Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS KOMPOSISI FOTOGRAFI PADA FOTO FASHION EDITORIAL ‘SWARNADWIPA’ KARYA NICOLINE PATRICIA MALINA Tulus Rega Wahyuni E; Tulus Rega Wahyuni E; Aqila Fadia
JURNAL Dasarrupa: Desain dan Seni Rupa Vol 4 No 2 (2022): Jurnal dasarrupa vol 4, no 2, Agustus 2022
Publisher : UNIVERSITAS NUSA PUTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/dasarrupa.v4i2.130

Abstract

One of the activities to express yourself is through photography. Photography is not just an activity to take pictures or take pictures. However, expertise is also needed to be able to apply the basic techniques and composition of photography properly so that the resulting photos are more interesting. One Indonesian female photographer whose works are very interesting is Nicoline Patricia Malina. Nicoline is very famous for her Fashion Photography work. Nicoline's Fashion Photography works are usually used for editorial purposes. One of them is entitled 'Swarnadwipa'. In this photographic work, Nicoline uses a photographic composition of leading lines, symmetry, fill the frame, and the rule of third in portrait and landscape photo formats. Nicoline also uses a combination of gold tones which is a concept from the 'Swarnadwipa' photo series, and there are several other colors such as brown, black, gray and silver. Apart from that, Nicoline also used the Borobudur Temple building as a background for the 'Swarnadwipa' photo. This analysis uses a descriptive qualitative method, which aims to find out what photographic compositions are used in the 'Swarnadwipa' editorial fashion photo as well as to find out what the relationship between the photographic composition and the concept of 'Swarnadwipa'.
ANALISIS KOMPOSISI FOTOGRAFI PADA FOTO FASHION EDITORIAL ‘SWARNADWIPA’ KARYA NICOLINE PATRICIA MALINA Tulus Rega Wahyuni E; Tulus Rega Wahyuni E; Aqila Fadia
JURNAL Dasarrupa: Desain dan Seni Rupa Vol 4 No 2 (2022): Jurnal dasarrupa vol 4, no 2, Agustus 2022
Publisher : UNIVERSITAS NUSA PUTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/dasarrupa.v4i2.130

Abstract

One of the activities to express yourself is through photography. Photography is not just an activity to take pictures or take pictures. However, expertise is also needed to be able to apply the basic techniques and composition of photography properly so that the resulting photos are more interesting. One Indonesian female photographer whose works are very interesting is Nicoline Patricia Malina. Nicoline is very famous for her Fashion Photography work. Nicoline's Fashion Photography works are usually used for editorial purposes. One of them is entitled 'Swarnadwipa'. In this photographic work, Nicoline uses a photographic composition of leading lines, symmetry, fill the frame, and the rule of third in portrait and landscape photo formats. Nicoline also uses a combination of gold tones which is a concept from the 'Swarnadwipa' photo series, and there are several other colors such as brown, black, gray and silver. Apart from that, Nicoline also used the Borobudur Temple building as a background for the 'Swarnadwipa' photo. This analysis uses a descriptive qualitative method, which aims to find out what photographic compositions are used in the 'Swarnadwipa' editorial fashion photo as well as to find out what the relationship between the photographic composition and the concept of 'Swarnadwipa'.
KAMPANYE PEMBIASAAN CUCI TANGAN YANG BENAR PADA ANAK DI PAUD AL-BAROKAH BAROS SUKABUMI MELALUI PERANCANGAN ANIMASI 2D Tulus Rega Wahyuni E; mulyadi mulyadi; agus darmawan agus darmawan
JURNAL Dasarrupa: Desain dan Seni Rupa Vol 3 No 2 (2021): Jurnal DasaRupa Vol 3 No 2 Agustus 2021
Publisher : UNIVERSITAS NUSA PUTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/dasarrupa.v3i2.170

Abstract

Latar belakang dari perancangan ini adalah masih banyaknya anak yang belum terbiasa cuci tangan sendiri dan harus selalu diingatkan, mencuci tangan hanya menggunakan air saja tidak dengan sabun dan menggunakan langkah-langkah cuci tangan yang benar. Pembiasaan cuci tangan harus diajarkan sejak dini baik oleh guru di sekolah maupun orangtua di rumah. Media pembelajaran dapat digunakan untuk merangsang dan menarik perhatian anak. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah video animasi 2D. Untuk mendapatkan konsep dalam perancangan video animasi ini, penulis mengumpulkan data melalui observasi, wawancara serta kajian literatur. Pada proses perancangan setelah penulis menentukan tema, membuat naskah beserta storyboard dilanjutkan dengan membuat karakter dan background menggunakan software Medibang Paint Pro. Selanjutnya karakter tersebut dianimasikan menggunakan software Krita Animation. Setelah menganimasikan, pewarnaan dilakukan menggunakan software Medibang Paint Pro dan Adobe Photoshop. Kemudian merekam dubbing dan mengeditnya menggunakan software Adobe Audition, dilanjutkan dengan proses editing menggunakan software Vegas Pro untuk menyelaraskan adegan dengan dubbing, menambah backsound serta sound efx. Terakhir proses rendering sehingga mendapatkan file video dalam format mp4 720x1080 25fps. Pada saat video animasi ini ditayangkan di PAUD Al-Barokah antusias peserta didik sangat tinggi. Setelah menonton, mereka dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar tema dan isi video. Hal tersebut menunjukan bahwa karya video animasi 2D usir kuman dengan cuci tangan yang penulis buat dapat dikatakan baik dan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran cuci tangan yang benar di PAUD Al-Barokah Baros Sukabumi.
Desain Logo Inge Bunga Aulia Moslem Fashion Sukabumi Tulus Rega Wahyuni E; Nurul Aeni
JURNAL Dasarrupa: Desain dan Seni Rupa Vol 3 No 1 (2021): Jurnal DasaRupa Vol 3 no 1 April 2021
Publisher : UNIVERSITAS NUSA PUTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/dasarupa.v3i1.94

Abstract

ABSTRAK Inge Bunga Aulia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang perancangan busana musliem,yang dirintis sejak tahun 2019 dan telah berkembang sampai sekarang perusahaan ini mengoleksi bahan-bahan atau kainnya yang dirancang menjadi sebuah busana muslim berdasarkan pesanan dan kebutuhan masyarakat yang tinggi terhadap salah satu busana muslim ,Namun perusahaan ini belum memiliki identity yang tepat sebagai citra identitas dan menjadi hal yang sangat penting untuk dikenal oleh perusahaan lainnya . Tujuan perancangan Inge Bunga Aulia ini untuk membentuk simbol dan keunggulan yang dimiliki melalui proses visual identity. Metode analisis yang digunakan dalam perancangan visual identity Inge Bunga Aulia menggunakan metode perancangan logo ingin menggabarkan atau melukiskan sebagai busana muslem yang paling menonjol perpaduan dari gambar kerudung, kelopak bunga menjual busana muslem. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan fakta, keadaan,fenomena perusahaan yang belum memiliki identity dan menyuguhkan apaadanya. Orientasi pengembangan ide perancangan ini meliputi media utama berupa logo dan media pendukung berupa stiker dll. Diharapkan dengan adanya perancangan visual ini dapat memberi identitas ,disamping memperkuat daya saing bagi berkembang pesaing pada saat ini. Katakunci: Desain; logo; Inge bunga Aulia; Sukabumi
PENCIPTAAN MOTION GRAPHIC TENTANG DAMPAK KEKERASAN TERHADAP ANAK DI KOTA SUKABUMI Tulus Rega Wahyuni E; Bachrul Bagja
JURNAL Dasarrupa: Desain dan Seni Rupa Vol 2 No 3 (2020): Jurnal DasaRupa Vol 2 No 3 Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS NUSA PUTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/dasarupa.v2i3.98

Abstract

ABSTRAK Kekerasan terhadap anak membuat seorang anak tidak berdaya sehingga besar kemungkinan memiliki dampak negatif terhadap pertumbuhannya. Banyak orangtua yang mengabaikan perihal tersebut, dari dampak jangka pendek maupun jangka panjang. Upaya pencegahan dari kekerasan terhadap anak, bisa segera diminimalisir, dengan memberikan informasi tentang dampak dari kekerasan, dan harus bisa dilakukan secara intens, agar orang tua bisa lebih memperiapkan dan juga memahami masa depan anaknya kelak. Berdasarkan temuan riset tersebut, bahwa perlunya sebuah edukasi dini kepada pelaku menjadikan salah satu cara untuk mengurangi kasus yang sedang meningkat di masa pandemi seperti ini. Dengan cara memberikan sebuah informasi yang informatif melalui media rancangan motion graphic yang lebih tepat dimasa pandemi saat ini, dikarenakan sekarang semua kegiatan serba terbatas. Motion graphic menjadi salah satu media yang mudah dilihat tanpa harus berkegiatan diluar rumah, dengan begitu memudahkan audiens dalam melihat media yang di sajikan. Media tersebut menjelaskan tentang keresahan yang sedang terjadi. Membahas tentang psikologis anak yang mengalami kekerasan oleh orang tua, ataupun guru. Katakunci: Motion Graphic; Kekerasan Terhadap Anak; Kota Sukabumi; ABSTRACT Violence against children makes a child helpless so it is likely to have a negative impact on his growth. Many parents ignore this matter, from the short-term and long-term effects. Efforts to prevent violence against children can be minimized immediately, by providing information about the impact of violence, and must be carried out intensely, so that parents can better prepare and understand their children's future in the future. Based on the research findings, that the need for early education to perpetrators is one way to reduce cases that are increasing during a pandemic like this. By providing informative information through motion graphic design media that is more appropriate during the current pandemic, because now all activities are completely limited. Motion graphic is one of the media that is easy to see without having to do activities outside the home, thus making it easier for the audience to see the media that is presented. The media explained about the unrest that was going on. Discusses the psychology of children who have experienced violence by parents or teachers. Keywords: Motion Graphic; Violence Against Children; Sukabumi City;
VISUALISASI SUMPAH DI MASYARAKAT SUNDA MELALUI FILM PENDEK "KEUREUT CELI” Wahyuni Esiyansyah, Tulus Rega
Wacadesain Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/wacadesain.v6i1.2066

Abstract

Membahas budaya di Indonesia memang tidak ada habisnya. Ragam budaya yang dimiliki oleh negara Indonesia merupakan bahan yang sangat baik untuk dijadikan karya tulis atau karya seni. Penelitian dengan membuat film "Keureut Celi" ini merupakan upaya melestarikan budaya Sunda tentang sumpah, sehingga masyarakat dapat menikmati materi melalui media film. Metode Penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan metode desain adalah Pra-Produksi, Produksi dan Pasca Produksi. Dari hasil penelitian dan pembuatan film tersebut ditemukan bahwa film merupakan salah satu media yang tepat dalam memvisualisasikan materi berupa benda budaya. Pilihan genre juga dapat menentukan bagaimana film tersebut akan disajikan kepada penonton.
Cultural and Technical Analysis of 12 Basic Principles of Animation in the 2D Short Film ‘Prognosis Wahyuni E, Tulus Rega; Husna, Anisatul
APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities
Publisher : Lembaga Junal dan Publikasi, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/aplikatif.v4i2.629

Abstract

This study analyzes the application of the 12 basic principles of animation in the Indonesian 2D animated short film Prognosis. Without using dialogue, the film relies entirely on visual elements to construct an emotionally rich narrative between a child and his father. Through qualitative analysis, this research identifies how animation principles such as Squash and Stretch, Anticipation, Staging, and Timing are employed to evoke empathy, tension, and resolution. The study also explores how these principles are contextualized within Indonesian cultural narratives, especially those concerning familial hierarchy, emotional restraint, and symbolic representations of motherhood and protection. The findings reveal that the animation not only demonstrates technical mastery but also conveys local values through universally resonant visual storytelling. This contributes to broader discussions on how animation serves as a medium for expressing social meaning and emotional realism.