Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN KADER POSYANDU DALAM PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Nurniati Tianastia Rullyni; Mardiah Mardiah; Utami Dewi; Rahmadona Rahmadona; Vina Jayanti; Wahyu Eni Setyohari; Sabtini Ika Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19156

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada ibu hamil. Di Indonesia, satu dari dua ibu hamil mengalami anemia. Anemia adalah kondisi yang ditandai dengan rendahnya kadar Haemoglobin (Hb) dalam darah (<11gr/dl). Kondisi ini  disebabkan oleh kurangnya nutrisi yang mengandung  zat besi dan meningkatnya kebutuhan zat besi pada kehamilan. Anemia dapat menyebabkan kurangnya pasokan oksigen dan mempengaruhi perkembangan janin, hal ini menyebabkan resiko perdarahan saat melahirkan yang berakibat kematian. Oleh karena itu, penting meningkatkan asupan makanan yang kaya zat besi berupa olahan tempe dan bilis seperti otebi, sidanis dan epolist untuk meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil.Tujuan : meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam upaya pencegahan anemia pada ibu hamil. Metode kegiatan dalam bentuk pendidikan kesehatan dan demonstrasi pengolahan bahan makanan pencegah anemia (Otebi, Sidanis dan epolist), untuk evalusi dilakukan pre-test dan post-test berikut pemeriksaan Hb di Puskesmas Batu 10 kepada kader posyandu dan ibu hamil sejumlah 30 orang. Waktu pelaksanaan pengabmas, pada bulan September 2023.Hasil : Terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu dan ibu hamil sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan dan terdapat peningkatan kadar Hb pada pemeriksaan Hb kedua dibandingkan dengan pemeriksaan Hb pertama. Saran : diharapkan kader posyandu dan ibu hamil dapat meneruskan informasi dan keterampilan serta menerapkan upaya pencegahan anemia pada kehamilan melalui pemanfaatan bahan pangan local menjadi olahan yang kaya akan zat besi untuk mencegah anemia pada kehamilan.
GAME EDUKASI MONOPOLI ANEMIA (GEMA) SEBAGAI MEDIA INOVASI HEALTH EDUCATION YANG DAPAT MEMPENGARUHI PENGETAHUAN REMAJA TENTANG ANEMIA Neny San Agustina Siregar; Mardiah Mardiah; Dewi Mey Lestanti Mukodri; Rita Ridayani; Wahyu Eni Setyohari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Juli : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i2.827

Abstract

This study was conducted to determine the effect of the Monopoly Anemia Educational Game (GEMA) as one of the media innovation for Health Education on the behaviour of adolescent girls about anemia in the work area of Tanjungpinang City Health Center in 2021. This type of study is a quasi-experiment with a nonrandomized pretest and posttest with a control group design which is used to determine the effect of the Monopoly Anemia Educational Game (GEMA) as one of the media innovation for Health Education on the behaviour of adolescent girls about anemia in the Tanjungpinang City Health Center in 2021. The sampling technique in this study used the purposive sampling method formula where to obtain data the researchers met the research subjects, namely all adolescent girls in the work area of ​​the Tanjungpinang City Health Center who met the criteria, namely: adolescents who were willing to be sampled, adolescent aged 10-16 years, the adolescent who registered as a youth Integrated Healthcare Center participant in the work area of the Tanjungpinang City Health Center in 2021. The number of samples is calculated using the sample size formula according to the measurement scale of the two unpaired numerical variables for the average estimate of 2 populations, from the formula the total number is 64 people, plus 10% or 2 people to anticipate if there are respondents who drop out (DO) so the total the number of samples in this study were 66 people who were grouped into 2 groups (control group and treatment group) each group of 33 people. Data collection was carried out by visiting the Edelweiss Youth Integrated Healthcare Center and Berkabar Youth Integrated Healthcare for 3 visits starting in May 2021. The data generated is the behaviour (knowledge) of adolescents about anemia in the work area of the Tanjungpinang City Health Center in 2021 before and after being given the Monopoly Anemia Educational Game (GEMA) as one of the media innovation for Health Education. The results of data analysis using an independent simple t-test showed that there was an effect of using GEMA as a health education media on adolescent knowledge about anemia in the work area of the Tanjungpinang City Health Center in 2021.