Dyah Ayu Kurniasari
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH JENIS GULA MERAH DAN PENAMBAHAN BAWANG PUTIH TERHADAP SIFAT BUMBU RUJAK MANIS CEPAT SAJI [IN PRESS JULI 2015] Kurniasari, Dyah Ayu; Yuwono, Sudarminto Setyo
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.32 KB)

Abstract

Rujak manis merupakan makanan tradisional khas jawa timur. Rasa rujak manis disetiap penjual memiliki rasa yang berbeda, selain itu kurang praktis dan masa simpan yang singkat. Hal ini perlu dilakukan pembuatan formulasi dan mempersingkat waktu penyajian. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama jenis gula merah yaitu gula kelapa dan gula aren dan faktor kedua penambahan bawang putih 2%, 4% dan 6%. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dilanjut dengan uji lanjut DMRT dan BNT taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan perlakuan terbaik metode Zeleny yaitu pada perlakuan jenis gula kelapa dan penambahan bawang putih 4 %. kadar air sebesar 8.64%, Aw 0.64, kadar lemak sebesar 9.91%, tensile strenght 16.9 N, waktu hancur 64.33 detik, viskositas 11550 cP, kecerahan (L*) 38.83, kemerahan (a*) 16.37, kekuningan (b*) 22.07 dan Total Plate Count 800 cfu/gram, peroksida 1.57 meq/kg, nilai kesukaan rasa 4.90, aroma 4.55, dan warna 4.50.   Kata kunci: Bawang putih, Bumbu rujak manis cepat saji, Gula aren, Gula kelapa
Epilepsy Smart School: Part Of Anti Stigma Campaign Husna, Machlusil; Damayanti, Ria; Harbiyanti, Novita Titis; Rahma, Annisa; Gumelar, Enggar; Ibrahim, Ananto Suarbhakti; Muhammad, Galang Mahasin; Kurniasari, Dyah Ayu
Caring: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): CARING Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember 2025)
Publisher : Caring: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.caringjpm.2025.005.03.4

Abstract

Epilepsy is a neurological condition that is still frequently associated with stigma and misconceptions, particularly in school settings, which can lead to discrimination, social exclusion, and inappropriate seizure management. As part of a community service, The Epilepsy Smart School program was implemented from May to December 2025 in Malang, Indonesia, aiming to improve knowledge, reduce stigma, and promote inclusion for students with epilepsy through interactive education and seizure first-aid simulations. Evaluation was conducted using a pre–post assessment design involving 30 participants (students and teachers) selected through convenience sampling. The results showed a significant increase in knowledge scores from 81.0 to 98.6, reflecting a better understanding of epilepsy and appropriate seizure management. In addition, stigma was reduced, as indicated by increased social acceptance, empathy, and willingness to interact with and support inclusive education without segregation. Although there was a decrease in post-test participation and no long-term evaluation was conducted, the program proved effective in improving both cognitive and social attitude aspects. These findings suggest that participatory school-based health education has the potential to create a more inclusive, supportive, and stigma-free environment for individuals with epilepsy.