Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perceived Value and e-WOM as Drivers of Customer Engagement: The Mediating Role of Purchase Intention among Generation Z Genshin Impact Users Dian Irma Aprianti; Dahlia Natalia; Pudjiati Pudjiati; Dimas Ardi Pratama
Khazanah Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Khazanah Sosial
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ks.v7i4.47137

Abstract

This study aims to analyze the influence of perceived value and electronic word of mouth (e-WOM) on customer engagement, with purchase intention as a mediating variable, among Generation Z users of the Genshin Impact game application. The background of this research is rooted in the increasing competition within the mobile gaming industry and the growing need for companies to maintain user engagement through experiential value and digital recommendations. This study employed a quantitative approach involving four key variables: perceived value, e-WOM, purchase intention, and customer engagement. Data were collected through an online questionnaire administered to respondents aged 17–28 who had played Genshin Impact, with a minimum sample size of 170 participants. The analysis utilized Structural Equation Modeling (SEM) through WarpPLS 7.0. The results indicate that both perceived value and e-WOM significantly affect customer engagement. Purchase intention was also found to significantly influence engagement. Indirectly, perceived value demonstrated a significant effect on engagement through purchase intention, whereas e-WOM did not exhibit a significant mediating effect. Theoretically, this study strengthens the understanding of user engagement formation within experience-based digital gaming ecosystems. Practically, it provides implications for game developers in designing marketing strategies that prioritize enhanced experiential value and the optimization of e-WOM. The originality of this study lies in its focus on Generation Z users in Indonesia and its integration of four digital engagement variables into a single comprehensive model.
PENGARUH INFLUENCER MARKETING DALAM ‎MENINGKATKAN ‎PENJUALAN BRAND LOKAL ‎AEROSTREET DI TIKTOK SHOP Mardiono Mardiono; Darlan; Dahlia Natalia; Anggi Oktawiranti; Septiana Wan; Rachmadi Ansyari
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 14 No. 2 (2025): September
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v14i2.3577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ‎pengaruh Influencer Marketing secara keseluruhan, ‎serta pengaruh kredibilitas ‎Influencer dan jenis Influencer terhadap keputusan pembelian ‎produk sepatu ‎Aerostreet di TikTok Shop. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif ‎‎dengan metode korelasional. Penelitian korelasional adalah jenis penelitian yang ‎digunakan ‎untuk ‎mengukur kekuatan dan arah hubungan antara dua variabel atau ‎lebih. ‎Data primer ‎dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada 150 ‎responden yang telah membeli produk ‎Aerostreet di TikTok Shop. Teknik ‎pengambilan sampel yang digunakan adalah Quota Sampling, ‎yaitu teknik ‎penentuan ukuran sampel dari populasi dengan karakteristik tertentu hingga ‎‎mencapai jumlah (kuota) yang diinginkan. Variabel dependen dalam penelitian ini ‎adalah ‎keputusan pembelian (Y), sedangkan variabel independennya meliputi ‎Influencer Marketing ‎‎(X1), Credibility of Influencer (X2), dan Influencer Marketing ‎Type (X3). Analisis data dilakukan ‎menggunakan Analysis Regression Linear ‎Method. Berdasarkan analisis data, nilai koefisien ‎Korelasi ( 0,806), menunjukkan ‎nilai ‎positif, artinya bahwa ada hubungan positif/searah antara ‎variabel-‎variabel ‎yang diteliti, serta nilai R yang sangat dekat ‎dengan +1 yang mengindikasikan ‎‎bahwa ada hubungan linier yang sangat ‎kuat antar variabel. Untuk nilai koefisien ‎‎Determinasi ‎‎(R²) sebesar 0.650 atau 65.0%. Ini berarti 65% variasi dalam ‎‎Keputusan Pembelian (Y) dapat ‎dijelaskan oleh variasi dari variabel-variabel ‎independennya. Kesimpulan dari penelitian bahwa ‎Influencer Marketing (X1), ‎Credibility of Influencer (X2), dan Influencer Marketing Type (X3) ‎baik secara ‎simultan, dan maupun secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap ‎‎Keputusan Pembelian (Y) produk Aerostreet di TikTok Shop. Credibility of ‎Influencer (X2) ‎memiliki pengaruh yang paling kuat di antara variabel independen ‎lainnya.‎
IMPLIKASI PENERAPAN DIGITAL MARKETING TERHADAP VOLUME PENJUALAN INDUSTRI RUMAHAN KRIPIK PISANG EDOQU KHAS BUKUAN PALARAN Dahlia Natalia; Erni Setiawati; Devy Putri Milanda
OBOR: Oikonomia Borneo Vol. 1 No. 1 (2019): April
Publisher : University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/obor.v1i1.553

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui bagaimana implikasi sosial media dan manajemen hubungan konsumen terhadap volume penjualan pada industri rumahan keripik pisang EDOQU khas Bukuan Palaran. Adapun penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakanmetodepenelitian deskriptif kuantitatif, Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 351 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Metode statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan alat bantu SPSS versi 23. Hasil dari penelitian ini menunjukkan secara parsial variabel social media (X1) berimplikasi dan signifikan terhadap volume penjualan pada industri rumahan keripik pisang EDOQU khas Bukuan Palaran.dan variabel manajemen hubungan konsumen (X2) berimplikasi dan signifikan terhadap volume penjualan (Y). Secara simultan sosial media dan manajemen hubungan konsumen berimplikasi signifikan terhadap volume penjualan pada industri rumahan keripik pisang EDOQU khas Bukuan Palaran.Nilai Adjused R Square adalah sebesar 0,672 yang berarti semua variabel independen dapat menjelaskan sebesar 67,2% terhadap variabel dependen, sementara sisanya 32.8% dapat dijelaskan oleh factor lainnya yang tidak di uji dalam penelitian ini. Kata Kunci : sosial media, manajemen hubungan konsumen,volume penjualan.