Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Diagnosis Dan Penanganan Penyakit Tanaman Karet Pada Sistem Pakar Berbasis Penalaran Menggunakan Metode Teorema Bayes Muslimin B; Eko Junirianto; Suswanto Suswanto; Asep Nurhuda
Jurnal Rekayasa Teknologi Informasi (JURTI) Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Rekayasa Teknologi Informasi (JURTI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jurti.v6i1.7767

Abstract

Tanaman karet adalah jenis tanaman tahunan yang tumbuh dan menghasilkan produksi dalam jangka waktu lama. Hasil panen tanaman karet bersumber dari batang yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Salah satu penghambat pertumbuhan dan produksi tanaman karet di wilayah pedesaan samarinda dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman, serta keterlibatan pakar bidang pertanian dalam melakukan diagnosis dan penanganan penyakit secara berkala sehingga menimbulkan kerugian bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi pertanian berbasis cerdas sub bidang sistem pakar dalam melakukan diagnosis, evaluasi, serta solusi penanganan penyakit pada tanaman karet. Implementasi dan penerapan sistem pakar dengan pendekatan berbasis penalaran menggunakan metode teorema bayes dapat menghasilkan sebuah proses diagnosis . Berdasarkan pengujian yang dilakukan telah diperoleh dengan tingkat akurasi 82%. Dengan adanya implementasi sistem pakar dan proses penalaran menggunakan metode teorema bayes maka dapat membantu dalam monitoring pertumbuhan tanaman karet, sehingga dapat meningkatkan hasil panen bagi petani untuk periode jangka panjang.
Perancangan Aplikasi Digital Farming Untuk Menentukan Replanting Tanaman Kelapa Sawit Menggunakan Metode TOPSIS Dan SAW Muslimin B; Suci Ramadhani; Suswanto Suswanto; Yunike Andrayani; Puput Misliyana; Medi Taruk
Jurnal Rekayasa Teknologi Informasi (JURTI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Rekayasa Teknologi Informasi (JURTI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jurti.v7i1.9264

Abstract

Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu komoditas pertanian unggul wilayah Kalimantan Timur yang menghasilkan minyak maupun bahan bakar. Perkembangan dan efektifitas produksi hasil panen tanaman kelapa sawit dipengaruhi beberapa faktor seperti pemeliharaan, pemupukan, kualitas bibit unggul, identifikasi penyakit dan hama. Pengelolaan dan produktivitas lahan perkebunan secara terus menerus maka dibutuhkan proses penanaman kembali tanaman yang kurang produktif. Replanting merupakan teknik peremajaan tanaman kelapa sawit yang kurang produktif menggunakan parameter dan kriteria penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi digital farming untuk menentukan kelayakan tanaman kelapa sawit yang dapat dilakukan replanting. Aplikasi digital farming merupakan teknologi informasi dan komunikasi(TIK) berbasis cerdas yang dapat menentukan tanaman yang layak untuk di replanting. Manfaat replanting adalah untuk pemenuhan regenerasi tanaman baru kelapa sawit pada suatu kebun yang khususnya di kelola oleh petani. Penelitian ini menerapkan pemodelan/algoritma perbandingan metode Topsis dan SAW dengan berbasis web. Metode Topsis dan SAW merupakan salah satu teknik pengukuran objek tanaman berdasarkan kepentingan kriteria, evaluasi alternatif penilaian, kalkulasi matrik, sehingga menghasilkan rangking tanaman yang layak dilakukan proses replanting. Perbandingan metode Topsis dan SAW dapat mengukur tingkat akurasi keputusan berdasarkan data yang dikelola dan di analisis pakar pertanian. Perbandingan model dan implementasi aplikasi digital farming maka dapat membantu petani pakar pertanian dalam melakukan evaluasi dan monitoring kelayakan tanaman kelapa sawit yang akan di replanting. Untuk jangka panjang maka dapat membantu petani meningkatkan produktivitas hasil panen serta ketersediaan tanaman dan lahan produktif.
Sistem Pakar Diagnosis Bakteri Pada Air Minum Isi Ulang Dengan Metode Backward Chaining dan Certainty Factor Eny Maria; Muhammad Fauzul Adhim; Suswanto Suswanto
Jurnal Rekayasa Teknologi Informasi (JURTI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Rekayasa Teknologi Informasi (JURTI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jurti.v7i1.12600

Abstract

Dalam menganalisa sebuah informasi dimungkinkan seorang pakar mengungkapkan informasi berupa pernyataan yang tidak pasti seperti mungkin, kemungkinan besar dan hampir pasti. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam mengatasi ketidak  pastian  adalah  metode  certainty factor. Certainty factor merupakan metode yang mendefinisikan ukuran kepastian terhadap fakta atau aturan untuk menggambarkan keyakinan seorang pakar terhadap masalah yang sedang dihadapi. Sistem pakar diagnosis bakteri pada air minum isi ulang dengan metode Backward chaining & Certainty Factor digunakan untuk membantu masyarakat agar mendapatkan air minum yang layak di konsumsi untuk kebutuhan sehari-hari
Pelatihan Internet of Things (IoT) untuk Peningkatan Kompetensi Praktik Siswa SMK Bhakti Loa Janan Kutai Kartanegara Imron Imron; Eny Maria; Bagus Satria; Asep Nurhuda; Eko Junirianto; Suci Ramadhani; Ida Maratul Khamidah; Annafi Franz; Yulianto Yulianto; Husmul Beze; Suswanto Suswanto; Budi Ramadhani; Reza Andrea; Syafei Karim
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.472

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa SMK Bhakti Loa Janan dalam memahami dan menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) sebagai kesiapan menghadapi era industri digital. Kegiatan diikuti oleh 30 siswa dengan tahapan meliputi koordinasi awal, persiapan perangkat dan modul pelatihan, penyampaian teori, praktik langsung (hands-on training), evaluasi, dan pendampingan. Materi mencakup pengenalan konsep dasar IoT, pemrograman mikrokontroler Arduino dan ESP32, serta penerapan sensor DHT11 untuk sistem pemantauan suhu dan kelembaban berbasis platform ThingSpeak. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan siswa dalam merancang serta mengoperasikan sistem IoT secara mandiri. Peserta mampu mengintegrasikan perangkat keras dan perangkat lunak, serta memahami alur komunikasi data dengan baik. Selain itu, guru pendamping memperoleh wawasan baru untuk mengembangkan materi pembelajaran berbasis IoT di sekolah. Secara keseluruhan, kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan literasi teknologi siswa serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah kejuruan dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Workshop IoT Dasar bagi Siswa SMK untuk Menunjang Kurikulum Kejuruan Era Industri Imron Imron; Eny Maria; Bagus Satria; Asep Nurhuda; Eko Junirianto; Suci Ramadhani; Ida Maratul Khamidah; Annafi Franz; Yulianto Yulianto; Husmul Beze; Suswanto Suswanto; Budi Ramadhani; Reza Andrea; Syafei Karim
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v4i1.748

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa SMK dalam memahami dan menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk menunjang kurikulum kejuruan era industri sebagai kesiapan menghadapi era industri digital. Kegiatan diikuti oleh 30 siswa dengan tahapan meliputi koordinasi awal, persiapan perangkat dan modul pelatihan, penyampaian teori, praktik langsung (hands-on training), evaluasi, dan pendampingan. Materi mencakup pengenalan konsep dasar IoT, pemrograman mikrokontroler Arduino dan ESP32, serta penerapan sensor DHT11 untuk sistem pemantauan suhu dan kelembaban berbasis platform ThingSpeak. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan siswa dalam merancang serta mengoperasikan sistem IoT secara mandiri. Peserta mampu mengintegrasikan perangkat keras dan perangkat lunak, serta memahami alur komunikasi data dengan baik. Selain itu, guru pendamping memperoleh wawasan baru untuk mengembangkan materi pembelajaran berbasis IoT di sekolah. Secara keseluruhan, kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan literasi teknologi siswa serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah kejuruan dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Implementation of English Language Curriculum in Vocational Higher Education: Lecturers’ Experiences at Samarinda State Agricultural Polytechnic Suswanto Suswanto; Yulianto Yulianto; Puspita Puspita; Budi Rachmadani
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v6i2.2994

Abstract

This study explores the experiences of English as a Second Language (ESL) lecturers in implementing the new English language curriculum at Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. The research focuses on lecturers’ perceptions of the curriculum, teaching approaches, and challenges encountered in vocational higher education. A qualitative phenomenological approach was employed involving six ESL lecturers selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured online interviews and analyzed using thematic analysis. The findings indicate that lecturers generally perceive the curriculum positively because it promotes communicative learning, learner autonomy, and vocational relevance through English for Specific Purposes (ESP). Lecturers implemented student-centered strategies, modular teaching materials, and technology-based resources to support learning. However, the implementation faced several challenges, including limited instructional time, inadequate training, inconsistent learning materials, students’ low English proficiency, and increased workload. The study implies that effective curriculum implementation requires continuous teacher training, institutional support, improved teaching materials, and sufficient instructional time to enhance English learning outcomes and students’ communicative competence in vocational education.