Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi filsafat pendidikan konstruktivisme dan  progresivisme dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa di SD GMIT Tepas melalui program Reading Camp. Studi deskriptif analitik ini menggunakan data Rapor Pendidikan tahun 2025 dan evaluasi program dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Reading Camp berbasis prinsip progresivisme efektif meningkatkan literasi membaca siswa dengan capaian 100% peserta didik mencapai kompetensi minimum dan 76,92% peserta didik mencapai kompetensi di atas minimum. Penerapan filosofi pendidikan yang menekankan pengalaman belajar aktif, pembelajaran berbasis minat siswa, dan keterlibatan kritis dalam membaca teks informatif dan sastra membuktikan relevansi paradigma konstruktivisme dan progresivisme dalam praktik pendidikan literasi kontemporer. Analisis terhadap sub-kompetensi menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan membaca teks informasi (92,15%), meskipun terdapat penurunan pada kompetensi membaca sastra (86,86%), yang mengindikasikan perlunya strategi diferensiasi pembelajaran. Implikasi penelitian ini mendukung pentingnya fondasi filosofis dalam mendesain program literasi yang inklusif, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Temuan ini relevan bagi pengembang kurikulum, kepala sekolah, dan guru dalam mengintegrasikan filsafat pendidikan ke dalam praktik pembelajaran literasi di tingkat sekolah dasar.