Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembentukan Emulsi Air Di Dalam Minyak Diesel Dengan Penambahan Surfaktan Span 85 dan Tween 80 Ardiansah; Alexander Malau
JNSTA ADPERTISI JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : JNSTA ADPERTISI JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pencampuran biodiesel dengan bahan bakar diesel telah lama dilaksanakan dimana pemerintah Indonesia telah mengalokasikan kadar biodiesel sebesar 7,5 % di dalam bahan bakar diesel. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembuatan bahan bakar emulsi minyak diesel dan air yang dapat memperbaiki efisiensi pembakaran, mengurangi emisi gas buang dan menghemat konsumsi bahan bakar diesel murni. Pembentukan bahan bakar emulsi dari campuran minyak diesel dan air diharapkan dapat mengurangi emisi gas nitrogen oksida (NOx) dan karbonmonoksida. Dalam penelitian ini, akan dilakukan proses emulsi bahan bakar diesel dan air dengan adanya penambahan surfaktan Span 85 dan Tween 80. Ada beberapa aspek yang akan mempengaruhi proses pembentukan emulsi satu fasa antara minyak diesel, dan air. Beberapa aspek yang mempengaruhi antara lain pengaruh variasi penambahan volume minyak diesel, volume air dan volume surfaktan terhadap stabilitas emulsi yang terbentuk. Penelitian ini telah menghasilkan 3 bentuk emulsi satu fasa antara minyak diesel, surfaktan dan air.
Pengaruh Konsentrasi Asam Sitrat terhadap Persen Recovery Nikel pada Proses Leaching Bijih Nikel Laterit Muh. Azis Albar J; Nurul Afifah Utami; Irhamni Nuhardin; Ardiansah
Dewantara Journal of Technology Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v6i1.304

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh konsentrasi asam sitrat terhadap persen recovery nikel pada proses leaching bijih nikel laterit (limonit) dengan kondisi operasi tetap. Variasi konsentrasi asam sitrat yang diuji adalah 0,5 M; 1,0 M; dan 2,0 M, sedangkan parameter operasi dijaga konstan pada suhu 80 °C, waktu leaching 60 menit, dan rasio padat-cair 1:5. Preparasi bijih dilakukan melalui pengeringan, penghancuran, dan pengayakan pada ukuran 100, 150, dan 200 mesh. Kandungan nikel awal bijih dianalisis dengan XRF sebesar 1,67%. Persen recovery dihitung berdasarkan neraca massa-konsentrasi antara umpan dan residu. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi asam sitrat meningkatkan persen recovery pada seluruh ukuran partikel. Rentang persen recovery yang diperoleh adalah 74,45–78,29%, dengan nilai tertinggi pada konsentrasi 2,0 M dan ukuran partikel 200 mesh (78,29%), serta nilai terendah pada konsentrasi 0,5 M dan ukuran 100 mesh (74,45%).