was found that the P value of 0.020 workload with burnout syndrome had a significant relationship. There is a significant relationship between workload and burnout syndrome of nurses in the Emergency Room.
Predictive Value of Non-Invasive Intracranial Pressure Monitoring in Profoundly Impaired Traumatic Brain Injury Patients Barkah Waladani; Putra Agina Widyaswara Suwaryo; Isma Yuniar; Podo Yuwono; Endah Setianingsih
Babali Nursing Research Vol 4 No 4 (2023): October
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2023.44281

Abstract

Introduction: Trauma brain injury is an emergency condition that requires immediate precise first aid to reduce mortality rates and prevent secondary complications. Severe head injuries can lead to intracranial bleeding, thereby affecting hemodynamics. Monitoring the increase in intracranial pressure aims to mitigate the severity of head injury in patients, reducing deaths caused by brain edema. The significance of assessing the Glasgow Coma Scale (GCS) in relation to increased intracranial pressure is to determine conditions that could exacerbate physiological conditions due to head injury. The objective of this study is to determine changes in intracranial pressure among severe head injury patients. Methods: This research employs a descriptive study with a retrospective approach. Patient data were sourced from medical records of individuals treated at RS PKU Muhammadiyah Gombong, diagnosed with severe head injuries during the last year from January to December 2022. A total of 180 severe head injury patients' data were collected. Results: Research findings reveal that patients with head injuries experienced an increase in systolic blood pressure (33.3%), a decrease in pulse rate (30.5%), and a temperature within the normal range (78.9%). Conclusion: However, not all severe head injury patients exhibited elevated blood pressure, reduced pulse rate, or decreased oxygen saturation. All head injury patients experienced a decreased level of consciousness with a GCS score of less than 8.
PENERAPAN SLOW DEEP BREATHING TERHADAP NYERI CKR DI IGD RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG Endah Setianingsih; Putra Agina; Reza Nuurdoni
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 3 No. 1 (2020): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v3i1.12484

Abstract

Background: Minor head injury is a nervous system disorder caused by a violent blow or jolt to the head or body. As a consequence of this accident an individual will be losing his awareness signed by headache and pain. One way to overcome it is by giving nursing actions like slow deep breathing therapy.Purpose: getting the effect of slow deep breathing therapy to decrease the pain of minor head injury patient.Metode: this study was a quasi-experimental design with Pretest–posttest design with control group approach. A group of 40 respondents were recruited applying by consecutive sampling technique. The study was conducted between the period of June 25 to July 25 of 2007. The study instrument used a pain scale named NRS (numerical rating scale).Result: Based on the data presented that adult age group of intervention group was 60%, while in control group was 55%. Most of gender category was male, 70% of intervention and 75% of control group respectively.  The result of paired samples t-test exam 1 received value sig.(2-tailed) = 0,000, it means that there was different of mean average of pre-test post-test group. Meanwhile, paired samples t-test exam 2 resulted value sig.(2-tailed) = 0,021 (sig>0,05), it means that there was different of mean average of pre-test post-test group.Conclusion: There was effect of slow deep breathing to decrease the pain of minor head injury patient.
PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN PENCEGAHAN COVID 19 PADA REMAJA DI KECAMATAN ROWOKELE KABUPATEN KEBUMEN Endah Setianingsih; Verra Setyo; Ernawati Ernawati; Rina Saraswati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 17, No 3 (2021): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN (EDISI KHUSUS COVID-19)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v17i3.687

Abstract

Coronavirus merupakan virus yang ditularkan secara zoonosis antara hewan dan manusia yang dapat menyebabkan gejala ringan hingga berat. Pencegahan penyebaran covid-19 dapat dicegah dengan menerapkan kepatuhan protokol 5M dalam masyarakat sebagai upaya pencegahan penyakit Covid-19 yang meliputi cuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik, Penelitian dilakukan di kecamatan Rowokele. Pengambilan sampel  dengan menggunakan simple random sampling  jumlah sampel 76 responden. Hasil Penelitian kepatuhan protokol covid-19 pada remaja di kecamatan Rowokele sebagian besar tidak patuh, yaitu sebanyak 69,7%, dan  responden dengan kategori patuh sebanyak  30,3%. Rekomendasi : pemerintah kecamatan  membuat kebijakan untuk meningkatkan  kepatuhan remaja  terhadap penerapan protokol covid-19.
Transformasi Digital Layanan Kesehatan Berbasis SIMRS dalam Meningkatkan Efisiensi dan Kualitas Pelayanan di Fasilitas Kesehatan: Systematic Literature Review Shafitri Nire Pangestika; Endah Setianingsih; Lazuardi Fatahillah; Aidatul Mufida; Eka Oktavia
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2026.9(1).90-100

Abstract

Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan bentuk konkret transformasi digital di sektor kesehatan yang berpotensi meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan. Meskipun literatur nasional menunjukkan dampak positif, masih terdapat kesenjangan berupa minimnya sintesis kritis berbasis bukti yang membandingkan hasil dari berbagai konteks implementasi di Indonesia. Studi internasional mengenai Health Information Systems (HIS) telah mengidentifikasi bahwa keberhasilan implementasi sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur teknologi, dan dukungan organisasi dimensi yang belum dikaji secara komprehensif dalam konteks rumah sakit Indonesia. Mensintesis bukti dari literatur yang tersedia mengenai dampak implementasi SIMRS terhadap efisiensi operasional rumah sakit dan kualitas pelayanan kesehatan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Systematic Literature Review (SLR) dilakukan menggunakan panduan pelaporan PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada database Google Scholar, PubMed, ResearchGate, dan snowballing untuk periode 2019–2025. Penilaian kualitas studi menggunakan Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT) dan CASP. Sintesis dilakukan secara naratif menggunakan thematic analysis. Dari 223 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 16 memenuhi kriteria inklusi (5 studi empiris primer, 11 tinjauan literatur). Penilaian kualitas: 2 tinggi, 7 sedang, 7 rendah. Mayoritas (n=14) melaporkan dampak positif SIMRS terhadap efisiensi dan kualitas pelayanan, namun dengan kekuatan bukti yang bervariasi. Faktor penghambat utama: keterbatasan infrastruktur, rendahnya kompetensi digital SDM, dan lemahnya tata kelola. Implementasi SIMRS secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan, meskipun kekuatan bukti terbatas akibat dominasi studi deskriptif berbasis sumber non-terindeks. Diperlukan studi empiris primer dengan desain lebih ketat untuk mengonfirmasi hubungan ini secara kausal. Kata Kunci: Transformasi Digital; SIMRS; Sistem Informasi Rumah Sakit; Efisiensi Pelayanan; Kualitas Pelayanan.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di Ruang Intensive Care Unit Endah Setianingsih; Nitih Panggigih Rosi; Putra Agung Wa; Podo Yuwono
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 7 No 1 (2026): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2026
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v7i1.7642

Abstract

Perawatan pasien di Intensive Care Unit (ICU) merupakan situasi yang kompleks dan berisiko tinggi, yang tidak hanya berdampak pada kondisi pasien tetapi juga menimbulkan respons psikologis pada keluarga, terutama kecemasan. Kecemasan keluarga muncul akibat kondisi pasien yang kritis, ketidakpastian prognosis, serta keterbatasan interaksi dengan pasien. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan tingkat kecemasan keluarga, antara lain karakteristik demografis, hubungan dengan pasien, serta kualitas pelayanan kesehatan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan keluarga pasien yang dirawat di ruang ICU RS PKU Muhammadiyah Gombong. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga pasien ICU sebanyak 104 orang, dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dan tingkat kecemasan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,000), jenis kelamin (p=0,027), tingkat pendidikan (p=0,031), status hubungan keluarga dengan pasien (p=0,013), komunikasi terapeutik (p=0,028), lama rawat (p=0,008), dan kualitas pelayanan kesehatan (p=0,017) dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang ICU. Faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status hubungan keluarga, komunikasi terapeutik, lama rawat, dan kualitas pelayanan kesehatan terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang ICU.