Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sanseviera trifasciata Potential to Reduce Noise Viewed from the Anatomy Structure Yulianti, L. Indah Murwani
Proceeding International Conference on Global Resource Conservation Vol 4, No 1: Proceeding of 4th ICGRC 2013
Publisher : Proceeding International Conference on Global Resource Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.209 KB)

Abstract

Sanseviera trifasciata has been known to have great potential in absorbing pollutants. Apparently this plant also has the ability to reduce noise. The purpose of this research is to know the absorption coefficient (α) of S. trifasciata leaves and to see anatomic structures. Plants have unique properties because the surfaces of the leaves are covered with fine hairs and the presence of a stoma. The presence of a stoma is quite identical with the state of the surface of the porous panels used to absorb sound. Based on the respondents perception of the existence of plants indoors S. trifasciata showed that most respondents stated the noise level remains the same between the existing Sanseviera plants indoors or not. Meanwhile, based on the results of measurements of the noise level were 7 dB differences in the absence of this plant and after when this plant placed in that area. Absorption coefficients of S. trifasciata leaves were 0.37 in the reference frequency of 500 Hz. To support this assessment study has been done by looking at the anatomical structures and networks existing stomata on leaves to further ensure S. trifasciata owned structure leaves Sanseviera to see similarities with the siding panels to reduce noise.Keywords: absorption coefficients, noise pollution, Sanseviera trifasciata 
Kemampuan Selulosa Daun Mahkota Nanas (Ananas comosus) Sebagai Bioadsorben Logam Tembaga (Cu) Indah Murwani Yulianti,Wibowo Nugroho Jati, Desinyata Desinyata Keon
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 3, No 2 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.656 KB) | DOI: 10.24002/biota.v3i2.1895

Abstract

Air limbah yang mengandung logam berat dari proses industri dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah limbah di lingkungan adalah dengan teknologi bioadsorbsi. Bioadsorben yang digunakan dalam penelitian ini adalah selulosa daun mahkota nanas. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui kemampuan selulosa daun mahkota nanas dalam menurunkan kadar logam berat tembaga (Cu), (2) mengetahui kadar selulosa daun mahkota nanas dalam menurunkan logam berat Cu, (3) mengetahui pengaruh penambahan selulosa dan varisi waktu terhadap kadar Cu, Total Dissolved Solids (TDS), Total Suspended Solid (TSS) dan pH. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, yakni dengan dua perlakuan (variasi selulosa dan waktu) dan tiga kali pengulangan. Data hasil penelitian kuantitatif ini akan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Kadar Cu, TDS, TSS dan nilai pH akan dianalisis menggunakan SPSS dengan uji ANAVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  dengan penambahan selulosa dan variasi waktu terjadi penurunan kadar Cu sebesar 72,87% pada waktu 1 jam dengan selulosa 1,5 gr dan kenaikan kadar TDS dan TSS dari waktu 0 sampai 3 jam serta kenaikan nilai pH. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No 5 Tahun 2014 kadar Cu dan pH dalam penelitian ini belum berada di bawah baku mutu sedangkan kadar TDS dan TSS sudah berada di bawah baku mutu limbah.
Potensi Arang Aktif dari Kulit Buah Durian (Durio Zibethinus Murr.) dengan Aktivator NaOH sebagai Penjernih Air Sumur Indah Murwani Yulianti,Wibowo Nugroho Jati, Jevon Aristo Pascal Budiman,
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 3, No 3 (2018): October 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.09 KB) | DOI: 10.24002/biota.v3i3.1901

Abstract

Air di beberapa daerah memiliki kualitas yang buruk, sehingga bila dikonsumsi terus-menerus dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diare, disentri dan kolera, namun dampak tersebut dapat dicegah dengan metode filtrasi arang aktif. Limbah kulit durian dapat diolah menjadi arang aktif yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas air.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan variasi penambahan konsentrasi (25%, 30%, dan 35%) dari bahan aktivasi NaOH dan waktu yang dibutuhkan (20, 40 dan 60 menit). Hasil terbaik diperoleh dari arang yang di aktivasi dengan NaOH 35% dalam kontak waktu selama 60 menit. Terjadi penurunan angka kekeruhan sebesar 95,48%, TDS sebesar 29%, kandungan logam Fe sebesar 87%, kesadahan sebesar 71,80%, dan tingkat koliform dari 24 MPN/100ml menjadi 0,1 MPN/100 ml.
Kualitas Pupuk Cair Organik dengan Kombinasi Limbah Ampas Jamu dan Limbah Ikan A. Wibowo Nugroho Jati,L. Indah Murwani Yulianti, Jumirah
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 3, No 2 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.616 KB) | DOI: 10.24002/biota.v3i2.1893

Abstract

Pupuk cair organik merupakan salah satu jenis pupuk organik berbentuk cair yang berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Pupuk cair organik dibuat dari bahan organik limbah rumah tangga. Bahan organik yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah ampas jamu dan limbah ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar kadar unsur hara karbon (C), nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), besi (Fe), dan magnesium (Mg) yang dibandingkan dengan standar SNI-19-7030-2004 dan Permentan/SR.140/10/2011, serta karakterisasi bakteri yang ada dalam pupuk cair organik. Pembuatan pupuk cair organik dalam penelitian ini menggunakan metode fermentasi secara anaerob selama 28 hari dengan lima perlakuan yaitu 100% limbah ampas jamu; 100% limbah ikan; dan perbandingan limbah ampas jamu dan limbah ikan sebesar 50%:50%; 25%:75% dan 75%;25%. Hasil pengukuran kadar unsur C sebesar 2,3474-4,8397%, unsur N sebesar 0,047-0,3537%, unsur P sebesar 0,0343-0,2433%, unsur K sebesar 0,1867-0,2433%, unsur Ca sebesar 0,0204-0,0777%, kadar Fe sebesar 0,0019-0,0003%, dan kadar Mg sebesar 0,0129-0,02008%. Isolat bakteri yang ditemukan dalam pupuk cair organik yaitu isolat bakteri yang memiliki karakter menyerupai bakteri dari genus Lactobacillus sp., Psudomonas sp., Bacillus sp., Zymomonas sp., Staphylococcus sp., Actinobacillus sp., Cellulomonas sp., dan Acetobacter sp
Mikroalga Chlorella sp. Sebagai Bioremediator Logam Berat Caroline Novela Dyah Irianto; L. Indah Murwani Yulianti; B. Boy Rahardjo Sidharta
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 1: March 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i1.12769

Abstract

Polusi logam berat dan implikasinya bagi kesehatan manusia dan lingkungan telah menyebabkan meningkatnya minat untuk mengembangkan pendekatan bioteknologi lingkungan. Lima logam berat, antara lain arsenik (As), timbal (Pb), merkuri (Hg), cadmium (Cd), dan kromium (Cr) bersifat karsinogenik serta menunjukkan toksisitas walaupun dalam jumlah yang sedikit yang dapat mengancam ekologi lingkungan dan kesehatan manusia. Mikroalga memiliki beberapa manfaat dalam bidang industri terutama dalam menurunkan biaya produksi biofuel. Penggunaan mikroalga dalam fikoremediasi logam berat dikarenakan beberapa manfaat termasuk ketersediannya yang melimpah, murah, serta ramah lingkungan. Toleransi dan respons dari strain mikroalga yang berbeda terhadap logam berat serta kemampuan bioakumulasinya yang sangat efisien menjadi prioritas dalam pemanfaatan mikroalga. Chlorella sp. adalah spesies teratas yang banyak dipelajari dan digunakan dalam aplikasi penurunan logam berat dalam berbagai jenis limbah. Tinjauan ini bertujuan untuk mengetahui potensi mikroalga dalam menurunkan konsentrasi logam berat serta memberi informasi ilmiah yang bermanfaat untuk membantu pengembangan teknologi yang efisien di masa depan yang layak secara komersial dalam bioremediasi logam berat menggunakan mikroalga
PELATIHAN IDENTIFIKASI FAUNA DAN FLORA UNTUK WARGA SEKITAR TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU DAN MERAPI Andika, Ignatius Putra; Yulianti, L. Indah Murwani; Setyobudi, Vincencius Tri; Yuda, Ign. Pramana
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i1.5215

Abstract

Taman nasional adalah usaha pemerintah untuk melestarikan biodiversitas/keanekaragaman hayati di Indonesia dan keterlibatan masyarakat di sekitarnya sangat penting dalam usaha ini. Salah satu kegiatan yang penting adalah mengenal fauna dan flora yang ada di dalam kawasan ini. Usaha mengenal ini bisa dimulai dari berbagai taksa beserta peran. Selain itu, tersedianya berbagai teknologi informasi untuk menjalankan usaha ini sekaligus belajar adalah kesempatan yang baik untuk menyukseskan kegiatan ini. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk mengenalkan berbagai taksa dan usaha membudidayakan anggrek. Kegiatan dimulai dengan berdiskusi dengan staff taman nasional dan warga untuk membahas materi. Setelah itu, kegiatan disampaikan dengan pematerian dan dilanjutkan dengan kegiatan hands-on. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan menunjukkan bahwa materi sebagian besar mudah untuk diikuti. Setelah kegiatan, diketahui bahwa pendampingan lanjutan masih diperlukan untuk terus mengasah keterampilan warga.