Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN AKSARA AL-QUR’AN DI MAJELIS TAKLIM KOTA TOBELO HALMAHERA TENGAH MELALUI PENGGUNAAN BUKU QIRO’AH Agustang Kallang; Sulaeman Sulaeman; Muhammad Amri; Sugirma Sugirma; Sayuthi Atman Said; M. Ridwan
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1805

Abstract

Dinamika pembelajaran baca tulis Al-Qur’an di Indonesia, termasuk di Maluku Utara telah mengalami perkembangan pesat. Beberapa metode baca tulis Al-Qur’an telah mewarnai dunia literasi Al-Qur’an seperti Bhaghdadiyah, Iqro’, Qiro’ati, Ummi dan Metode Qiro’ah. Sebagai salah satu metode yang lahir dari timur Indonesia, yakni Makassar, metode Qiro’ah bisa menjadi pilihan untuk penguatan literasi Al-Qur’an dengan cara belajar santri super aktif (CBSSA), termasuk di Majelis Taklim di Kota Tobelo Halmahera Utara. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menguatkan literasi Al-Qur’an majelis taklim di Kota Tobelo Halmahera Utara melalui penggunaan buku qiro’ah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menguatkan literasi Al-Qur’an majelis taklim di Kota Tobelo Halmahera Utara melalui penggunaan buku qiro’ah. Metode kegiatan dilakukan melalui participation action research dengan tim pengabdi bertindak sebagai pendamping untuk penerapan metode qiro’ah. Hasil kegiatan melalui pola pembinaan literasi Al-Qur’an secara terstruktur dan sistematis, mulai dari penentuan mitra dampingan, pendampingan, pengaplikasian metode qiro’ah dan monitoring. Pola pembinaan mengacu pada pola dasar pengaplikasian metode qiro’ah yaitu 4M dan        7D. 4D sebagai penguasaan huruf hijaiyah, baris-harakat, huruf bersambung dan ilmu tajwid. Kemudian 7D dipahami, ditunjuk, dituntun, diulangi, diuji, diperlancar dan dipindahkan. Kegiatan ini telah berjalan sesuai dengan pengabdian dan memberikan kontribusi dalam menguatkan literasi Al-Qur’an bagi majelis taklim
The Historical Transformation of Arabic in the Multilingual Landscape of the Muslim Community of Tidore Island Agustang Kallang; Sugirma Sugirma; M. Risal Abdullah; Iman Yamin
Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab Vol. 9 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM Universitas KH.A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/vwsbbq42

Abstract

This study examines the historical transformation of the Arabic language in the multilingual landscape of the Muslim community on Tidore Island, North Maluku. This study aims to understand how Arabic interacts with local and immigrant languages, as well as its role in the traditions, education, and social identity of communities. The research method uses a qualitative approach with ethnography and literature studies, as well as data collection through documents, interviews, and field observations. The results of the study show that Arabic was originally present as a ritual and religious language, used in prayers, manuscript texts, as well as naming terms and regions. Over time, this language has undergone a transformation into a means of communication, education, and social identity, which is strengthened through formal and non-formal educational institutions such as madrassas and pesantren. The interaction of Arabic with Tidore, Makian, Ternate, and immigrant languages creates a distinctive multilingual landscape, where Arabic becomes an integral part of people's social and cultural lives. These findings confirm that Arabic is not only a religious heritage, but also a social and cultural agent that shapes the linguistic dynamics and traditions on Tidore Island. This research opens up opportunities for further studies on language adaptation, language contact, and the development of Arabic language learning based on local culture in multiethnic areas.