Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Tentang Bantuan Hidup Dasar Mahasiswa Program Studi D3 Farmasi STIKES Arjuna Melva Epy Mardiana Manurung; Tumpal manurung; Kirista Hutapea
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.198 KB) | DOI: 10.55644/jkc.v3i2.88

Abstract

Keadaan gawat darurat merupakan keadaan yang memerlukan penanganan atau tindakan segara untuk menghilangkan ancaman nyawa korban yang dapat menyebabkan kematian. Kejadian gawat darurat dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan menimpa siapa saja sehingga memerlukan bantuan segera karena dapat menyebabkan kecacatan permanen bahkan kematian. Setiap tahunnya penyakit kardiovaskuler merupakan salah satu penyebab kematian. Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah (Kemenkes RI 2014). Salah satu gangguan kardiovaskuler yang paling sering menjadi penyebab kematian adalah henti jantung dimana didapati keadaan berhentinya fungsi mekanis jantung secara mendadak, yang dapat reversible dengan penanganan yang sesuai tetapi akan menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan segera. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui Tingkat pengetahuan tentang bantuan Hidup Dasar (BHD) Mahasiswa Prodi D3 Farmasi STIKes Arjuna. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian cross sectional study atau penelitian yang dilakukan dimana pengambilan dari semua variabel dilakukan pada satu waktu yang bersamaan. Jenis Penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif cross sectional study untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang bantuan Hidup Dasar (BHD) Mahasiswa Prodi D3 Farmasi STIKes Arjuna. Dilakukan pada 80 orang Mahasiswa Prodi d3 Farmasi STIKes Arjuna pada bulan Mei 2022 dengan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan Proporsional Random Sampling. penelitian yang telah dilakukan tentang Mahasiswa Prodi D3 Farmasi STIKes Arjuna tentang Bantuan Hidup pada 80 responden, didapatkan hasil analisis mayoritas cukup baik sebanyak 40 orang (50%), baik sebanyak 31.25% dan kurang baik 18.75%. Memasukkan dalam referensi dan bahan ajar Pendidikan Prodi D3 Farmasi STIKes Arjuna sebagai upaya peningkatan megetahui Tingkat pengetahuan tentang bantuan Hidup Dasar (BHD) sehingga dapat melakukan pertolongan kegawatdaruratan
Edukasi Kesehatan Penerapan Upaya Pencegahan dan Penanganan Kejang Demam Pada Anak Melva Epy Mardiana Manurung; Connie Melva Sianipar; Rohana Simare-mare
SIGDIMAS Vol. 1 No. 01 (2023): Publikasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Publisher : SIGDIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam merupakan suatu keadaan peningkatan suhu tubuh diatas 37,5°C, dan merupakan salah satu respon tubuh karena adanya infeksi atau peradangan dalam tubuh.Kejang demam merupakan penyakit dengan urutan kasus ke 3 tertinggi yang sering terjadi di antara usia 6 bulan sampai dengan 5 tahun dan memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Kejang demam yang tidak ditangani segera dan berlangsung lama (lebih dari 15 menit) biasanya disertai dengan apnea dan resiko tersedak yang tinggi. Kejang demam tidak hanya merugikan bagi anak, akan tetapi orang tua juga mendapat pengalaman yang tidak menyangkan seperti rasa trauma, kecemasan serta ketakutan yang dapat menyebabkan gangguan tidur sampai aktifitas sehari-hari Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan Edukasi Kesehatan Penerapan Upaya Pencegahan dan Penanganan Kejang Demam Pada Anak pada masyarakat Desa Pintubosi Kabupaten Toba. Unsur-unsur yang terlibat Kepala Desa, perangkat desa, Bidan desa, Kader Posyandu dan Ibu-ibu yang memiliki anak usia 6 bulan sampai dengan 5 tahun, Dosen prodi D3 Keperawatan STIKes Arjuna dan Mahasiswa prodi prodi D3 Keperawatan. Kegiatan PKM yang dilaksanakan dengan cara tatap muka dengan memberikan secara langsung edukasi kesehatan tentang upaya pencegahan dan penanganan kejang demam pada anak langsung kepada ibu dan kader kesehatan. Secara keseluruan kegiatan berjalan dengan lancar, dengan kendala yang minim pada saat pelaksanaan. Tujuan dari kegiatan ini sudah tercapai dan acara-acara yang diprogramkan tidak menemukan kendala, sehingga luaran yang diharapkan dapat tercapai.
Edukasi Kesehatan Penerapan Upaya Pencegahan dan Penanganan Aspirasi Benda Asing Pada Anak Melva Epy Mardiana Manurung; Meliani Dwi Lestari; Debby Siagian; Jesica Siagian
SIGDIMAS Vol. 1 No. 02 (2023): Publikasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Publisher : SIGDIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspirasi benda asing pada anak merupakan salah satu kondisi kegawatan yang serius pada anak bila tidak segera ditangani karena dapat mengancam nyawa. Pada usia anak orang tua perlu melakukan pengawasan terhadap setiap kegiatan anak. Aspirasi benda asing sering terjadi karena menelan yang belum sempurna, jalan napas yang sempit, kebiasaan meletakkan benda atau objek ke dalam mulut. Penanganan aspirasi benda asing pada anak dengan cepat dan tepat dapat menurunkan insiden morbiditas dan mortalitas anak. Tujuan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orangtua tentang pencegahan dan penanganan aspirasi benda asing pada anak di rumah. Sebanyak 25 responden ikut dalam kegiatan PKM ini. Metode pelaksanaan PKM yaitu edukasi kesehatan secara langsung tentang pengetahuan ibu dalam melakukan pencegahan dan penanganan aspirasi benda asing pada anak. Unsur-unsur yang terlibat Kepala Desa, perangkat desa, Bidan desa, Kader Posyandu dan masyarakat, Dosen dan mahasiswa STIKes Arjuna. Secara keseluruan kegiatan berjalan dengan lancar, dengan kendala yang minim pada saat pelaksanaan. Tujuan dari kegiatan ini sudah tercapai dan acara-acara yang diprogramkan tidak menemukan kendala, sehingga luaran yang diharapkan dapat tercapai.
The relationship between the anxiety level of breastfeeding mothers and the amount of milk production in Mothers who have babies aged 1-12 Months in Sigumpar Dangsina Village, Sigumpar Health Center Working Area Melva Epy Mardiana Manurung; Lidia Silaban; Veronica Silalahi
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 1 No. 4 (2022): IJHET-NOVEMBER 2022
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.009 KB) | DOI: 10.55227/ijhet.v1i4.79

Abstract

Breast milk is a liquid that contains white blood cells, immune substances, enzymes, hormones, and proteins that are suitable for babies. Breast milk is an ideal source of nutrition, rich in food essences that can accelerate the growth of brain cells and the development of the nervous system. In breastfeeding, mothers often experience anxiety caused by milk production. Breast milk production can be influenced by several factors, namely infant birth weight, gestational age, maternal age and parity, maternal stress/illness, smoking, alcohol consumption, consumption of contraceptive pills, maternal diet, husband and family support, breast care, type of delivery and hospitalization. when giving birth. Mothers who experience anxiety will cause the let-down reflex to occur, resulting in disruption of breast milk production due to inhibition of the production of the hormones prolactin and oxytocin. This study aims to The relationship between the anxiety level of breastfeeding mothers and the amount of milk production in Mothers who have babies aged 1-12 months in Sigumpar Dangsina Village, Sigumpar Health Center Working Area. This research is a quantitative research with cross sectional data collection approach. The population of this study were all breastfeeding mothers who had babies 1-12 months. The sampling technique used is a total sampling of 17 respondents. The data was processed by Spearman correlation test. The results showed p value = 0.003 so p < 0.05 which means that there is a relationship between the level of anxiety of mothers who breastfeed their babies to the amount of milk production in mothers who have babies aged 1-12 months in Sigumpar Dangsina Village, Sigumpar Health Center Work Area. Mothers/Communities and their families support each other in breastfeeding so as not to cause anxiety in breastfeeding mothers