Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas ROM Aktif-Asistif: Spherical dan Cylindrical Grip terhadap Kekuatan Otot Pasien Stroke Liza Fitri Lina; Herliza; Dodi Efrisnal
Sistem Informasi Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v12i2.3609

Abstract

Stroke is a major health problem in both developed and developing countries. Stroke results in suffering to the sufferer, the social and economic burden for families and sufferers, communities, and the state. The purpose of this study was to investigate the effect of active-asistive range of motion (ROM): spherical grip and cylindrical grip on increasing muscle strength of upper limb in stroke patients. In this study quantitative with analytic approach. The research design used is pre experiment one group pre- test and post-test design. Research result 16 respondents before spherical grip therapy was found that the highest frequency of upper limb muscle strength 5 people (31,3%) with score 1 and 2 was on palpation contraction intervention, but no movement was seen, there was movement but could not fight . While after spherical grip therapy found that the highest frequency of upper extremity muscle strength 6 people (37,5%) with score 2 that is at intervention there is movement, but can not fight. Of the 16 respondents prior to cylindrical grip therapy it was found that the highest frequency of upper extremity muscle strength was 6 people (37.5%) with score 1 in the intervention of palpation contraction, but no visible movement. Meanwhile, after cylindrical grip therapy, it was found that the highest frequency of upper limb muscle strength 7 people (43,8%) with score 2 was intervention movement but not resistance. Range of Motion (ROM) Active-Assistive: Spherical Grip and Cylindrical Grip Effective to increase muscle strength of upper limb in stroke patient at Dr. Hospital. M. Yunus of Bengkulu Province. To be used as a reference and information for health workers, especially Dr. Hospital. M. Yunus Bengkulu Province so much better in dealing with patients with stroke patients.
Penyuluhan kesehatan demam berdarah dangue di Kelurahan Pidada, Panjang Bandar Lampung Yulendasari, Rika; Rilyani, Rilyani; Widodo, Slamet; Khairul Rizwan, Al; Rahmah Hidayah, Alisah; Herliza
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.255

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever is a disease caused by the Dengue virus which is transmitted to humans through the bites of Aedes Aegypti and Aedes Albocpictus mosquitoes.  According to the 2020 statistical data, the flood rate in Pidada is the highest from other long areas, for the population of the Pidada sub-district is the area with the highest population density after the northern and southern lengths according to BPS data in 2020. The things above are one of the risk factors for the emergence of mosquitoes.  Aedes eagypti in the Pidada Village, Panjang District, Bandar Lampung, which is the trigger for dengue fever. Purpose: Respondents can know, understand, understand, be able to prevent the occurrence of DHF and how to control it. Method: the method in this counseling consists of the first stage of participant attendance, the second distribution of leaflets and snacks, the third explanation and presentation of counseling about DHF, the fourth question-and-answer session, the fifth distribution of door prizes, the six measurements, blood pressure, GDS, and temperature, and the last  Lastly is documentation. Results: Respondents can know, understand, understand, able to prevent the occurrence of DHF and how to control it. Conclusion: Respondents can know about DHF and how to control it.  Keyword: DHF; Education; Health Pendahuluan: Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Menurut data statistic 2020 angka banjir di pidada  yang paling tinggi dari wilayah panjang lainnya, untuk jumlah penduduk kelurahan pidada merupakan daerah dengan kepadatan penduduk yang terbanyak setelah panjang utara dan selatan menurut data BPS tahun 2020. Hal-hal diatas menjadi salah satu factor resiko timbulnya nyamuk aedes eagypti di Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang Bandar Lampung yang menjadi pemicu penyakit DBD. Tujuan: Supaya responden dapat mengetahui, memahami, mengerti, mampu dalam mencegah terjadinya DBD dan cara pengendaliannya. Metode: Metode dalam penyuluhan ini terdiri dari tahapan pertama absensi kehadiran participant, kedua pembagian leaflet dan snack, ketiga penjelasan dan pemaparan penyuluhan tentang DBD, keempat sesi tanya-jawab, kelima pembagian doorprize, keenam pengukuran, tensi, GDS, dan suhu, dan yang terakhir adalah pendokumentasian. Hasil: Responden dapat mengetahui, memahami, mengerti, mampu dalam mencegah terjadinya DBD dan cara pengendaliannya. Simpulan: Responden dapat mengetahui tentang DBD dan cara pengendaliannya.
ANALISIS TINGKAT KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN YANG DIBESARKAN OLEH ORANG TUA TUNGGAL SE-KECAMATAN TEMBILAHAN HULU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Herliza; Daviq Chairilsyah
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 6 No. 2 (2022): March
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v6i2.8205

Abstract

Peran orangtua akan mempengaruhi pembentukan karakter anak. Menuntun anak untuk memiliki karaketer yang mandiri tidaklah mudah bagiorangtua. Tanpa bimbingan orangtua, kemandirian pada anak tidak akan meningkat. Nyatanya, masih ada anak yang mempunyai sedikit kemandiriandalam melakukan aktifitas sehari-hari. Oleh sebab itu, artikel ini membawa kita untuk menganalisis tingkat kemandirian anak usia 5-6 tahun yangdiasuh orang tua tunggal di Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua tunggal yangberada di Kecamatan Tembilahan Hulu berjumlah 32 orang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian analisis tingkatkemandirian anak usia 5-6 tahun yang diasuh orang tua tunggal di Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir yang terdiri dari 7 indikatordiantaranya: indikator pekemampuan fisik dengan persentase 82.29% pada kategori sangat baik. Indikator percaya diri dengan perolehan persentase70.12% berada pada ketegori baik. Selanjutnya indikator bertanggung jawab dengan persentase 76.56% berada pada kategori baik. Indikator disiplindengan persentase 72.92% berada pada kategori baik. Adapun indikator pandai bergaul dengan persentasi 80.66% berada pada kategori baik.Indikatorsaling berbagi dengan persentase 74.22% berada pada kategori baik. Berikutnya indikator mengendalikan emosi dengan jumlah persentase67.19% berada pada kategori baik. Adapun hasil secara keseluruhan persentase analisis kemandirian anak usia5-6 tahun yang diasuh orang tuatunggal di Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir dengan persentase 74.84% berada pada kategori baik. Teknik pengumpulan datayang digunakan melalui data primer yaitu dilakukan secara langsung oleh peneliti dengan menggunakan angket.