Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN YOUTUBE SEBAGAI MEDIA AJAR DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA MAHASISWA UIN FATMAWATI SUKARNO BENGKULU Sutrian Efendi
Jurnal Pendidikan "EDUKASIA MULTIKULTURA" Vol 3, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Pascasarjana s-3 IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/jem.v3i2.7584

Abstract

Pendidikan Keagamaan Tahsin, Kegiatan Open Donasi dan Pendidikan Kebudayaan di Pondok Pesantren Al-Mubarok Bengkulu Sutrian Efendi; Weni Wahyu Saputri; Bety Nurfadilah; Suris Marshanda; Hengki Satrisno; Reta Guspani
Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Juni : Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/kolaborasi.v3i2.549

Abstract

Counseling and psychological support services play an important role in maintaining mental health, which affects the quality of life, social interaction, and resilience of individuals in facing challenges. This study aims to provide real experiences in community development through the MBKM KKN program, with a focus on the implementation of religious education, social activities, and cultural preservation at the Al-Mubarok Islamic Boarding School in Bengkulu. Tahsin education activities are an important part of improving the ability to read the Qur'an properly and correctly. In addition, the implementation of open donations reflects social participation that encourages the sustainability of Islamic boarding school programs. On the other hand, cultural education aims to instill local and national values ​​in students from an early age, as an effort to shape the identity and character of the nation. This study uses the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which utilizes local potential and assets as the basis for community development. The results show that the three aspects—tahsin education, social donations, and cultural learning—run synergistically and consistently. This collaboration contributes to the formation of the spiritual, social, and cultural character of students. The study recommends strengthening cooperation between Islamic boarding schools, the community, and donors to continuously improve the quality of education and welfare of students.
Transformasi Pembelajaran Akidah Akhlak Berbasis Kurikulum Cinta Di Man 2 Kota Bengkulu: Penelitian Amisha Dwi Qomaria; Sutrian Efendi; Kasmantoni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui transformasi pembelajaran Akidah Akhlak berbasis Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 2 Kota Bengkulu, dan (2) mengidentifikasi faktor pendukung serta faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran Akidah Akhlak berbasis Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 2 Kota Bengkulu berlangsung sebagai proses perubahan paradigma pedagogis yang menanamkan nilai cinta melalui pendekatan pembelajaran deep learning. Pembelajaran tidak lagi hanya berorientasi pada penyampaian materi dan kepatuhan normatif, tetapi menempatkan relasi emosional, keteladanan, serta internalisasi nilai sebagai inti proses pendidikan. Pembelajaran Akidah Akhlak berbasis Kurikulum Berbasis Cinta dikembangkan sebagai pembelajaran humanistik yang mampu menumbuhkan kesadaran moral, empati, serta tanggung jawab sosial peserta didik secara berkelanjutan sehingga mendukung terbentuknya peserta didik yang berakhlakul karimah. Faktor pendukung utama implementasi kurikulum ini adalah keselarasan antara kebijakan madrasah, kompetensi guru, serta budaya sekolah yang kondusif dan religius. Lingkungan madrasah yang aman dan ramah turut memperkuat proses internalisasi nilai karakter peserta didik. Adapun faktor penghambat meliputi beban administratif guru, keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan tingkat pemahaman guru terhadap konsep kurikulum, serta pengaruh lingkungan keluarga dan sosial peserta didik yang tidak selalu sejalan dengan nilai yang dikembangkan di madrasah.